
...Tidak semua kesedihan berakhir tangisan. ~Salvenaiera Putri Syahreza...
...🥀IBDT🥀...
Aaron setia terjaga menunggu Inara dan Aiera selesai bermain barbie. Dilihatnya sudah jam 11 malam lebih namun tidak ada kata lelah untuk Aaron yang senantiasa terjaga.
"Abang gak ngantuk?? Kalo ngantuk tidur aja." Ucap Aiera.
"Kalian main aja, abang juga belum ngantuk." Jawab Aaron sembari mengganti chanel televisinya.
"Nara." Panggil Aiera lirih.
"Hmm?? Kenapa??" Tanya Inara.
"Kamu sama abang Aaron tidur seranjang gak??" Bisik Aiera. Tentu saja Inara menggelengkan kepalanya, toh dia juga tidak ingin satu kamar apalagi satu ranjang dengan Aaron.
"Mengecewakan... Apa yang kamu ngerasa sesuatu diperut kamu??" Tanya Aiera. Inara terdiam dan mengelus perutnya yang masih rata.
"Kira kira berat nggak ya pas membesar nanti??" Tanya Inara. Jelas Aiera menggelengkan kepalanya, orang dia aja belum pernah.
"Udah pukul 11 lebih, aku mau bobok... Abang!! Barbie Aiera disini dulu ya, besok Aiera ambil... Good night." Ucap Aiera kemudian pergi dan tak lupa menutup pintu kamar sang kakak.
Begitu Aiera pergi, Inara menuju ke kamar mandi guna menggosok gigi. Dan saat diambang pintu kamar mandi, hatinya tersentuh saat Aaron mengemasi barbie milik Aiera kemudian menatanya dengan sangat rapi.
...Klakk!...
"Aaaaaaa!!!"
Tiba tiba lampu padam yang mana membuat Inara langsung memeluk Aaron erat. Dia sangat takut dengan kegelapan.
"Inara kamu gak apa apa?? Bentar aku cari—"
"Gak perlu cari apa apa! Jangan tinggalin aku sendiri." Ucap Inara lebih mengeratkan pelukannya.
"Cuman kesitu—"
"Gak usah! Aku takut!!" Ucap Inara memotong.
"Ba... Baiklah, kalau begitu kamu tidur ya... Udah malam." Ucap Aaron lembut.
"Temenin!" Ucap Inara tak bergeming saat Aaron hendak melepaskan pelukannya. Yang mana membuat Aaron tersenyum dan tentu tidak dilihat oleh Inara. Kan gelap bor😌.
Inara pun tidur dengan memeluk erat lengan Aaron. Aaron bergerak sedikit saja, Inara langsung mengeratkan pelukannya. Aaron pun membiarkan lengannya sebagai bantalan dan tangan kanannya menghusap lembut perut Inara.
"Om jangan macem macem!" Ucap Inara dan itu membuat Aaron gemas dengan panggilan dari Inara.
"Siapa yang macem macem?? Aku hanya mengelus perutmu saja karena disini ada anak ku." Jawab Aaron.
__ADS_1
Inara tak meresponnya. Usapan lembut yang Aaron berikan itu membuatnya mengantuk dan pada akhirnya tertidur. Begitu juga Aaron yang nyaman memeluk tubuh mungil Inara dan membuatnya terlelap.
Keesokan paginya
Ira merasa terusik saat sesuatu menyentuh wajahnya. Dan sesuatu itu tak lain tangan jahil suaminya, Ace. Sontak saja membuat Ira langsung memunggungi Ace lantaran kesal karena Ace menggempurnya sampai jam 3 pagi.
"Ada yang ngambek nih." Goda Ace sembari memeluk Ira dari belakang.
"Apaan sih?!! Lepasin gak?! Berat tau!" Ketus Ira dan bukannya melepaskan, Ace justru semakin mengencangkan pelukannya.
"Ngambek sama suami dosa loh... Udah jangan ngambek, katanya mau kerumah ibu??" Ucap Ace.
"Sekarang??" Tanya Ira bersemangat.
"Minta izin dulu sama mama... Jadi, ayo kita mandi bareng??" Jawab Ace kemudian menggendong Ira ala bridal style.
"Ace turunin!! Ira mau mandi sendiri aja." Ucap Ira.
"Cuman mandi Ira... Janji deh!" Ucap Ace.
"Janji??"
"Janji Ira." Jawab Ace. Dia pun menurunkan Ira di bath up kemudian menyalakan kran air hangat. Setelahnya dia pun bergabung sembari memeluk Ira dari belakang. Sedangkan Ira yang gugup itu hanya mengalihkan perhatiannya dengan bermain busa.
"Lo yakin gak mau kuliah??" Tanya Ace bass basi.
"Nggak." Jawab Ira. Dia menegang saat Ace mengelus pahanya.
"Kok kamu tau kalo Ira pengen jadi dokter??" Tanya Ira. Yang mana membuat Ace terkekeh.
"Satu SMA juga tau kalo lo itu kepengen jadi dokter." Jawab Ace membuat Ira terdiam. Melihat keterdiaman Ira, tangan jahil Ace pun mulai beraksi.
"Ace!!"
"Duh kelepasan nih Ira, 1 jam aja ya." Goda Ace sembari tersenyum miring.
"Nggak mau—Humpphhh!!"
Pada akhirnya, Ira digempur kembali oleh Ace yang sepertinya sudah kecanduan dengan tubuhnya. Dan tentu bukan hanya satu jam.
Setelah selesai mandi, Ira dan Ace pun pulang untuk meminta izin Ratih tentang niatnya untuk menginap di rumah bude Ira selama beberapa hari.
Oh iya, mungkin aja Ace tau hubungannya kakak ipar sama gurunya Inara. Batin Ira sembari menatap Ace yang fokus menyetir.
"Ace, kakak ipar ada hubungan apa dengan gurunya Inara??" Tanya Ira.
"Oh kak Jasmine?? Dia mantannya abang." Jawab Ace dan Ira pun menganggukan kepalanya mengerti.
__ADS_1
Mantan toh, pantesan aja sikap kakak ipar agak aneh. Batin Ira.
"Lo gak usah berpikir negative, abang orangnya tanggung jawab kok... Dan kayaknya dia udah mulai suka sama si Inara." Ucap Ace. Ira hanya diam.
Sesampainya di rumah, keduanya disambut hangat oleh Ratih. Tentu dengan senyuman palsu yang ada arti tertentu. Apalagi jika bukan karena cucu on the way.
"Selamat hari anniversary kesayangan mama." Ucap Ratih sembari memeluk Ira.
"Mama kok tau??" Tanya Ace bingung.
"Tau dong, karena setiap bulan mama hitung karena mama pengen tau kapan cucu mama jadi." Jawab Ratih membuat Ira dan Ace membeku.
"Tuh mama udah kepengen cucu, jadi lebih giat lagi ya ok??" Bisik Ace dan mendapatkan tatapan tajam dari Ira.
"Hahaha kalian ini... Sudah, sudah ayo masuk." Ucap Ratih sembari menggandeng putra dan menantunya masuk kedalam rumah.
...🥀🥀🥀 ...
...Huwaaa gak nyangka bab sebelumnya sampe 25 like, boleh nangis gak?? boleh lah masa enggak😭 Oke, adek tepatin janji In sya Allah besok siang crazy up😊 Dan sekarang saatnya adek kasih visual biar tambah good gitu halunya wkwkwk😂😂...
(Acexanello Putra Syahreza.)
(Zanna Kirania.)
(Salvenaiera Putri Syahreza.)
(Inara Davelia Aswita.)
(Aaron Putra Syahreza.)
(Jackie Nandan Dwijaya.)
(Gilang Adiatma.)
__ADS_1
(Jasmine Felicia.)