
...Cinta itu hadir saat kata Nyaman dan Kasih Sayang bersatu....
...🥀IBDT🥀...
Keesokan harinya
Ira menatap malas Ace. Pasalnya, Ace menjadi lebih posesif. Hanya ke kamar mandi saja, Ace menggendongnya. Bahkan memakaikan baju untuk Ira.
"Sayang kok cemberut?? Kenapa hmm??" Tanya Ratih.
"Ace nyebelin ma, Ira gak dibolehin kemana mana." Jawab Ira dengan wajah cemberut.
"Hahaha! Namanya juga mau jadi seorang ayah, jadinya posesif ke kamu." Ucap Ratih. Saat itu, Ace pun keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian santainya.
"Ace kamu gak siap siap ke kantor??" Tanya Ratih.
"Nggak ma, mulai sekarang sampai Ira lahiran... Ace mau kerja di rumah aja." Jawab Ace.
"Ih Ace! Itu gak perlu... Ira kan—"
"Ini perlu sayang... Aku gak mau kamu kenapa napa sama ketiga anak kita... Udah kamu gak usah khawatir ok?? Mending kamu duduk manis, dan bilang aja kalo mau sesuatu." Ucap Ace sembari duduk berselonjor disamping sang istri kemudian membuka laptopnya.
"Kalo gitu, mama tinggal ya... Mama mau ke butik dulu." Ucap Ratih.
"Iya ma... Hati hati dijalan." Jawab Ace. Ratih hanya tersenyum kemudian pergi dari kamar putranya.
"Ace... Ira pengen ikut ma—"
"Enggak boleh titik... Sini sini, mau kerja sambil husap baby." Ucap Ace.
"Gak mau ih! Ace!!" Pekik Ira saat Ace memeluk pinggangnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mengutak atik laptop.
"Dedeknya ada tiga disini jadi... Kamu harus lebih extra hati hati, Nara yang anak satu juga hati hati gak kemana mana kan?? Tiru itu." Ucap Ace.
"Gak usah bilang aku kamu... Sekarang cuman kita berdua." Jawab Ira.
"Gak, mulai sekarang aku kamu aja... Jangan gua lo, kan bentar lagi mau jadi daddy." Ucap Ace membuat Ira menggelengkan kepalanya pelan.
"Nara sekarang ujian... Kira kira bisa nggak ya??" Ucap Ira.
"Bisa... Ada abang, tenang aja semua clear." Jawab Ace sembari fokus pada laptopnya. Beberapa saat kemudian, bel kamar Ace berbunyi.
...Ting! ...
"Tuan muda, sarapan anda dan nona sudah siap." Ucap pelayan dari balik pintu.
"Oh iya bik, taruh dimeja." Ucap Ace. Pelayan pun menaruh dua porsi sarapan itu ke meja kemudian pergi. Ace menutup laptopnya dan menaruh laptop tersebut diatas nakas.
"Yok sarapan dulu." Ucap Ace sembari menggandeng sang istri.
"Ace... Ini kebanyakan, mana habis sama Ira." Ucap Ira. Karena porsi sarapannya kini lebih banyak 3 kali lipat.
"Sekarang bukan cuman buat kamu, tapi buat tiga dedek bayinya." Ucap Ace sembari mengelus perut Ira.
"Tapi nggak gini juga Ace...—"
"Udah ayo buka mulutmu... Aaaaa." Ucap Ace sembari menyuapi Ira.
"Istri pinter." Ucap Ace kemudian kembali menyuapi Ira. Keduanya pun menikmati sarapan bersama sesekali Ira menyuapi Ace.
...🥀🥀...
Beralih pada Inara yang tengah mengerjakan ujian pertamanya. Tentu didampingi Jasmine sebagai pengawas ujian. Sedangkan Aaron duduk di sofa balkon sembari menatap Inara yang fokus mengerjakan ujiannya.
__ADS_1
Semoga saja ujiannya mudah seperti kisi kisi yang aku berikan pada Inara. Batin Aaron sembari menatap Inara yang tengah mengelus perut buncitnya dengan tangan kirinya.
Jangan terus menendang, biarkan aku selesaikan ujian ku dulu... Tinggal sedikit kok, ok anak mama?? Batin Inara sembari menghusap perut buncitnya. Dan tendangan dari janinnya lebih melambat tidak sekeras tadi.
"5 menit lagi waktu habis, Nara." Ucap Jasmine sembari duduk disamping Inara.
"Iya bu Jas." Jawab Inara sembari kembali mengecek lembar jawabannya. Namun tiba tiba...
...Brakk!...
Aiera datang kemudian membuka pintu kamar Aaron sedikit keras. Dan ya, sepertinya Aiera baru kembali dari sekolahnya. Toh cuman ngerjain ujian satu mapel setelah itu pulang.
"Nara!!!! Aku—Eh bu Jas." Ucap Aiera. Dia pun duduk disamping Aaron.
"Abang gak kerja??" Tanya Aiera.
"Abang mulai kerja setelah Inara selesai ujian." Jawab Aaron.
"Uwu abang Aiera emang romantis, abang beneran mau kasih kejutan pas ultahnya si Nara??" Ucap Aiera berbisik.
"Beneran, bantu abang ok?? Ntar abang kasih barbie di pelelangan pekan depan." Jawab Aaron.
"Siap bang!" Ucap Aiera sembari mengacungkan jempolnya.
"Ujian pertama sudah selesai, persiapkan untuk besok ya.. Nara." Ucap Jasmine.
"Baik bu Jas." Jawab Inara. Jasmine pun pergi karena mendapatkan tatapan tajam dari Aaron. Untuk mengurangi kecurigaan, Aaron mengantar Jasmine sampai depan vila.
"Kamu kenapa Nara??" Tanya Aiera sembari duduk disamping Inara.
"Nggak tau Ra, dari tadi dia nendang terus." Jawab Inara.
"Coba Aiera sentuh... (Menyentuh perut Inara.) Eh iya nendang, uwu keponakan aunty nendang." Ucap Aiera sembari tersenyum.
"Bisa dong, bentar." Jawab Aiera kemudian berjalan menuju ke lemari es yang ada disana.
"Nih minum... Ujiannya agak susah ya??" Ucap Aiera.
"Iya sedikit... Apalagi dia terus nendang, nggak tau kenapa sejak pagi nendang terus." Jawab Inara sembari menghusap perutnya.
"Mungkin dia lagi bahagia... Makanya nendang terus." Ucap Aiera.
...Cklekkk! ...
"Aiera kamu udah pulang." Ucap Ira sembari menutup pintu kamar.
"Hehe baru kakak ipar." Jawab Aiera.
"Kakak baru diizinin keluar ya sama kak Ace?" Tanya Inara sembari duduk bersandar.
"Iya Nar, kakak bosen makanya mampir ke sini... Gimana kandungan kamu??" Jawab Ira kemudian kembali bertanya.
"Baik kak, ini dia lagi nendang... Mungkin lagi happy." Ucap Inara membuat Ira penasaran dan menyentuh perut Inara.
"Eh iya nendang... Anak kamu pasti bakalan jadi anak yang aktif." Ucap Ira.
"Makasih kak." Jawab Inara.
...Cklekkk! ...
"Sayang!! Kamu bikin aku khawatir aja, ayo balik ke kamar istirahat." Ucap Ace.
"Ih abang posesif banget, orang hamil itu harus banyak gerak biar dedek bayinya sehat." Ucap Aiera.
__ADS_1
"Aiera bener... (Merangkul lengan Ace.) Kita jalan jalan di taman yuk." Ajak Ira.
"Baiklah kalau begitu... Aiera kamu jangan lupa mandi, baru pulang bukannya mandi malah dateng ke kamar orang." Ucap Ace.
"Biarin blee!" Ucap Aiera. Ace hanya memberikan cubitan di hidung sang adik kemudian pergi bersama Ira.
"Oh iya Nara kamu gak mandi?? Biar gak usah bolak balik, katanya mau digosok punggungnya." Ucap Aiera.
"Oh iya, Rara disini dulu ya... Nanti aku panggil." Ucap Inara.
"Oke! Jangan lama, bisa kan ke kamar mandi??" Tanya Aiera.
"Bisalah." Jawab Inara. Dia pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
"Inara mana??" Tanya Aaron begitu masuk.
"Lagi di kamar mandi... Aiera ke kamar dulu ya bang, ntar kalo Nara panggil abang jawab aja lagi mandi." Jawab Aiera. Aaron pun menganggukan kepalanya mengerti dan Aiera pergi.
Hehehe, rencana berhasil... Semoga aja dengan ini, Nara jadi lebih deket dan bales cintanya abang. Batin Aiera.
"Rara!" Panggil Inara dari dalam kamar mandi.
"Aiera sudah pergi mandi, kamu ingin sesuatu??" Tanya Aaron dari balik pintu.
Duh, Rara kok pergi... Masa iya minta tolong ke kak Aaron?? Tapi kalo... Udahlah minta tolong aja, daripada gak bersih. Batin Inara.
"Iy... Iya... Kakak masuk aja, pintu gak dikunci kok." Ucap Inara dari dalam. Aaron pun masuk kedalam kamar mandi dan kembali menutup pintu. Dia menelan ludahnya kasar saat melihat punggung mulus Inara.
"Ekhem... Minta tolong apa??" Tanya Aaron dengan suara memberat.
"Tolong gosokin punggung Nara... Habis itu pergi." Jawab Inara.
Aaron pun berjongkok dan menggosok punggung Inara. Tentu Aaron berkali kali memejamkan matanya menahan n*fsunya. Begitu selesai, sedikit Aaron mengintip Inara yang bermain busa. Dan n*fsunya semakin tak terkendali saat dia menatap bibir mungil Inara.
Aku tak tahan. Batin Aaron kemudian memegang pipi Inara agar menatapnya.
"Kakak mau ap—Humpphhh!"
Sedangkan dengan Ira. Ira mengajak Ace untuk duduk di taman belakang vila setelah berkeliling di taman vila yang super besar.
"Gimana suka??" Tanya Ace. Dan dengan tersenyum Ira menganggukan kepalanya.
Kayaknya ini waktu yang tepat buat gua ungkapin perasaan gua. Batin Ace.
"Ira."
"Iya kenapa??" Tanya Ira sembari menoleh.
"Bisa gak kamu jujur satu hal sama aku?"
"In Sya Allah... Jujur soal apa??" Tanya Ira lagi.
"Jujur kamu masih marah nggak sama aku gegara waktu SMA aku bikin kamu jadi bahan taruhan?" Tanya Ace hati hati.
"Masih... (Ace menegang.) Tapi rasa cinta Ira lebih besar sekarang daripada rasa benci." Jawab Ira membuat Ace menatapnya tak percaya.
"Jadi...—"
"Jadi Ira udah lupain semua itu... Dan sekarang Ira mau bikin lembaran kehidupan baru bareng Ace." Jawab Ira. Ace tersenyum bahagia dan menangkup wajah Ira dengan kedua tangannya.
"Aku janji Ira... Aku janji bakalan jadi ayah yang baik buat anak anak kita dan jadi suami yang bahagiain kamu." Ucap Ace sembari menatap dalam sang istri. Keduanya pun hanyut dan kedua bibir mereka saling menyatu.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1