
...🥀IBDT🥀...
Malam Harinya
Layla memutuskan untuk tidur di sebelah kamar Arasyah karena memang Layla tidak terbiasa tidur berdua terlebih dengan kondisinya yang sedang hamil tua. Dan Layla yakin jika Axello tidak akan mengganggunya disaat malam begini.
"Kamu beneran mau tidur sendiri sayang?? Mommy khawatir—"
"Iya mom... Udah mommy jangan khawatir Layla gak apa apa kok... Mending mommy tidur udah tengah malam juga." Ucap Layla sembari tersenyum.
Ira menghusap puncak kepala Layla sebelum akhirnya pergi ke kamarnya. Begitu Ira pergi, Layla pun masuk kedalam kamarnya dan menyalakan lampu kamar. Layla membelakan matanya saat Axello berada tepat didepannya.
"Tu... Tuan?" Lirih Layla menatap Axello takut takut. Dipikirnya Axello akan menyakitinya namun ternyata Axello memeluknya membuat Layla terkejut.
"Layla aku mohon maafkan aku... Aku benar benar menyesal sudah memperlakukanmu dengan cara tidak baik... Jadi berikan aku kesempatan menjadi ayah yang baik untuk anak kita... Lay—"
"Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu tuan... Bahkan sebelum anda meminta maaf aku sudah memaafkanmu." Ucap Layla sembari membalas pelukan Axello. Yang mana membuat Axello melepaskan pelukannya dan menatap Layla.
"Jadi... Kamu mengizinkanku ikut membesarkan anak kita bersama?? (Layla menganggukan kepalanya pelan.) Aku janji tidak akan menyakitimu lagi... Aku janji!" Ucap Axello membuat Layla tersenyum senang.
Karena jujur Layla sudah sangat mencintai Axello sejak awal dan sampai detik ini. Hingga dia merasakan sang bayi menendang membuat Layla menuntun tangan Axello menyentuh perutnya.
"Tuan merasakannya?? Setiap saat dia merindukanmu dengan cara seperti ini." Ucap Layla.
Mata Axello berkaca kaca mengingat betapa br*ngs*knya dia yang menelantarkan Layla. Axello berjongkok kemudian mencium perut buncit Layla.
"Maafin papa ya sayang." Lirih Axello.
__ADS_1
"Sudah tengah malam, lebih baik kita istirahat tuan." Ucap Layla.
Axello menganggukan kepalanya dan menggendong Layla ala bridal style.
...Cup! ...
"Tidurlah, jangan khawatir aku akan pergi sebelum subuh." Ucap Axello sembari memeluk Layla.
Layla pun tersenyum sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Aku janji tidak akan menyakitimu lagi Layla. Batin Axello sembari mencium kening Layla.
Pagi Harinya
Layla terbangun dan tidak mendapati Axello disampingnya. Dia benar benar pergi sebelum subuh karena mungkin takut ketahuan oleh Ira. Baru hendak ke kamar mandi, terdengar suara ketukan pintu membuat Layla mengurungkan niatnya.
...Cklekkk! ...
"Hehe, maaf mengganggu kakak ipar... Mommy manggil kakak ke kamar mommy." Jawab Arasyah.
"Baiklah ayo." Ucap Layla. Keduanya pun pergi menuju ke kamar Ira.
"Mom Ara pergi ke butik dulu ya... Ayo Sindy." Ucap Arasyah kemudian pergi bersama Sindy.
"Layla sayang kemari... Duduk disamping mommy." Ucap Ira.
Layla pun mendekat dan duduk disamping Ira. Tampak Ira menggenggam tangan Layla.
__ADS_1
"Bagaimana keputusanmu?? Ingin tetap bersama Axello atau—"
"Anakku membutuhkan seorang ayah mommy... Jadi Layla putuskan untuk tetap bersama kak Axello karena sejujurnya... Layla masih cinta ke kak Axello." Ucap Layla membuat Ira tersenyum.
"Terima kasih sayang... Mommy merasa lega dengan ucapanmu." Ucap Ira dan direspon senyuman oleh Layla.
...Screttt! ...
"Aw! Hiks... Hiks berdarah." Pekik Cinta saat jarinya tergores cutter hingga berdarah.
Tentu membuat Azyan yang tengah menyiapkan air hangat langsung menghampiri Cinta dengan wajah paniknya.
"Cinta sayangnya aku!!! Anj*ng! Udah berkali kali aku bilang gak usah mainin cutter jadi luka kan?!!" Omel Azyan saat Cinta menangis karena jarinya berdarah.
"Hiks... Hiks... Kak Azy kasar, Cinta gak suka!" Ucap Cinta saat Azyan mengobati jarinya.
"Nangis lagi ntar aku cium baru diem!" Ancam Azyan seketika membuat Cinta terdiam.
"Masih mau bantah suami lagi hmm?? Udah berkali kali aku bilang gak usah mainin cutter... Jadi luka kan?? Ntar dedeknya ikut luka gimana??" Ucap Azyan sembari menghapus air mata Cinta sebelum akhirnya mendudukannya dipangkuannya.
"Masih sakit??" Tanya Azyan dan direspon gelengan kepala oleh Cinta.
"Udah jangan nangis... Mending kita mandi yuk." Ucap Azyan dengan senyuman iblisnya.
"Mandi doang kan??" Tanya Cinta. Azyan hanya menganggukan kepalanya pelan kemudian menggendong Cinta ala bridal style dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Cinta... Kamu segalanya untukku sekarang. Batin Azyan sembari menciumi pipi Cinta dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
...Huwaaa maaf baru bisa update and part pendek, soalnya kesehatan adek lagi down banget In Sya Allah besok udah update seperti biasa😭🙏🏻...