I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Sisi Lain Bumi


__ADS_3

Kapal sedang berlabuh di port Charlotte Town saat ini, salah satu kota ikonik New England. Luna tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja, setelah dua hari off karena 'sesuatu'.


Seorang pria sedang berada di pier, menunggu gadis yang berjanji akan membayarnya kemarin. Mata pria sipit itu beredar melihat sekeliling, memastikan jika tak ada satupun yang akan tau misi rahasianya tersebut.


“Mana uangku?!” ucapnya kasar, kepada Sharon.


“KAU GAGAL Bumi!” Sharon mencebikkan bibirnya.


“Perjanjiannya bukan tentang gagal atau tidak Mam, tetapi tentang pelaksanaan tugas! Itu saja!”


“Mana uangku?” Bumi menengadahkan tangannya sambil melihat kanan dan kiri.


“Tapi kau gagal meyakinkan Luna, uang apa yang ingin kau dapatkan dariku sekarang?”


“Nyonya, kau telah ingkar janji. Kau bilang jika aku berhasil menyatatakan perasaanku pada Luna, dan menciptakan kekacauan antara Kapten dan Luna, maka kau akan memberiku 100.000USD. Mana buktinya?” ucap Bumi, mendesak Sharon.


“Kau tidak menciptakan kekacauan sama sekali Bumi, mereka malah semakin mesra! Dasar bod*h!” Sharon menonyor kepala Bumi dengan gemas.


“Apa?” Bumi mengernyitkan keningnya.


“Tetapi kemarin Kapten menarik tangan Luna dengan kasar, mana mungkin mereka tidak bertengkar.” Ucap Bumi, heran.


“Ya, bertengkar! Tapi bertengkar di atas ranjang!” dengus Sharon kesal, lalu menyibakkan rambutnya ke belakang.


Bumi memijat keningnya, ia bahkan masih bisa merasakan pukulan maut kapten pada pipi kirinya kemarin, bahkan memarnya saja belum hilang hingga saat ini.


“Aku tidak mau tau! Pokonya nyonya harus membayarku sekarang juga!” Bumi menarik tangan Sharon.


“Tidak mau!” Sharon menghindar.


“Enak saja! kau gagal dan aku tak mau kehilangan uangku untuk hal tak berguna sepertimu!” ucap Sharon melepaskan tangannya dari Bumi.


“Nyonya tidak bisa seperti itu! Aku sudah kehilangan sahabatku demi uang yang telah kau janjiakan."


"Dan sekarang apa?”


“Nyonya akan lepas tangan begitu saja? jangan harap!” ucap Bumi memberikan ancaman pada Sharon.


“Memangnya apa yang bisa kau lakukan padaku Bumi?” Sharon menaikkan alisnya, menantang pemuda itu.


“Saya akan mengatakan semuanya pada Kapten dan Luna tentang kebusukkan anda!” Bumi pun berjalan meninggalkan wanita bule itu.


“Bumi tunggu!” Sharon menarik tangan Bumi.


“Apa nyonya akan membayarnya?” kini Bumi yang menaikkan alisnya.

__ADS_1


“Ya, aku akan membayarmu. Tapi hanya setengah, sesuai dengan kinerjamu yang tidak berhasil itu,” ucap Sharon, meraih ponselnya dan mengirimkan uang senilai 50.000USD pada nomor rekening Paku Bumi.


“Dan, aku akan membayarkan sisanya jika misi selanjutnya berhasil,” ucap Sharon kemudian menepuk pundak pemuda itu, sebelum mereka berpisah.


Bumi tampak berfikir keras, tidak seharusnya ia melakukan semua itu pada Luna, bagimanapun Laluna adalah sahabat baiknya sejak dulu, bahkan jika Bumi mendapat kesulitan dalam memahami pelajaran, Luna lah yang selalu membantunya.


Jika seseorang bertanya apa yang paling bisa merusak persahabatan?


Cinta dan Uang adalah jawabannya.


Bumi POV


Aku adalah Paku Bumi Lee, orang biasa memanggilku dengan nama Bumi, tak ada yang isitimewa dalam diriku, aku pun bukan berasal dari keluarga berada. Ibuku meninggal saat melahirkan diriku ke dunia, membuatku hanya dibesarkan oleh sosok ayah dan kakak laki-laki saja.


Dulu hidup kami sempat bergelimang harta, sebelum akhirnya ayahku. Nathan Lee tertangkap polisi hingga harus dijatuhi hukuman mati. Sebuah data penting milik Negara telah dicurinya dengan mengatasnamakan hacker ternama di Negara kami.


Semenjak kepergian ayahku, aku hanya tinggal berdua dengan kakakku, kukira setelah menjadi yatim piatu, kami berdua bisa menjalani hidup normal bersama-sama, layaknya remaja pada umumnya.


Namun ketidakberuntungan kembali hadir, saat kakakku melakukan kesalahan besar, ia mencoba membalaskan dendamnya pada keluarga hacker ternama tersebut.


Perusahaannya pun bangkrut dan karir yang ia bangun pun ikut hancur, kini tinggalah aku sendiri di Bumi ini. Aku melanjutkan hidupku, dengan biaya hidup seadanya, hingga sebuah sekoalh kedinasan menerimaku dengan sangat mudahnya, Aku beruntung, saat ini dengan jurusan permesinan yang mereak sediakan, sebentar lagi aku kakan lulus dan bisa bekerja tetap.


Waktu terus bergulir, sekolah memerintahkan diriku untuk mengikuti on the job training di sebuah kapal pesiar mewah. Tentunya dengan bidang engine, sesuai jurusan yang kuambil. Di kapal itu, banyak sekali pengalaman yang kudapat termasuk dengan berinteraksi dengan sesame ABK dari berbagai belahan Bumi lain.


Tak juga itu, aku pun bisa mengelilingi dunia secara gratis. Omong kosong apa ini? Jalan-jalan tapi malah dibayar? Tapi, memang begitulah orang menyebut kru kapal pesiar.


Luna adalah sahabatku, kami bertemu sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di kapal ini, seperti yang sudah kukatakan, dia adalah gadis yang baik, periang dan tulus, akulah yang jahat di sini.


Memanfaatkan persahabatan kami sebagai cara untuk memperoleh uang. Aku tak tau harus bagaimana lagi, uang itu akan kugunakan untuk menebus kakakku, Albert yang saat ini masih mendekam dibalik jeruji besi.


Jika saja saat itu dia tidak gegabah, mungkin semua ini tidak harus terjadi, entah bagaimana saat Luna mengetahui semunya nanti, mungkinkah ia akan menerimaku sebagai sahabatnya lagi atau tidak, aku tak tau, aku pasrah, aku bersalah dan akan tetap melanjutkan misi ini dengan bule terkut*k itu.


Jika saja Luna memabaca pesanku pada kotak hadiah yang kuberikan padanya beberapa bulan yang lalu, mungkin rasa tidak ikhlas ini tidak akan pernah ada.


Maafkan aku Luna, sorry for loving you in different way.


Bumi POV End


“Luna, selamat ya,” ucap bos dari depertemen mesin itu pada Luna yang tengah bersiap-siap mengisi daftar hadir.


“Selamat untuk apa Chief?” tanya gadis itu.


“Aku sungguh tidak tau, jika kau sudah menikah dengan kapten kita,”


“Maafkan aku Luna,” ucap pria duda itu.

__ADS_1


“Chief, apa maksud anda? Dan siapa yang mengatakan hal ini?” Luna memasang wajah kaget.


“Kapten, your hubby!” ucap pria itu jujur. Luna pun segera pergi dari engine room, semangat paginya untuk bekerja kini berubah menjadi semangat untuk melabrak seseorang.


“Luna, wait!” ucap bosnya lagi, sembari membawa dokumen di tangannya.


“Nah, ini hasil laporanmu selama menjalani masa magang dibawah bimbinganku.”


“Jangan khawatir masa trainingmu selesai lebih awal, kau lulus sekarang!”


“Dengan nilai Excellent pada setiap aspeknya,” ucap duda keren itu dengan antusias, agar Luna merasa bahagia.


“Chief, apa ini?”


“Apa kapten mengancamu untuk melakukan semua ini?” tanya gadis itu dengan penuh penekanan.


“No, no Luna! He’s good. Tidak ada ancam mengancam di sini, kau lulus dengan predikat terbaik, sesuai dengan peformamu, girl!” ucap pria itu meyakinkan istri kapten.


“Chief, katakan! Kapan dia menemui anda?”


“Tidak Luna, aku yang menemuinya, untuk memberikan hasil belajarmu padanya,” ucap Chief Engineer itu terlihat jujur.


“Tidak bisa dipercaya, jadi dia yang meminta anda untuk datang ke bridge hanya untuk memberikan raport ini?”


“Chief, mengapa anda meluluskan saya sebelum waktu yang ditentukan?”


“Sudah ya Luna, sudah! Kau lulus saat ini juga, dan sekarang mintalah tanda tangan kapten untuk menyetujui keluelusanmu,” ucap pria itu sambil menunjukkan sisi dokumen yang kosong dengan nama ‘Cpatain’s signature’


“Sungguh drama apa lagi ini Kak Reza?” gumam Luna dari dalam hati, sementara bosnya sudah menghilang begitu saja seakan takut untuk berlama-lama bersama gadis itu.


Gadis itupun bergegas meninggalkan tempat itu kemudian naik ke lantai tujuh dengan menggunakan elevator.


Centing..


Pintu elevator terbuka, tampakalah siapa yang telah meneakn tombol di deck tiga itu.


“Bumi?” Luna menatap sahabat yang menghilang sejak insiden itu terjadi.


“Lun..”


“Luna, maafin gue ya,” ucap Bumi dengan menundukkan wajahnya.


“Iya, gue tau lu cuma becanda kan kemarin,”


“Maafin laki gue ya Bum, udah bikin muka lo jadi penyok gitu!” ucap Luna.

__ADS_1


“Lo mau kemana?” tanya Luna lagi.


“Ke bridge, laki lo nyuruh gue kesana!” ucap Bumi, tanpa sepengetahuan Luna, tangan pria itu tengah mengepal dan gemetar menahan sesak di dada.


__ADS_2