IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Pasutri Humoris


__ADS_3

...Kejujuran lebih mewah dari kebohongan. ...


...🥀IBDT🥀...


Seusai makan siang, Ira duduk dibibir ranjang sembari termenung. Dia bingung kenapa sampai detik ini buah hatinya belum juga hadir. Padahal Ira melakukan hal itu sering bahkan setiap malam. Ira juga membandingkannya dengan Inara, toh Inara hanya sekali melakukan hal itu dengan Aaron dan beberapa bulan langsung dapat kabar Inara hamil. Ira merasa bersalah pada sang ibu mertua karena dia berharap akan kabar kehamilannya. Begitu juga ibu dan budenya.


Waktu itu dokter hamzah bilang aku subur... Tapi kenapa... Batin Ira menggantung saat ketukan pintu kamarnya membuat lamunannya buyar.


"Ace kok jam segini udah pulang?" Tanya Ira sembari membawakan tas kantor suaminya.


"Jangan ngomong selama 5 menit ok?" Ucap Ace yang tampak kesal. Suasana hening sampai akhirnya Ace membuka suara.


"Ira bayangin... Sahabat, yang udah best banget... Tapi begitu dia nikah, ada masalah di rumah tangga mereka malah diem gak cerita! Gua kesel banget!!! Seolah gua gak dianggep." Ucap Ace sembari merilang rambutnya kesar.


"Siapa?? Jangan emosi, mungkin aja dia menutupi aib rumah tangganya." Ucap Ira menenangkan.


"Jack Ira... Lo kenal Jack kan?? Dia nikah sama Syila, cewek yang dia paling cinta... Tapi apa?? Syila malah cinta ke Gilang! Dan lo bisa bayangin, selama 4 bulan pernikahan mereka gak pernah satu kamar... Syila gak pernah ngomong sama Jack, gak pernah nganggap Jack ada, dan dingin ke Jack... Tapi begitu sama Gilang.... Aaaaaa! B*ngs*t!! Gara gara Gilang marahin Syila, sekarang Jack sama Syila bakalan pisah... Gua harus apa Ira?? Apa?!! Sekarang udah telat." Ucap Ace sembari mengacak acak rambutnya. Bahkan setetes air matanya pun keluar dari kelopak matanya.


Andai aja, Ira punya temen kayak Ace dan Gilang... Yang gak manfaatin Ira kayak Meli dan lainnya... Ira tau pasti Ace hancur banget secara Jack Gilang sama Ace kan best friends. Batin Ira. Dia pun memeluk Ace guna menenangkan.


"Gimana?? Udah tenang??" Tanya Ira.


"Masih pengen peyuk." Jawab Ace mengeratkan pelukannya.


"Mandi dulu, ntar peluk lagi." Ucap Ira. Ace pun menganggukan kepalanya dan pergi menuju ke kamar mandi.


"Mending Ira jangan bahas soal itu ke Ace... Dia lagi sedih banget gegara Jack, ntar Ace juga tambah sedih." Lirih Ira. Beberapa saat kemudian, Ace pun keluar dengan pakaian santainya.


"Ira keringin rambut." Titah Ace. Ira pun mendekat dan mengeringkan rambut Ace dengan handuk kecilnya. Ace memperhatikan wajah Ira dari pantulan cermin.


"Lo mikirin apa Ra?? Kok kayak sering melamun sih akhir akhir ini??" Tanya Ace.


"Emm... Eng... Enggak kok." Jawab Ira.


"Gak usah bohong Ra, lo sembunyiin apa dari gua??" Tanya Ace. Tampak Ira terdiam kemudian menaruh handuk kecilnya, dia pun duduk disamping Ace.


"Kok Ira nggak hamil hamil ya?? Kan kita tiap malem lakuin itu." Lirih Ira.


"Bentar... Setiap malem... Ira lo telat datang bulan ya?? Inget gak, selama 2 bulan ini gak ada sehari istirahat loh." Ucap Ace.


"Jangan jangan... Ira mandul." Ucap Ira histeris.


"Ace yuk ke rumah sakit, ayo periksa... Ira gak mau ngecewain mama... Ayo Ace!!" Ucap Ira sembari menggoyangkan lengannya.


"Iya... Setuju, kita ke rumah sakit sekarang... Pasti ada yang salah." Ucap Ace tak kalah hebohnya. Mereka berdua pun bergegas ke rumah sakit, bahkan mereka mengabaikan Ratih yang memanggil mereka.


"Kok Ace gak bilang bilang sih?? Udah 2 bulan telat... Hiks... Gimana kalo Ira beneran sakit??" Ucap Ira.


"Ya... Gua juga baru nyadar, tenang ok gua ngebut." Jawab Ace sembari menambah kecepatan mobilnya. Sesampainya di rumah sakit, sepasang pasutri itu buru buru menuju ke dokter spesialis kandungan. Mondar mandir Ace menunggu Ira yang tengah diperiksa.

__ADS_1


Duh bego... Doyan enaknya sampai lupa jadi apa nggak. Batin Ace mengumpat.


...Cklekkk! ...


"Dokter istri saya gak apa apa kan?? Dia subur kan gak mandul?? Dia sehat sehat aja kan??" Tanya Ace bertubi tubi. Yang mana membuat dokter tersebut tertawa kecil.


"Anda terlalu berlebihan tuan... Istri anda sehat dan tidak mandul karena sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah." Ucapnya.


...Satu detik. ...


...Dua detik. ...


...Tiga detik. ...


"Alhamdulilah!!! Ira!!! Lo... Lo hamil?? Lo hamil Ira." Ucap Ace sembari memeluk Ira penuh gembira.


"Telat datang bulan itu adalah hal umum yang sering terjadi pada wanita hamil tuan... Jadi anda, tidak perlu berpikiran negative seperti tadi." Ucapnya.


"Hehehe... Iya dokter." Jawab Ace. Tampak sang dokter memberikan hasil usg pertamanya.



"Dan ini hasil usg pertama... Hasil tersebut menujukan jika istri anda mengandung 3 bayi kembar." Ucapnya.


"Apa?!! Ti... Tiga dokter??" Tanya Ira. Karena syok, Ira pun jatuh pinsan.


"Eh Ira... Ira kok pinsan sih?? Kan harusnya seneng, sekali main langsung dapet tiga." Ucap Ace yang mana membuat sang dokter menggelengkan kepalanya pelan.


...🥀🥀...


"Aaaaaaa!!!! Suamiku!!!! Dalam setahun ini kita akan mendapatkan 4 cucu!!! Rumah ini akan ramai much! Much! Much!" Ratih menciumi Farhan karena saking bahagianya.


"Jadi Nara... Ira... Kalian harus extra jaga diri, inget cucu mama ada di perut kalian!" Ucap Ratih sembari merangkul kedua menantunya.


"Seru nih, ntar anaknya Nara jadi pemimpin kayak bang Aaron iya nggak ma??" Ucap Aiera.


"Bener sekali sayang." Jawab Ratih tak lepas dari senyumannya.


"Ma Ace bawa Ira ke kamar ya... Ira pasti capek pengen istirahat." Ucap Ace.


"Iya sayang." Jawab Ratih.


"Inara juga mau ke kamar ma, mau main sama Aiera." Ucap Inara.


"Iya sayang, inget jam 10 kamu harus tidur." Ucap Ratih.


"Iya mama." Jawab Inara. Inara dan Aiera pun pergi ke kamarnya.


"Mas usahamu buat nyebarin perusahaan gak sia sia! Anaknya Inara bakalan pegang SR Group, anaknya Ace Acexanello Group, dan anaknya Aiera XC Group... Ya Allah bahagia sekali aku." Ucap Ratih.

__ADS_1


"Gak marah lagi kan?? Jadi malam ini dapet jatah dong??" Tanya Farhan. Tampak Ratih tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.


"Ada dong double!" Jawab Ratih. Dan tanpa babibu lagi Farhan menggendong istrinya membawanya kedalam kamar.


"Ira... Gua bahagia banget... Tiga anak loh Ra... Hebat kan gua??" Ucap Ace tak hentinya menciumi perut rata Ira.


"Kok Ira gak mual?? Gak ngidam kayak Inara??" Tanya Ira bingung. Pasalnya dia tidak merasakan apapun beberapa akhir ini.


"Malah gak usah acara ngidam ngidaman, ribet... Ntar jam 12 malem pergi cari ini cari itu... Haduh pusing." Ucap Ace.


Bener juga, jadi ke inget kakak ipar yang gak bisa tidur gegara Inara. Batin Ira. Ace pun memeluk Ira sesekali menciumi keningnya.


Gua janji gak bakalan lukain lo dan anak anak kita. Batin Ace. Keduanya pun terlelap kedalam mimpi mereka masing masing.


Sedangkan dengan Inara, dia kembali ke kamarnya karena bosan bermain barbie dengan Aiera. Sebenarnya bukan bosan, hanya saja dia sedang tidak dalam mood baik.


Udah jam 10 kak Aaron kok belum pulang sih??! Kesal Inara. Dia pun mengambil ponselnya dan hendak mengirim pesan pada Aaron. Biasa, kue macaron pesanannya belum datang.


Tuh kan gak dibaca! Huh! Umpat Inara.


Inara pun duduk bersandar diatas ranjang. Menghilangkan rasa bosannya dengan menscroll postingan di IG. Sampai akhirnya dia melihat postingan dari guru pribadinya, Jasmine. Dan postingan itu diunggah saat jam 4 sore.



Merasakan kebahagiaan seperti dulu bersama, @AaronPSyahreza.


"Oh... Pantesan gak pulang, lagi kencan sama pacarnya ya." Lirih Inara kemudian menaruh ponselnya diatas nakas. Begitu mendengar suara langkah kaki, Inara langsung bangkit dari duduknya.


"Inara..." Lirih Aaron tersenyum senang. Dia pun menutup pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya.


"Nara ini—" Ucap Aaron terjeda saat Inara melempar kue macaron yang dia beli.


"Kenapa pulang?! Gak sekalian nginep di rumah pacar?!!" Ucap Inara dengan nada tinggi.


"Nara kamu kenapa?? Pacar siapa??" Tanya Aaron bingung. Inara pun melemparkan ponselnya kepada Aaron. Tentu dengan sigap Aaron menangkapnya.


"Inara gak peduli mau kencan atau apa, tapi bisa kan pulang bentar nganter kue macaron yang Inara minta?!" Ucap Inara sembari menatap tajam Aaron. Bukannya marah, Aaron justru tersenyum. Inara sedang cemburu padanya.


...Grepp!...


Aaron langsung memeluk Inara membuat Inara sedikit kaget.


"Aku bahagia Nara... Sangat bahagia karena berkat postingan itu, akhirnya aku bisa melihat kecemburuan mu." Bisik Aaron.


Cemburu?? Batin Inara.


"Itu foto lama ku dengan Mine... Sekitar 7 tahun yang lalu, dan aku tidak ada hubungan lagi dengannya... Dia hanya mantanku dan aku tidak memiliki perasaan apa apa lagi Inara... Percayalah... Karena sekarang perasaanku hanya tertuju pada ibu dari calon anakku." Timpal Aaron.


Yang mana membuat Inara merona. Dia pun mendorong Aaron menjauh dan langsung naik keatas ranjang. Aaron tersenyum dan ikut tidur disamping Inara sembari memeluknya dari belakang. Dengan lembut Aaron menghusap perut Inara.

__ADS_1


Mama kamu sedang marah dan cemburu ke papa untuk pertama kalinya... Papa bahagia banget karena itu tandanya mama kamu cinta ke papa... Papa janji, sebelum kamu lahir papa akan buat mama kamu balas cinta papa dan kita akan hidup bahagia. Batin Aaron.


...🥀🥀🥀...


__ADS_2