IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Kemungkinan Selamat itu ada


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


...2 Bulan kemudian...


Setelah Inara sembuh, Ratih akan mengadakan mini party nanti malam untuk memperkenalkan cucu pertamanya. Inara sedih begitu tau kedua orang tuanya lebih memilih pekerjaan daripada hadir di pesta tersebut. Melihat sang istri sedih, tentu Aaron menghiburnya dengan berbagai cara.


Sedangkan dengan Ira, dia hanya menghabiskan waktunya dikamar ditemani sang suami. Kandungannya yang sudah membesar dan memasuki bulan kesembilan membuatnya semakin was was. Dan Ace bertambah over posesif yang bahkan meminta Zahwa agar tinggal disana untuk mengawasi Ira. Saat ini, Ira tengah bermanja dengan menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami. Sedangkan Ace, mengelus perut besar Ira yang sedari tadi ada tendangan kecil disana.


"Aceng." Panggil Ira sembari memegangi tangan Ace yang berada diperutnya.


"Iya sayang??" Tanya Ace.


"Dokter Zahwa bilang Ira harus operasi caesar, Ira titip anak anak ya kalo—" Ucapan Ira menggantung saat Ace menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ulangi lagi! Kamu jangan putus asa sayang, aku yakin kamu bisa... Kamu jangan bilang gitu! kamu gak mikirin perasaan aku?? kamu gak mikirin perasaan anak anak kita?? Kamu—" Ucap Ace sembari menunduk dan air matanya menetes. Yang mana membuat Ira merasa bersalah kemudian memeluk suaminya erat.


"Hiks... Hiks... Kan ada kemungkinan 10% berhasil, jadi jangan ngomong yang nggak nggak." Ucap Ace.


"Ish, Aceng cengeng... Kan Ira cuman amanahin." Ucap Ira sembari menahan tangisannya.


"Janji gak akan pergi tinggalin aku ataupun anak anak!" Ucap Ace sembari mengeratkan pelukannya. Tak tahan, Ira akhirnya ikut meneteskan air matanya. Tanpa mereka sadari, Ratih mengintipnya dari sela sela pintu yang sedikit terbuka.


Ya Allah, jangan pisahkan mereka... Biarkan mereka terus bersama dalam waktu yang cukup panjang. Batin Ratih. Dia tidak bisa bayangkan nasib Ace dan ketiga cucunya nanti jika Ira tidak bisa diselamatkan.


"Tante Ratih kenapa gak masuk??" Tanya Zahwa.


"Gak apa apa... Mau periksa Ira ya?? Masuklah." Jawab Ratih sembari membuang muka kemudian pergi.


"Tadi kayaknya tante nangis, atau cuman perasaan ku aja??" Lirih Zahwa. Dia pun membuka pintu dan tampak dua pasutri itu menghapus air matanya.

__ADS_1


"Apakah aku mengganggu??" Tanya Zahwa tak enak.


"Tidak dokter, anda boleh langsung memeriksanya." Jawab Ira dengan senyuman manisnya. Zahwa pun memeriksanya sedangkan Ace menggegam tangan Ira kuat. Matanya memanas rasanya air matanya ingin kembali menetes.


"Lusa kau harus ada dirumah sakit, karena itu bisa mempermudah saat operasi dilaksanakan nantinya... Dan perkembangan ketiganya sangat baik." Ucap Zahwa. Dengan patuhnya Ira menganggukan kepalanya.


"Dok, masih ada harapan Ira selamat kan?? Meskipun hanya beberapa persen??" Tanya Ace membuat Zahwa terdiam. Pasalnya, dulu pernah ada yang bernasib sama dengan Ira dan harus kehilangan nyawanya begitu selesai operasi.


"Jawab dok!" Ucap Ace penuh penekanan.


"Masih ada Ace, jangan pernah berhenti berdoa." Jawab Zahwa dengan nada selembut mungkin.


"Kamu denger itu kan sayang?? Masih ada harapan... Jangan mengatakan yang tidak tidak lagi! Kamu mengerti??" Ucap Ace sembari menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya.


"Iya Aceng, bawel banget sih." Ucap Ira sengaja ingin menghiburnya. Zahwa menatapnya penuh haru.


"Aaaa sayang, wah habis diperiksa toh... Sayang ibu sama bude kamu udah dateng loh." Ucap Ratih.


"Jangan putus asa ya sayang... Doa mama selalu untukmu." Ucap Anadita berbisik. Ira hanya menganggukan kepalanya pelan dan senyuman manisnya tak lepas dari bibirnya.


"Udah ih, jangan sedih sedih... Bentar lagi mini partynya kan akan dimulai, Eh Dalza udah dimandiin mah??"Tanya Ira sengaja menghibur.


"Sudah, ada Aiera Inara dan Aaron disana." Jawab Ratih. Mereka pun berbincang guna mengalihkan kesedihannya mengenai nasib Ira.


Beralih pada Inara yang sudah memandikan sang putra tercinta. Inara dan Aiera bermain sejenak sebelum mereka memakaikan pakaian untuk pangeran tampan nan mungil itu.



(Baby Dalza yang baru selesai mandi nih😍👆🏻.)

__ADS_1


"Ganteng banget sih keponakan aunty ini... Much." Ucap Aiera kemudian mencium pipi Dalza.


"Makacih aunty." Ucap Inara yang mana membuat keduanya tertawa kecil.


"Sayang, jas aku yang kemarin baru nyampe dimana??" Tanya Aaron dari dalam walk in closet.


"Ada disitu, sebelah rak dasi!" Jawab Inara.


"Abang udah siap siap nih, aku juga mau siap siap... Aku tinggal bentar ya Nar, daah keponakan aunty." Ucap Aiera kemudian mencium pipi Dalza. Alhasil Dalza menangis yang mana membuat Aiera langsung buru buru pergi.


"Rara ini... Sssttt sayang, anak mama jangan nangis hm?? Oh laper ternyata hmm??" Ucap Inara kemudian mendudukan dirinya dibibir ranjang dan meny*sui Dalza yang menangis kelaparan. Hingga saat itu Aaron keluar dari walk in closet kemudian menghampiri sang istri.


"Duh anak papa gak kenyang kenyang ya?? Jangan dihabisin, papa juga mau buat nanti malam." Ucap Aaron sembari mencubit kecil pipi Dalza.


"Mas kamu ih!" Ucap Inara dengan wajah merona membuat Aaron tertawa kecil.


"Kan kamu ada 2 baby sayang... Aku sama Dalza, jadi harus adil." Ucap Aaron membuat Inara bertambah merona dan memukul kecil lengan suaminya.


"Jangan ngomongin itu didepan Dalza mas." Ucap Inara.


"Ekhem, ada yang malu nih." Goda Aaron sembari mencium pipi kanan sang istri.


"Ih kamu tuh yang malu maluin." Kesal Inara.


Disaat kedua orang tuanya bertengkar kecil, Dalza berhenti meny*su dan tertawa dengan suara mungilnya. Yang mana membuat Inara bertambah gemas dan menciumi pipi Dalza berkali kali.


"Kenapa ketawa hmm?? Kebiasaan yah, kalo mama mau omelin papa kamu... Kamu ketawa... Biar mama gak omelin papa kamu kan?? Hmm??" Ucap Inara. Bukannya berhenti, Dalza justru meraih wajah cantik sang ibu dengan tangan mungilnya.


"Lihat kan mas?? Dalza pasti selalu gini kalo ketawa, itu artinya Dalza sayang sama mamanya bukan papanya." Ejek Inara.

__ADS_1


"Masa sih?? Coba kamu liat, dia mirip siapa??" Goda Aaron membuat Inara terdiam. Keduanya pun tertawa kecil dan mempersiapkan Dalza untuk mini party nanti malam.


...🥀🥀🥀...


__ADS_2