IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Penyakit Elvano terungkap.)


__ADS_3

...šŸ„€IBDTšŸ„€...


Elvano membuka matanya perlahan. Langit langit berwarna putih serta seseorang yang menggegam tangannya membuat Elvano menoleh. Dia ada di rumah sakit.


"Sudah sadar, pembohong!" Ucap Axello.


"Axe—"


"Kenapa lo gak bilang soal penyakit lo ini ha?! Lo bilang kita keluarga, tapi apa??! Lo rahasiain hal sebesar ini dari kita??! Jangan sok kuat El!" Bentak Azyan membuat Arasyah terbangun dari tidurnya.


"Kak El... (Memeluk Elvano.) Hiks... Hiks... Kenapa kakak gak jujur ke Ara soal ini??! Kakak pergi karena cari pengobatan yang tepat kan kak??! Bukan buat ngerjain pekerjaan??!!! Kenapa kakak gak kasih tau—"


"Maafkan aku Ara—"


"Sekarang gimana kak?! Demi hibur aku, kakak rela nunda terapi dan pengobatannya... Harusnya kakak kasih tau Ara!!! Hiks!!! Hiks!!!" Ucap Arasyah sembari meneteskan air matanya.


Mata Elvano berkaca kaca. Dia menatap Ira Ace dan kedua saudara dari calon istrinya juga meneteskan air matanya. Elvano mencium puncak kepala Arasyah dan melepaskan pelan pelukannya.


"Aku janji akan sembuh dan... (Menghusap perut Arasyah.) Merasakan menanti kehadiran Elvano junior." Ucap Elvano. Arasyah menundukan pandangannya kemudian menyentuh tangan Elvano yang berada di perutnya.


"Jangan tinggalin Ara, janji bakalan sembuh!" Ucap Arasyah.


"Janji." Jawab Elvano. Arasyah pun memeluk Elvano dengan tangisannya yang tak berhenti.


Lo harus hidup El, berani mati gua bakalan marah sama lo! Umpat Axello.


"Mulai sekarang, soal pekerjaan serahin ke kita... Kak El fokus sama kesehatan dan berusaha sembuh." Ucap Axello membuat Elvano tersenyum.


"Terima kasih, kakak ipar." Ucap Elvano sembari tersenyum.


"Humph! Karena kak El lagi sakit, aku izinin manggil dengan panggilan itu." Ucap Axello. Elvano tertawa kecil guna menghibur suasana.


Dilain Sisi


Dalza membantu Adel mengganti pakaiannya. Sebenarnya Dalza ingin ikut ke rumah sakit, hanya saja sang ibu memintanya agar mengatur kondisi. Dan setelah kondisi teratur, Dalza langsung menemani Adel bahkan menggantikan pakaiannya.


"Kening kamu masih sakit??" Tanya Dalza.


"Masih om, tante itu jahat banget sama Adel." Kesal Adel dan demi apapun Dalza sangat menyukainya. Adel terlihat menggemaskan.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo panggil dia, mak lampir." Ucap Dalza.


"Setuju!!! Om yang terbaik!!" Jawab Adel sambil bertos ria dengan Dalza.


"Jadi, kita panggil dia..." Ucap Dalza sambil memangku Adel.


"Mak lampir!!" Ucap Adel dan Dalza bersamaan. Keduanya pun tertawa kecil. Tanpa Adel sadari, dia mulai nyaman dengan Dalza. Adel turun dari pangkuan Dalza dan duduk bersila disamping Dalza.


"Om Adel ada permainan... Pilih tangan yang mana??" Tanya Adel sembari menyondorkan kedua tangan mungilnya.


"Ini deh." Jawab Dalza. Adel membuka kedua tangannya yang kosong.


"Kosong!!! Om harus digelitikin." Ucap Adel sembari menggelitiki pinggang Dalza.


"Oh berani sama om... (Memeluk Adel dari belakang.) Kena kamu." Ucap Dalza sembari menghujani kedua pipi Adel dengan ciuman. Hal itu membuat Adel geli dan tertawa kecil.


Adel... Aku yakin moment ini akan terulang setelah kita menikah... Hanya saja berbeda tema, jika sekarang kamu mengiraku hanya menyayangimu... Tetapi kelak, kita akan saling mencintai... Aku yakin itu Adel. Batin Dalza sembari menatap Adel yang tertawa bahagia.


Brukhh!


"Minggir!! Jangan mendekati aku!!" Bentak Sindy sembari melempar bantalnya.


"Kamar ini kedap suara, dan yang lain sedang di rumah sakit... Sekarang, hanya ada kita berdua." Ucapnya.


"Lepaskan!! Lepaskan aku!!!" Teriak Sindy.


"Sssttt... Diam... Diam, dengarkan tawaranku... (Menyentuh perut Sindy.) Disini, sudah ada benih calon penerusku... Maka dari itu, setujui saja menikah denganku atau kamu... Akan menanggung malu jika sampai kamu benar benar hamil... Pilihlah."


"Berhenti menyentuh perutku, pria br*ngs*k!! Beraninya kamu menyentuhku!!! Apa salahku, kenapa kamu mengincarku—"


"Salahmu adalah... Satu satunya perempuan yang membuatku tertarik, tergila gila, dan sangat ingin memilikimu seutuhnya."


"Ja... Jangan kau mau apa?!—Humpphhh!!!" Ucapan Sindy terjeda saat pria itu mencium bibirnya. Peria itu melonggarkan dasinya dan mengikat kedua tangan Sindy dengan kedua dasinya.


"Lepaskan aku tuan Dafen! Ku mohon jangan lakukan hal ini—"


"Panggil terus namaku, Sindy." Bisiknya yang tak lain Dafen.


Dafen mematikan lampu utama dan menyerang Sindy. Sindy tidak bisa memberontak lantaran kedua tangannya diikat kuat oleh Dafen.

__ADS_1


Dengan begini, besok pagi saat mereka melihat ku dan Sindy dengan kondisi seperti ini... Akan mempermudahku menikahinya. Batin Dafen.


Cklekkk!


Begitu pintu terbuka, Layla langsung memeluk suaminya yang baru kembali dari rumah sakit. Tentu hal itu membuat Axello tersenyum.


"Kenapa sayang?? Merindukanku??" Tanya Axello.


"Bukan aku... (Menarik tangan Axello menyentuh perutnya.) Tapi anak ini... Begitu kau pergi, dia tidak berhenti menendang... Aku lelah tau, pengen bobok." Jawab Layla sembari mengecurutkan bibirnya.


Yang mana membuat Axello tersenyum dan berjongkok. Dia menempelkan telinganya pada perut buncit sang istri.


"Wah benar... Anak papa bersemangat sekali... Much! Much! Much!!" Ucap Axello sembari menciumi perut sang istri.


"Jangan mas ih! Geli tau." Kesal Layla dan Axello pun tertawa kecil. Dia pun menggendong istrinya dan mendudukannya dibibir ranjang.


"Gak sabar pengen ketemu dedeknya deh." Ucap Axello sembari memangku Layla.


"Gimana keadaannya kak El mas?? Terus Ara gimana??" Tanya Layla.


"Mereka baik baik aja, jangan khawatir... Jangan panggil panggil kak El, aku cemburu." Jawab Axello sembari mendusel dusel layaknya anak kecil. Hal itu membuat Layla tersenyum dan menghusap usap rambut Axello.


Sayang, semoga rambutmu selembut rambut papamu. Batin Layla.


Hanyut dalam lamunannya sampai tidak menyadari sang suami sudah terlelap dipelukannya.


"Mas... Loh, udah tidur ternyata." Lirih Layla. Dia pun menarik selimut dan ikut memejamkan matanya.


Mas... Aku rasa anak anak kita akan mirip denganmu, karena itu bukti jika aku sangat mencintaimu suamiku. Batin Layla sebelum akhirnya ikut terlelap.


...šŸ„€šŸ„€šŸ„€...



(Pengen banget post Adel pas remaja nanti, tapi belum partnya:) Oh iya, itu Adel pas dipesta ya😁)


^^^Punten, ada yang kangen??^^^


Kangen update thor

__ADS_1


^^^Kasih bunga dulu dong, ntar makin semangat updatenya:)^^^


...MAAF BARU BISA UPDATE, JADWAL PADAT *_*...


__ADS_2