IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Jatah (18+)


__ADS_3

...Dia yang banyak tertawa belum tentu bahagia....


...🥀IBDT🥀...


"Papa kenapa gak kabarin Ace kalo pulang sekarang??" Tanya Ace pada Farhan yang tengah duduk bersandar sofa.


"Toh papa sengaja kasih surprise, papa seneng akhirnya anak papa ada yang nikah... Aaron itu, tidak bisa diandalkan!" Ucap Farhan tampak kesal.


"Tidak bisa diandalkan gimana pa??" Ucap Aaron yang baru pulang. Farhan tersenyum kemudian memeluk putra sulungnya itu.


"Tentu saja kamu yang tidak menikah menikah... Kamu pikir papa tidak ingin cucu apa??" Ucap Farhan membuat Aaron tersenyum.


"Iya pa, toh si Ace bakalan nikah jadi minta cucu ke dia ya?? Bukan begitu Aiera??" Ucap Aaron dan direspon anggukan oleh Aiera.


"Oh iya, papa tau nggak kalo calon kakak ipar Aiera cantik banget... Iya kan ma??" Ucap Aiera sembari merangkul lengan sang ayah.


"Masih cantikan Aiera ku." Ucap Farhan sembari mencium kening Aiera.


"Jadi resepsi beneran diadain lusa??" Tanya Farhan.


"Iya pa, soal itu mama udah urus kok." Jawab Ratih dan direspon anggukan oleh Farhan.


Ira, tunggu permainan dari gua. Batin Ace sembari tersenyum penuh arti.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Dihari pernikahan, Ira hanya menandatangani buku nikah. Dia sendiri tidak tau seperti apa suaminya dan begitu sampai di KUA hanya untuk menandatangani buku nikah. Dan itu membuat Ira takut jika dia benar benar menikah dengan om om.


"Ayo sayang, kita ke rumah mama... Rumah kamu sekarang." Ucap Ratih sembari merangkul menantunya.


"Ira pamit dulu, ibu... Nenek, pakde... Bude... Assalamualaikum." Pamit Ira.


"Walaikumsalam, nyonya saya titip anak saya ya." Ucap Anadita.


"Pasti Ana, jangan khawatir." Jawab Ratih kemudian mengajak Ira masuk kedalam mobil mewahnya.


"Kakak ipar, kenalin aku Aiera... Dan ini sahabat Aiera namanya Inara." Ucap Aiera.


"Salam kenal, kalian sudah lama dekat ya??" Tanya Ira.


"Ira, nanti begitu sampe langsung istirahat ya... Soalnya ntar malem kan resepsi, biar kamu nggak kecapekan." Ucap Ratih.


"Iya ma." Jawab Ira. Sesampainya di rumah besar Syahreza. Ira tampak kagum dengan rumah sebesar itu karena jujur ini pertama kalinya dia melihat rumah sebesar dan semewah itu.


"Ayo kak, biar Aiera anter." Ucap Aiera kemudian menarik tangan Ira pergi.


"Nah udah sampe, kakak ipar masuk... (Mendorong Ira masuk kedalam kamar.) Nanti koper kakak, biar Aiera yang urus... Oh iya, baju ganti kakak ada di lemari kok ok?? Daaah!" Ucap Aiera kemudian menutup pintu kamarnya.


"Daah... Aiera kenapa??" Lirih Ira sembari menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.


"Welcome my wife." Ucap Ace yang mana membuat Ira menegang. Dia tau betul suara itu. Yang mana membuat Ira membalikan tubuhnya perlahan.

__ADS_1


"Kamu!!! Ngapain kamu disini?!!" Tanya Ira. Tampak Ace tersenyum miring. Dia melepaskan dasinya kemudian mendekati Ira.


"Ngapain?? Tentu aja menyambut istriku—"


"Aku bukan istrimu!!" Ucap Ira lantang. Namun, Ira terdiam saat melihat buku nikah di tangan Ace.


"Zanna Kirania... Acexanello Putra Syahreza... Bukannya kelihat jelas yah?? Gak mungkin dong lo lupa nama panjang gua." Ucap Ace. Ira menatap Ace kesal dan hendak pergi namun...


Grepp!


"Lepasin!!! Ace!!! Ace!!!" Pekik Ira saat Ace menggendongnya dan mendudukannya dibibir ranjang.


"Ace mau apa??" Tanya Ira takut takut.


"Jatah." Jawab Ace sembari tersenyum. Dia pun mendekatkan wajahnya namun Ira mendorongnya. Ira pun berlari kecil menuju ke kamar mandi.


"Ira... Ira." Lirih Ace sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Sesuai janji gua... Lo bakalan bertekuk lutut sama gua." Ucap Ace sembari tersenyum miring. Sedangkan di kamar mandi, Ira tampak mengontrol detak jantungnya.


Ace udah berubah. Batin Ira sembari memegangi dadanya yang berdetak kencang.


...🥀🥀🥀...


Hahaha, Kena prankk!! Kasihan🤣

__ADS_1


__ADS_2