I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Gempa Bumi di atas air


__ADS_3

Haloo gaise, maaf ya baru sempat Up🤧🤧


"Anda siapa?" tanya Reza kepada gadis itu, ia memperhatikan wajah Sharon yang sebenarnya tak asing baginya.


"Seharusnya aku yang menikah denganmu Capt," ucap Sharon memperlihatkan kartu passenger-nya kepada Reza.


Reza menatap benda pipih tersebut, kemudian membacanya


"Kuppens Sharon," gumam Reza, hal pertama yang diingatnya adalah nama keluarga sang gadis, yaitu 'kuppens'


"Kuppens? Kau Sharon Kuppens?" ucap Reza kembali memperhatikan wajah Sharon.


"Yup!" Sharon menaikkan satu alisnya, #senyuman tersungging di bibir berlipstick merah maroon itu.


"Sharon, kau di sini? bagaimana mungkin?" Reza masih belum percaya seratus persen jika gadis yang saat ini berada di hadapannya adalah mantan calon tunangannya yang kabur dulu.


"Yes Reza! aku kembali, aku kembali padamu," ucap Sharon memegang lengan sang kapten.


"Tunggu! ini pasti salah!" Reza menepis tangan gadis itu.


"Apanya yang salah?"


"Aku ingin memperbaiki semuanya, Roosevelt!" gadis itu berniat memeluk Reza tetapi Reza menghindarinya.


Dia meninggalkan Sharon di area café itu, dan mempercepat langkahnya menuju crew area. Sharon berniat mengejar sang Kapten tetapi ia gagal, crew area bukanlah tempat untuk tamu. Tamu dilarang memasukki area tersebut.


Reza POV


Hari itu saat coffee break, tanpa kesengajaan kulihat seorang gadis yang sungguh tak kusangka sosoknya telah berada di kapal ini. Aku menatapnya saat ia mengatakan ‘apakah aku mengingatnya’, jujur saja wajah itu tampak familiar bagiku, seperti pernah melihatnya tapi dalam sosok yang tak nyata.


Aku berusaha untuk mengingat-ingat siapakah gadis itu, hingga akhirnya sebuah kalimat muncul dari mulutnya.


“Seharusnya akulah yang menikah denganmu Capt!” ucapnya sambil menunjukkan kartu identitasnya sebagai guest di kapal pesiar ini.


Aku membaca nama itu, dan kudapati suatu fakta jika dia adalah Sharon Kuppens, tunanganku yang kabur di acara penting kami.


Kini kuingat, ,mengapa wajahnya sepeerti tak asing bagiku, itu karena dulu mama pernah memberikan beberapa lembar foto Sharon padaku, aku sempat memperhatikan beberapa foto itu.


Menurutku Sharon adalah gadis yang cantik, tubuhnya juga bagus sesuai dengan profesinya.


Tetapi, hanya sebatas itulah pesonanya, bebeda dengan saat pertama kali aku melihat Luna, awalnya wajah gadis itu memang mirip dengan Ana, tetapi semakin aku memandangnya, semakin membuatku ingin selalu melihat senyuman manis itu.


Aku sempat memikirkan Laluna, saat acara pertunanganku berlangsung dulu, wajahnya begitu membayangi hari-hariku yang selama bertahun-tahun gersang.


Ada debaran aneh saat tangan ini dulu membopong tubuhnya menuju infirmary saat gadis itu pingsan di ruang mesin. Sejak saat itu, baru kusadari jika ada yang tak beres pada hatiku.


Hingga tanpa kuduga, Laluna lah yang menjadi tunangan pengganti untukku, menggantikan Sharon. Hingga membawa kami menjadi sepasang suami istri seperti saat ini.


Bagaimanapun Luna dan keluarganya telah menyelamatkan nama baik keluargaku, aku senang ternyata Luna tidak menikah denganku hanya karena keterpaksaan, tetapi dia juga benar-benar mencintaiku.


Dan kini seseorang yang hampir saja membuat keluargaku kehilangan harga dirinya telah kembali, dan mengatakan jika dialah yang seharusnya berada di posisi Luna. Entah apa yang terjadi pada gadis itu, tetapi jika dia menganggap aku akan memaafkannya, itu adalah suatu kebodohan yang nyata!


Reza POV End


Sharon pun kembali ke kabinnya, sebab ia gagal untuk mengikuti Reza.

__ADS_1


“Sh*t! lihat saja Capt, sejauh apa kau bisa menolak seorang Sharon!”ucap gadis itu sambil menatap cermin, memperhatikan lekuk tubuhnya yang hanya berbalut dress full press body.


Di tempat lain.


Reza sedang berada di area kru menuju crewmess. Dia masuk ke ruangan itu berniat untuk mengambil minuman, tenaganya cukup terkuras saat menccoba berlari dari Sharon, gadis itu sangat agresif baginya.


Reza menatap sekeliling area tersebut, hingga tiba saat kapten itu menangkap istrinya sedang duduk bersama seorang officer.


Awalnya ia berniat untuk menghampiri Luna, tetapi sang istri terlihat begitu asik berbincang dengan staff dari crew office itu. Dengan rasa kesal, akhirnya Reza hanya memperhatikannya dari kejauhan.


“Mari kita lihat bagaimana Laluna bertingkah saat aku tidak bersamanya,” gumam sang kapten sembari menyeduh kopinya.


Mata biru itu terus memperhatikan Luna dan Arsha, kemudian di tengah-tengah pengintaian, tiba-tiba saja pria yang sangat tidak Reza sukai pun datang menghampiri Luna. Bumi dengan dua potong croissant di tangannya mendekati meja Luna dan Arsha.


“Luna, lo mau crossant gak?” tanya Bumi pada istri kapten tersebut.


“Wah, dapet dari mana lo Bum?” gadis itu menatap kue khas perancis itu dengan mata berbinar. Aroma butter dan coklat eclairnya begitu menggugah selera.


“Bumi mah apa sih yang gak bisa didapetin?” ucap Bumi melirik ke arah Arsha. Menaikkan satu alisnya seperti sedang mengejek pemuda itu.


“Eleh, croissant doang. Gue bisa bawain elo sepuluh potong setiap harinya, kalo elo mau Lun,” ucap Arsha membalas tatapan Bumi padanya.


“Cih sombong banget, mentang-mentang officer lo!”


“Jangan modusin Luna! Dia udah punya gebetan, setripnya empat kalo lo tau!” sahut Bumi menyindir Luna. Gadis itupun langsung membulatkan matanya.


“Bum, apaan sih lo!” Luna melempar Bumi dengan croissant di tangannya.


“Wah, setrip empat Hotel manager dong?” ucap Arsha.


“Di atasnya lagi! Setripnya empat lebih dikit!”


“Kalian apaan sih?” Luna mulai tidak tertarik dengan obrolan dua pria itu.


Sementara dari kejauhan Reza mulai gemetar menahan rasa sesak di dadanya, ia sangat tidak menyukai Bumi, pria itu bagaikan ancaman baginya, belum selesai satu ancaman dan sekarang bertambah satu lagi ancaman baru, yang bernama Arsha.


Demi apapun, kapten itu bersumpah jika mereka masih saja menggoda istrinya, maka Reza tidak segan-segan untuk mengatakan apa yang sebenarnya, saat ini ia hanya menuruti permintaan Luna saja, untuk menyembunyikan status hubungan mereka.


Luna kembali ke tempat kerjanya setelah waktu coffee time berakhir. Dia berjalan ke ruang mesin bersama Bumi, sepanjang perjalanan mereka terus berbicara tanpa mereka ketahui jika sesorang membututi langkah sepasang sahabat itu.


Namun panggilan dari bridge selalu mengganggunya, akhirnya kapten Reza pun berbalik arah menuju bridge.


“Awas saja jika pemuda itu berani berbuat sesuatu pada Luna, aku akan menghabisnya dan membuangnya ke laut!” gumam Reza menatap Luna dan Bumi dari kejauhan.


***


“Lun, lo jadi dinikahin sama orang tua lo kemarin?” tanya Bumi.


“Emang waktu itu gue cerita gitu sama elo Bum?” Luna mencoba mengingat-ingat sepertinya terakhir kali pertemuannya dengan Paku Bumi mereka hanya meributkan masalah sepatu safety yang dicuri oleh Bumi.


“Nggak sih, gue asal nebak aja! Siapa tau bener,” ucap Bumi, terkekeh.


“Emang kenapa Bum? Kalo gue beneran nikah?”


“Wah, bisa patah hati Captain America lo itu Lun!” Bumi terbahak.

__ADS_1


“Aduh, kalo aja lo tau Bum!” Luna memicingkan matanya.


“Tau apa Lun?”


“Gue beneran udah nikah tau! Sama kapten America itu!” jawab Luna, kini ia yang terkekeh.


“Serius Lun?” Bumi mencoba menanyakan hal itu lagi.


“Ehm,” jawab Luna.


“Aduh sayangnya gue gak percaya Lun!”


“Wah! Perlu bukti apa Bum? Foto pernikahan? Cincin? Nih liat cincin kawin gue!” Luna menunjukkan jari manisnya yang terpasang sebuah cincin.


“Ah bokis lo! Palingan juga itu cincin dari emak lo!”


“Dih dia ngejek! Entar kalo gue bisa buktiin kejang-kejang lo!” balas Luna.


“Beneran Lun? Gue gak percaya, soalnya kapten itu dah punya pacar kali!”


“Bukan pacar tapi bini, dan gue bininya!” tegas Luna namun Bumi justru semakin tertawa mendengar ucapan gadis itu.


“Aduh Luna masih aja halu! Orang tadi gue beneran liat kapten Reza pegangan tangan sama cewe di Exploration café,” ucap Bumi.


“Apa Bum?”


“Sumpeh Lun, demenan Lu udah punya pacar tau! Cewenya baru dateng kemaren!”


“Cakep Lun, kek model!” Luna menghentikan langkahnya, mencoba menatap wajah Bumi, dan dia tak menemukan kebohongan di sana.


“Bum, lo gak lagi becanda kan? Lo halu? Atau keracunan croissant mungkin?” gadis cantik itu masih saja berusaha mencerna perkataan sahabatnya.


“Gak Luna! Gue mungkin sering boong tapi gue gak pernah bercanda!” ucap Bumi. Luna tampak berfikir, tetapi jauh di dalam hatinya bagaikan tersambar petasan 6,1 skala richter.


(Author : Hahaha emang gempa? buat Luna hampir sama rasanya kok)


“Bumi! Gue gak percaya ah!”


“Sumveh Lun, potong gaji gue kalo gue boong!” Luna pun akhirnya percaya pada pria sipit itu.


“Dih, tapi Bum, lo beneran gak lagi ngerjain gue kan?” ucap Luna kembali meragukan Bumi.


“Lun, gue rela jadi pacar lo seminggu kalo gue boong. Kapten itu beneran ada ceweknya Lun! Bule! Rambutnya blonde, sepadan lah sama capt Roosevelt,” Bumi menjelaskan semakin detil dan hal itu kian membuat Luna terbakar dan terguncang gempa 7 skala richter.


“Mana dia nempel-nempel mulu sama kapten! Kalo gue jadi capt Roose udah gue giring ke kabin itu cewe!”


Bughh


(Nah gempanya memuncak🤣 rasain Bumi kena gempa Bumi😪)


Luna menendang Bumi, dan pria itupun kesakitan, bagaimanapun Luna adalah juara satu karate tingkat provinsi.


Setelah melampiaskan kekesalannya pada sang pembuat kesal, gadis itu berjalan mendahului Bumi. Dia tak bisa mengendalikan emosinya, padahal Luna belum melihat sendiri kejadian itu, dia belum tau tentang kebenaran perkataan Bumi.


“Awas saja jika benar apa yang dikatakan oleh Bumi, aku akan menghabisi perempuan itu!”

__ADS_1


gumamnya sambil berjalan cepat.


“Tapi, jika itu salah maka Bumilah yang akan kuhabisi!”


__ADS_2