I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Dia datang


__ADS_3

Seorang gadis datang dengan dua koper di tangannya, memasukki area pier atau pelabuhan. Dia melangkah dengan gaya berjalan khas model-nya, menjadikan area pier layaknya karpet catwalk.


Pandangannya lurus ke depan, dagunya terangkat dengan meliukkan tubuhnya, rambut pirangnya tergerai dan bergoyang mengikuti ritme langkah kaki wanita dengan profesi model itu, wajah blasteran indo-belanda, dengan western yang lebih doiminan, hidung mancung, mata biru kehijauan menghiasi rupa sang gadis.


“Good morning Miss Sharon,” sapa seorang kru yang berjaga di gangway.


“Morning, tolong bawakan koperku,” ucap gadis bernama Sharon tersebut.


“Ingat, hati-hati. Banyak produk branded di dalamnya, jangan sampai kau merusaknya!” ucap Sharon sambil membetulkan kacamata hitam bermerk r*ban tersebut.


“Baik Miss,” ucap sang kru, kemudian berjalan di belakang Sharon.


Memasukki area tamu di kapal itu, Sharon mengedarkan pandangannya, ia menatap sekitar mencari sesuatu yang selama ini ia lepas tetapi juga ia incar.


“Aku menemukanmu Capt!” senyuman tersungging di sudut bibirnya.


Flashback On


“Daddy! Apa daddy bercanda?” tanya Sharon saat ayahnya mengatakan jika ayahnya akan menjodohkan dirinya dengan pemuda pilihan ayahnya itu.


“Baby, apa yang bisa daddy lakukan? Usiamu sudah cukup matang,” ucap Kuppens.


“Tapi, Sharon tidak mau dijodoh-jodohkan seperti dulu!” jawab gadis itu ketus.


“Daddy pusing mengikuti semua kemauanmu, dulu kau menolak Reza putra om Alexander, dan sekarang kau pun menolak pemuda lain yang sudah ayah susah-susah carikan untukmu!” Kuppens memijat keningnya. memikirkan nasib anaknya.


“Dad, dimana dia? Bagaimana kabarnya?” tanya Sharon kembali mengingat Reza.


“Siapa?” Kuppens belum mengerti.


“Roosevelt Dad! Reza! Sepertinya Sharon ingin menemuinya,” ucap gadis itu, pada ayahnya.


“Apa maksudmu Nak? Reza sudah menikah!”


“What?? No Dad!” Sharon terkejut. Gadis itu pikir setelah pertunangannya dengan Reza waktu itu, acara akan gagal dah tak akan berjalan tanpa kehadirannya.


“Ya, seorang gadis telah menggantikanmu saat kau kabur di acara pertunangan kalian dulu! Kau terlambat baby!” Kuppens mengingat putrinya.


"Siapa gadis itu Dad??" Sharon mulai penasaran dengan siapa Reza menikah.


"Sudahlah, jangan usik keluarga Vandenberg lagi. Daddy sudah sangat mali dengan ulahmu saatnya itu, Sharon!" ucapan Kuppens mengingat kejadian memalukan dulu.


“Tapi, Dad sekarang kekasihku telah meninggalkanku, aku sangat sedih…” ucap Sharon lirih, kini ia telah mendapatkan karmanya, dulu dia meningglakan Reza di acara penting mereka bersama kekasihnya, kini keadaan berbalik, kekasihnya telah meninggalkannya.


Meskipun ia tak pernah memiliki hubungan dengan Reza, namun gadis itu mulai tertarik sejak beberapa bulan ini sering melihat foto sang kapten sejak kekasihnya pergi.


Bagaimana pun gadis itu telah membuat keluarga Reza kehilangan kehormatannya saat para tamu hadir di acara pertunangan mereka, karena sang mempelai wanita kabur, untung saja saat itu ada Luna yang sanggup dan besedia menyelamatkan nama baik keluarga itu.


"Sharon! apa yang akan kau lakukan?" tanya pria paruhbaya itu.


"Sharon akan mendapatkan apa yang seharusnya kudapatkan, Daddy!" ucap gadis itu kemudian menutup teleponnya.

__ADS_1


"Sharon!!"


"Sharon! tunggu!" Kuppens masih berusaha memanggil nama anaknya namun gadis itu telah menutup sambungan teleponnya.


"Dimana dia sekarang?" tanya Sharon kepada orang kepercayaannya.


"Tuan Reza sedang kembali bertugas nona.. " jawab sang asisten.


"Dimana?"


"Di kapal pesiar milik perusahaan Belanda," jawab pria itu jujur.


"Oh jadi Captain sudah kembali bekerja rupanya ya?" gadis itu menggeser gawainya dan memperhatikan kapal pesiar tempat Reza dan Luna sedang bekerja.


"Dimana kapal ini berlayar?" tanya Sharon.


"Di perairan Baltic, Nona,"


"Good, booking tiket untuk join di cruise ini sekarang juga. Aku tidak mau tau bagaimana pun caranya Sharon Kuppens harus sudah berada di atas kapal itu esok pagi!" seperti biasa, Dia selalu mengancam.


"Baik Nona! sesuai perintahmu."


"See you when I see you Capt!" guman Sharon. Meskipun ia dan Reza sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya tetapi ia merasa Reza sudah menjadi miliknya tak perduli dengan keberadaan Laluna.


Flashback Off


"Captain, nanti malam akan ada acara Captain's Corner di lantai sebelas, Crow's Nest," ucap Quarter Master pada Reza.


"Malam ini?" Reza melihat jam tangannya, paschal is berencana untuk mengambil day off hari ini.


"Baiklah," Reza tampak berfikir kemudian ia mengiyakan apa yang bawahannya katakan tersebut.


Mengingat acara itu sangat penting untuk para tamu. Captain corner adalah suatu acara khusus diman para tamu akan dapat bertatap muka langsung dengan sang nahkoda.


Momen ini begitu langka terjadi, biasanya kapten akan memberikan sambutan untuk para tamu tersebut, dan menjawab setiap pertanyaan dari mereka secara eksklusif.


Guest akan sangat antusias dalam acara ini, untuk itu Reza tak ingin membuat mereka semua kecewa, bagaimana pun para tamu telah membayar mahal untuk bisa berlibur dikapal yang ia pimpin itu.


Reza pun kembali ke kabinnya untuk menelepon Luna.


"Luna... " ucapnya saat sang istri menjawab telepon.


"Ya Kak," jawab Luna.


"Sedang apa?" Reza kembali bertanya.


"Habis makan siang Kak, kakak sudah makan?"


"Belum," jawab Reza.


"Oh,"

__ADS_1


"Apa ini Luna? hanya 'Oh'?"


"Memangnya apa lagi Kak? Apa aku harus menyuapi kakak?" Luna bertanya, sambil tertawa.


"Seharusnya begitu!"


"Aku lelah sekali Luna, kapan drama ini terlalu menyiksa!" Reza melemas.


"Iya Kak, bersabarlah. Kurang dari tiga bulan, semuanya akan berakhir," ucap Luna menenangkan suaminya.


"Ya, jika tidak sabar sudah dari kemarin aku menyerangmu!"


"Luna, hari ini aku membatalkan day off-ku," Reza pun mengatakan apa yang membuat mood-nya anjlok hari ini.


"Kenapa Kak?"


"Aku harus mengisi acara di crow's nest malam ini," Reza kembali menunjukkan ketidak-semangatannya.


"Ah so sad, jadi aku harus kehilangan moment penting bersama captainku hari ini," ucap Luna dengan suara dibuat-buat.


"Kau mengejekku Luna!"


"Tidak Kak! sungguh aku bersedih saat ini," ucap Luna.


Sepasang suami istri itu masih saja sibuk berbincang hingga lagi-lagi panggilan dari Bridge membuyarkan semuanya.


Jam menunjukkan pukul tiga sore, dan waktu coffee break pun tiba. Luna berjalan ke arah crew mess untuk membuat secangkir kopi.


"Luna, Lo ngopi?" tanya Arsha yang sedang melihat Luna di area coffee maker.


"Iya, kenapa?"


"Kopi pait?" Arsha memperhatikan isi cangkir Luna.


"Iya kenapa?" Luna masih saja ketus pada pria itu.


"Tidak ada apa-apa, cuma saran gue, jangan taroh gula di kopi elo!"


"Karena gue udah manis? gitu kan? basi banget lo Sha?!"


"Hahaha, ketebak lagi dah!" Arsha tertawa menunjukkan lesung pipinya yang mirip dengan Luna.


Di tempat lain.


Pria dengan posisi tertinggi di kapal itu sedang memesan kopi di exploration café, sebuah café di atas kapal lengkap dengan baristanya. Hanya para officer dan guests yang bisa memesan kopi di café itu dengan menggunakan kartu tertentu.


"Good afternoon Capt," ucap gadis berambut blonde itu kepada Reza, sang kapten pun menoleh dan menanggapinya.


"Good afternoon madam," ucap Reza, mrngetahui jika gadis itu adalah seorang tamu di kapalnya.


"Roose, apa kau mengingatku?" tanya gadis bernama Sharon itu. Reza pun memperhatikannya dalam-dalam.

__ADS_1


"Maksud anda?" Reza tak mengerti, is benar-benar tidak mengenal gadis itu.


Bersambung..


__ADS_2