
...š„IBDTš„...
Saat hendak memberontak, orang yang memeluknya itu membuka suara membuat Layla terkejut.
"Maafkan aku..." Lirihnya sebelum akhirnya menyembunyikan wajahnya di curuk leher Layla.
Curuk lehernya terasa basah, apakah Axello menangis?? Iya, orang itu tak lain Axello yang nekat memanjat balkon kamar Layla berada.
"Maafkan aku... Aku mohon maafkan aku." Ucap Axello. Layla berusaha melepaskan tangan Axello namun tetap saja tenaga Axello lebih besar darinya.
"Dengar... Dengarkan aku Layla, aku benar benar menyesal... Aku mohon maafkan aku, dan izinkan aku menjadi ayah yang baik untuk anak ini." Ucap Axello. Layla menggeleng gelengkan kepalanya.
"Anda tidak menginginkan anak ini.... Lepas!!! Tolong!!! Tolong!!!" Ucap Layla berusaha kabur.
"Layla dengarkan penjelasanku... Layā"
...Cklekkk!...
"Abang!" Ucap Arasyah membuat Axello melepaskan pelukannya.
...Plakkk!!!!!!...
Arasyah menampar Axello untuk pertama kalinya. Dilihatnya wajah Arasyah memerah karena marah.
"Kakak ipar nggak usah takut, ada Ara." Ucap Arasyah. Layla pun berdiri di belakang Arasyah bersama Sindy dan Cinta.
"Ara abangā"
"Pergi gak?!! Abang gak mau anak ini kan?? Ya udah sana pergi! Jangan gangguin kakak ipar sama calon keponakan Ara... (Menggandeng Layla.) Kakak tidur sama Ara dulu, biar kakak ipar sama dedeknya aman." Ucap Arasyah. Layla menganggukan kepalanya pelan dan pergi bersama Arasyah.
"LayāAzy... Bang Aza jangan ikut campur!" Ucap Axello.
"Abang minta baik baik Axe, pergi dari sini." Ucap Dalza dengan suara netralnya.
"Tapiā"
"Azy bakalan bantuin kalo abang nurut... Daripada opa dateng dan marahin abang, jadi abang nurut sama Azy dan bang Aza... Please." Ucap Azyan membuat Axello diam.
"Aku pergi... Abang titip Layla sama anak abang ya." Ucap Axello dengan tatapan kosong. Dia pun pergi namun sekilas menatap kamar Arasyah.
Layla... Batin Axello.
Begitu Axello pergi, Azyan pun menghampiri Cinta yang berada di kamar Arasyah.
"Bang Axe udah pergi??" Tanya Arasyah.
"Udah... Kakak ipar nggak apa apa kan??" Tanya Azyan pada Layla.
"Tidak apa apa... Terima kasih." Jawab Layla dengan wajah masih sedikit khawatir.
__ADS_1
"Kakak ipar nggak usah khawatir... Kakak ipar tidur sama Ara aja biar bang Axe nggak gangguin kakak... Ada Bang Aza juga jadi kakak ipar jangan khawatir." Ucap Arasyah.
Layla pun menganggukan kepalanya pelan sebagai respon.
"Yey! Jadi lusa kakak ipar dan adik ipar akan menjadi bintang utama di pesta." Ucap Arasyah membuat lainnya tertawa kecil kecuali Dalza.
Anna. Batin Dalza.
Mereka pun kembali ke kamar masing masing untuk membersihkan diri mereka. Seperti Cinta yang tengah duduk terdiam didepan meja riasnya.
Jadi nanti perut Cinta sebesar kakak ipar?? Lalu apa perlu di operasi?? Batin Cinta sembari mengamati perutnya yang masih rata.
Melihat istrinya tengah melamun, Azyan pun tersenyum dan memeluk Cinta dari belakang.
"Kamu mikirin apa baby??" Tanya Azyan.
"Kak, nanti perut Cinta jadi sebesar kakak ipar??" Ucap Cinta sembari menatap suaminya. Dan wajah polos Cinta membuat Azyan menggertakan giginya.
"Kakak?? Kakā"
"Diem... (Cinta menatap bingung Azyan.) Liat kamu gini jadi pengen makan kamu!" Ucap Azyan sembari mendekatkan wajahnya.
Saat hendak menyatukan kedua bibirnya, Cinta tiba tiba menangis membuat Azyan kaget.
"Cup... Cup... Cup... Cinta sayang kamu kenapa??" Tanya Azyan sembari menghusap puncak kepala Cinta.
"Hiks... Hiks... Kakak gak jawab pertanyaan Cinta tadi... Kakak jahat, Cinta mau nikah sama yang lain aja." Jawab Cinta membuat mata Azyan melotot.
"Hiks!!! Hiks!!! Mommy Cinta mau cerai aja sama kak Azy... CintaāHumpphhh!!!" Ucap Cinta terjeda saat Azyan mencium bibirnya.
Setelah tangisan Cinta mereda, Azyan pun melepaskan ciumannya dan menatap Cinta frustasi.
"Kamu kenapa sih?? Kok jadi sentiment gini??" Tanya Azyan.
"Cinta mau sesuatu boleh nggak??" Ucap Cinta dengan wajah berbinar dan Cinta terlihat sangat cantik.
"Hmm?? Mau apa??" Tanya Azyan.
...Cup!...
Cinta mencium pipi kanan Azyan dan merangkulkan kedua tangannya pada Azyan.
"Cinta minta kakak jangan deket deket sama cewek lain... Kalau sampai itu terjadi... Cinta bakalan nikah samaāHumpphhh!" Ucapan Cinta lagi lagi terjeda saat Azyan langsung menciumnya.
"Mulut kamu kayaknya perlu aku sekolahin... Udah ayo kita mandi." Ucap Azyan sembari mengangkat tubuh Cinta. Dan tentu yang mereka lakukan lebih dari mandi.
Kembali pada Layla. Setelah membersihkan dirinya, Layla duduk di kursi balkon sembari menghusap perut buncitnya. Menikmati suasana sore hari yang cerah juga tendangan kecil dari anaknya.
"Kamu sepertinya bersemangat sayang... Apa kamu tidak lelah??" Lirih Layla sembari tersenyum.
__ADS_1
"Kakak ipar... Ara bikinin susu buat kakak ipar, ini diminum." Ucap Arasyah sembari duduk disamping Layla.
"Terima kasih Ara." Jawab Layla dan direspon anggukan oleh Arasyah.
"Kakak ipar dari tadi ngelus elus dedek bayi... Emang dedek bayinya lagi nendang ya?" Tanya Arasyah.
"Iya... Kamu ingin merasakannya??" Ucap Layla dan dengan semangat Arasyah menganggukan kepalanya.
Layla pun menuntun Arasyah untuk menyentuh perut buncitnya.
"Hihi! Keponakan aunty udah nendang... Sehat sehat selalu keponakan aunty." Ucap Arasyah dan keduanya pun tertawa kecil.
"Oh iya, Sindy memaksa agar bekerja disini ya??" Tanya Layla.
"Iya kak, karena dia memaksa aku jadiin dia asisten aku deh... Hehe, biar bantu bantu di butik." Jawab Arasyah dengan senyuman manisnya.
Layla pun menganggukan kepalanya pelan sebagai respon.
"Oh iya, nanti setelah makan malam... Dokter Zahwa bakalan dateng kesini buat periksa kakak ipar sama Cinta." Ucap Arasyah.
"Aku mengerti." Jawab Layla sembari tersenyum.
Keduanya pun bercerita guna menjadi lebih dekat. Dan tanpa mereka sadari, Axello dari kejauhan mengamati wajah cantik istrinya itu.
Aku memang br*ngs*k! Batin Axello sembari tersenyum nanar.
Apa tuan Axe baik baik saja??? Batin Layla cemas.
...š„š„...
"Maaf tuan, sepertinya akan lebih baik akan mengikuti terapi dan juga operasi sekarang tuan... Sebelum memasuki stadium 2." Ucap sang dokter sembari menatap Elvano yang terbaring diatas ranjang rumah sakit.
"Tunda itu sampai pekan depan, pekan depan aku akan menikah." Ucap Elvano membuat sang dokter terdiam. Elvano tampak menatap ponselnya dan tersenyum begitu mendapatkan pesan dari tunangan tercinta.
(Araā£)š¬
Araā£: Kak El jangan lupa lusa harus dateng! Awas aja kalo kabur, Ara marah ntarš
^^^Okey babyš^^^
_Send_
Dia sangat menggemaskan... Ara... Aku janji akan hidup lebih lama untukmu... Juga mencari ibu dan adikku. Batin Elvano dan tanpa dia sadari air matanya menetes.
Apakah aku bisa hidup lebih lama?? Sialan! Batin Elvano sembari menutupi kedua matanya dengan lengan kekarnya.
...š„š„š„...
__ADS_1
...(Yuk kasih support buat bang Elvanoā¤š) ...