
...🥀IBDT🥀...
Suara tiga tangisan bayi membuat Ace bernapas lega dan berkali kali mengucapkan syukur. Bertepatan dengan itu lampu di depan ruang operasi akhirnya mati. Menandakan jika operasi telah berakhir. Begitu Zahwa keluar, Ace langsung mendekat.
"Dok gimana keadaan anak dan istri aku dok??" Tanya Ace.
"Selamat Ace, ketiga anakmu lahir dengan sehat... Dengan satu perempuan dan dua laki laki." Jawab Zahwa membuat Ace tersenyum begitu juga Ratih Aiera dan yang ada disana.
"Lalu istri aku?? Dia... Dia selamat kan??" Tanya Ace dengan pandangan kosong.
"Istrimu... Ace!" Pekik Zahwa saat Ace tiba tiba tak sadarkan diri.
"Suster bantu saya bawa dia ke ruang sebelah." Ucap Zahwa.
"Mah abang kenapa??" Tanya Aiera.
"Ace kayaknya terlalu khawatir, mas kamu sama Aaron ke Ace ya... Aku sama Aiera ke Ira, Inara sayang kamu jagain Dalza yah." Ucap Ratih.
"Iya mah." Jawab Inara yang tengah duduk sembari mengayun ayun Dalza digendongannya. Begitu Ratih dan lainnya pergi, Alaska dan Devano datang.
"Kemana yang lain??" Tanya Alaska pada Inara.
"Papa sama mas Aaron ke ruang sebelah dan di ruang operasi mama sama Aiera." Jawab Inara.
Pada akhirnya Alaska dan Devano ikut menunggu bersama Inara. Perlu garis bawahi, jika Alaska dan Farhan itu sahabat dari kecil. Mereka berdua besar di Jerman bersama dan terpisah saat Farhan menikah sedangkan Alaska sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian. Ace membuka matanya dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah langit langit ruangan. Dia pun menggadah dan melihat Aaron juga Farhan tengah duduk disofa. Aaron menoleh dan mendekat.
"Sudah sadar?? Minumlah." Ucap Aaron sembari menyondorkan gelas berisi air putih tentunya.
"Ira... Ira!" Ucap Ace kemudian turun dari ranjang dan bahkan menapis tangan Aaron. Alhasil gelas itu terjatuh dan pecah.
"Ace!!! Ace!!" Panggil Aaron sembari mengejar Ace.
Ira... Please jangan tinggalin aku dan anak anak kita, aku gak kuat. Batin Ace sembari menangis.
...Deg!...
Detak jantungnya seolah berhenti berdetak saat, melihat seseorang terbaring dengan selimut hijau menutupi seluruh tubuhnya keluar dari ruang operasi.
"IRA!!!!" Pekik Ace kemudian menangis tersendu sendu.
"Ace!" Panggil Ratih. Ace pun menghampiri sang ibu kemudian memeluknya erat dengan air mata terus menetes.
"Mah... Ace mau nyusul Ira ma... Ace gak bisa hidup tanpa Ira mah." Ucap Ace.
"Nyusul Ira kemana?? Ira dan ketiga anakmu sehat." Ucap Ratih membuat Ace membeku sejenak. Dia pun menatap wajah sang ibu.
"Ira masih hidup?? Dimana Ira mah?!! Dimana?!!!" Tanya Ace.
"Ada di ruang rawat... Ayo biar mama antar." Jawab Ratih sembari menggandeng Ace bersamanya.
__ADS_1
Sesampainya di depan ruangan, perlahan Ace membuka pintu ruangan. Tampak Ira tengah menggendong salah satu anaknya sedangkan kedua anaknya tengah digendong Aiera dan Anadita. Sadar akan kedatangan suaminya, Ira tersenyum kemudian meminta Zahwa untuk meletakan anaknya di box bayi yang tersedia disana.
"Aceng." Panggilnya lembut. Dengan air mata menetes, Ace menghampiri Ira kemudian memeluknya erat. Sangat erat. Setelah memeluk, Ace berkali kali menciumi wajah cantik Ira.
"Sayang... Hiks... Hiks..." Ace tak bisa berkata kata lagi dan hanya bisa menangis. Membuat Ira dengan lembut menghapus air mata Ace dan menangkup wajahnya.
"Aceng... Jangan cengeng dong, malu diliatin sama dedek dedeknya... Masa daddynya nangis, adzanin mereka." Ucap Ira dan berbisik diakhir kalimatnya. Yang mana membuat Ace menghapus air matanya. Dia pun mendekat ke box bayi dimana ketiga anaknya berada disana. Dengan bergantian, Ace mengadzani mereka. Membuat Ira dan lainnya tersenyum.
"Mana yang sulung??" Tanya Ace pada Zahwa.
"Sudah ku tandai ditangan mereka Ace." Jawab Zahwa. Ace pun melihat tangan ketiga anaknya. Ternyata anak sulungnya laki laki, anak keduanya perempuan, dan si bungsu laki laki.
"Ish abang nangis mulu! Kasih nama dong, biar gak bingung." Ucap Aiera. Dan tentu membuat lainnya tertawa kecil.
"Aiera benar Ace, sudah siapkan nama??" Tanya Anadita.
"Udah bu... Untuk si sulung, karena dia akan menjadi pemimpin bagi adik adiknya maka namanya Axellova Federico Syahreza... Peri kecil ini, dia akan menjadi cahaya untuk saudara saudaranya... Maka nama yang untuknya adalah Arasyah Evelina Syahreza, welcome peri kecil daddy.... Dan untuk si bungsu, dia menjadi akhir dari segala masalah kakak kakaknya dan pembawa kedamaian... Maka nama untuknya adalah Azyandra Axelle Syahreza." Jelas Ace.
"Ish abang! Nama abang udah susah, nama keponakan aku juga... Tau ah, Aiera manggilnya Aro, Ara sama Aru." Ucap Aiera kesal membuat lainnya tertawa kecil. Bahkan baby Dalza juga terlihat bahagia dengan kehadiran ketiga adik adiknya.
"Wah lihat, Dalza sepertinya senang ya... Karena nanti Dalza tidak sendiri lagi." Ucap Inara sembari menciumi pipi Dalza.
Kini lengkap sudah keluarga kecil Ira dan Ace. Kehadiran ketiga anaknya sebagai bukti untuk keharmonisan di keluarga mereka. Begitu Ira keluar dari rumah sakit, keluarga Syahreza mengadakan pasta besar besaran untuk para penerus kecil keluarga Syahreza.
...🥀TAMAT🥀...
__ADS_1
... Welcome anak bambang Ace🎉🤣...