
...🌹Love Story Dalzavana🌹...
•6 Tahun Kemudian
Seorang gadis tampak buru buru menuju ke kampusnya. Hari ini, hari pertama dia masuk kuliah dan akan sangat memalukan jika dia telat masuk di hari pertama. Dengan tas gendong kecil yang ada di punggungnya sedangkan kedua tangannya membawa buku.
Duh! Kira kira telat gak yah??! Kiera juga, gak kasih tau kalo jamnya diganti pagi. Umpatnya seraya menatap arloji kecil ditangannya.
Brukh!!
"Maaf, maaf... Lo gak apa apa??" Tanya pria bertubuh tinggi itu seraya mengulurkan tangannya.
"Gak apa apa." Jawabnya seraya berdiri.
Nih cewek cantik banget. Batin pria tersebut.
"Lo mau ketemu seseorang ya?? Mau gua bantu cari??" Tanya pria tersebut.
"Kelas design dimana ya kak??"
"Oh kelas design? Itu ada tamankan belok ke sebelah kiri aja, nanti ada papannya kok."
"Oke kak, terima kasih." Ucapnya hendak pergi. Namun, terceghat oleh pria tersebut.
"Kenapa kak??"
"Maaf, kita belum sempet kenalan... Salken, gua Arsandra... Panggil aja Arsa." Ucapnya.
"Adeline... Panggil aja Adel... Adel duluan ya kak, takut telat." Ucapnya tak lain Adeline.
Adel pun berlari kecil menuju ke kelasnya. Tampak Arsa tersenyum melihat rambut panjang Adel yang terkibas kesana kemari.
Gadis yang menarik. Batin Arsa kemudian pergi.
Adeline Salsabila. Gadis berusia 15 tahun dan merupakan mahasiswa termuda di kampus Loevantta Bangsa. Dia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar, dan tidak mudah ditindas. Adel bahkan menjadi dingin setelah kematian Haven beberapa tahun yang lalu.
Cklekkk!
Adel membuka pintu kelas dan untungnya dosen belum datang. Adel menggadah sekitar dan tersenyum saat sahabatnya melambaikan tangannya.
"Adel kesini!!!" Ucapnya. Adel pun berjalan mendekat dan duduk disampingnya.
__ADS_1
Kiera Harwanti. Gadis berusia 20 tahun yang merupakan sahabat terbaik sekaligus satu satunya yang Adel miliki. Dia agak cerewet, ceplas ceplos, dan pelupa.
"Gua kira lo bakalan telat tadi... Untung dosen belum dateng." Ucap Kiera.
"Habisnya lo telat kasih tau gua... Ini laporan penerimaan mahasiswanya di kasih ke siapa??" Tanya Adel.
Laporan penerimaan mahasiswa wajib diberikan kepada dosen agar menjadi bukti jika dia mahasiswa kampus tersebut. Itulah salah satu keistimewaan kampus Loevantta Bangsa.
"Ish! Kok lo belum dikumpulin sih?? Ntar gua temenin... Tuh dosen udah masuk." Ucap Kiera.
"Oke!" Jawab Adel.
Kok aku deg degan gini?? Apa gara gara tadi lari ya?? Batin Adel berusaha menetralkan detak jantungnya.
Kelas berakhir. Adel dan Kiera tampak menuju ke suatu ruangan guna mengumpulkan laporan penerimaan mahasiswa milik Adel.
"Del lo tau gak?? Dosennya guanteng bangettt Del... Keknya dia masih muda deh, demi apapun karismanya ituloh." Ucap Kiera.
"Masa sih?? Palingan juga om om pedofil." Jawab Adel seraya menatap laporannya.
"Ya ampun Adel... Kalo om omnya modelan gitu mah gua mau jadi bininya—Ya ampun, gua lupa naruh sketsa model gua ke tas... Lo ke ruangan sendiri aja ya Del, tuh yang itu." Ucap Kiera.
Tok!!
Tok!!
Tok!!
"Masuk." Ucap seseorang dari dalam. Adel pun membuka pintu ruangan dan masuk kedalam.
"Maaf pak, saya—"
"Mengumpulkan laporan penerimaan mahasiswa??" Tebaknya.
"Iy... Iya pak." Jawab Adel.
Kok suaranya kek familiar?? Atau cuman perasaan gua aja?? Batin Adel. Pria itu membalikan badannya dan duduk dikursinya.
"Atas nama?"
"Adeline Salsabila." Jawab Adel.
__ADS_1
Kiera bener, nih orang ganteng banget kek opa opa korea. Batin Adel.
"Adeline Salsabila??" Tanyanya sembari berjalan mendekati Adel.
"Iy... Iya pak." Jawab Adel dengan nada sedikit ketakutan.
Grep!!
"Pak!! Apa yang—"
"Akhirnya aku menemukanmu Adel." Ucapnya sembari memeluk erat Adel. Yang mana membuat Adel membelakan matanya.
"Bapak jangan sembarangan, saya sama sekali tidak kenal bapak—" Ucap Adel terjeda saat melihat kalung yang melingkar dileher dosennya itu.
Kalung itu... Jangan jangan dia... Batin Adel.
"Om Aza?" Ucap Adel membuat dia tersenyum. Iya, dosen itu tidak lain Dalzavana yang sudah menghilang selama 6 tahun lamanya.
"Syukurlah kamu masih mengingat ku Adel... (Menatap dari ujung kaki sampai kepala.) Kamu sudah tumbuh dewasa sekarang—"
"Gak usah sentuh sentuh! Jijik tau gak?!dasar om jahat!" Ucap Adel kemudian pergi dari ruangan itu.
"Adel!! Adel!!" Panggil Dalza sembari mengejar Adel.
Grep!
"Lepasin gak?!! Om!" Ucap Adel berusaha melepaskan genggaman tangan Dalza.
"Om gak bakalan lepasin kamu sebelum kamu jelasin kemana kamu selama ini Adel??" Tanya Dalza.
"Gak usah pura pura om! Basi tau gak?!" Kesal Adel kemudian pergi.
Pura pura masalah apa?? Batin Dalza bertanya tanya.
Tapi tidak masalah, sekarang aku menemukanmu... Adel. Batin Dalza sembari tersenyum bahagia untuk pertama kalinya setelah sekian lama dia selalu memasang wajah dingin.
...🌹🌹🌹...
...Comeback nih bang Aza, gimana dah glow up belum nih??🤣🤣...
__ADS_1