IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Masalah Jack


__ADS_3

...Lakukanlah sesuai isi hatimu, jangan karena egomu. ...


...🥀IBDT🥀...


"Stop! Inara mau mandi sendiri, jangan masuk." Ucap Inara kemudian langsung menutup dan mengunci pintu kamar mandi. Yang mana membuat Aaron tersenyum gemas melihatnya. Hingga saat itu dia mendapatkan pesan dari Ira jika persiapannya akan selesai nanti sore.


Jika ayah dan ibunya hanya memperdulikan kakak Inara, maka aku akan memperdulikan Inara dan memperlakukannya sebagai ratu. Batin Aaron.


Beberapa saat kemudian, Inara keluar dari dalam kamar mandi dengan kondisi rambut basah.


"Kemarilah, biar ku keringkan rambutmu." Ucap Aaron. Inara yang masih memakai handuk kimono itu berjalan mendekat dan duduk disofa. Aaron mengambil handuk kecil dan dengan lembut mulai mengeringkan rambut basah Inara.


"Kapan hasil ujian diberikan??" Tanya Aaron.


"Pekan depan." Jawab Inara singkat.


"Bisakah kau tidak ketus begitu padaku?? Aku suamimu." Ucap Aaron kesal. Inara hanya diam tak merespon.


"Bisakah saat itu om jangan nyentuh Inara?? Mungkin Inara bisa pake kebaya buat wisuda." Ucap Inara datar membuat Aaron bungkam. Namun dia tidak menyalahkan Inara, toh memang dia yang salah.


"Sudah kering, berpakaianlah." Ucap Aaron tampak lesu kemudian pergi setelah meletakan handuk kecil tersebut.


"Apa om marah??" Lirih Inara sembari menatap Aaron yang sudah pergi.


Toh, kenapa aku merasa bersalah... Memang salahnya om kok. Batin Inara kemudian menuju ke walk in closet guna memakai pakaian.


...Dilain sisi...


Ira mengecurutkan bibirnya kesal saat Ace menceghatnya untuk melakukan ini dan itu. Alhasil dia duduk sedangkan Ace, Ratih dan beberapa pelayan menyiapkan kamar untuk Aaron dan Inara nanti malam.


"Ace, Ira mau bantu ih!" Kesal Ira saat dia hendak membantu namun Ace menceghatnya.


"Gak usah sayang, kamu duduk aja gih... Ini juga mau selesai." Ucap Ace sembari menuntun sang istri duduk di sofa. Ratih hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap Ace yang sangat posesif terhadap Ira.


"Udah jam 1 ternyata... Ace yuk makan siang, disamping vila ini kan ada cafe?? Yuk makan siang disana." Ucap Ira sembari merangkul lengan Ace manja.


"Ayo sayang... Ma, ayo makan siang—"

__ADS_1


"Kalian saja, mama masih kenyang." Ucap Ratih.


"Oke ma, kita pergi dulu... Assalamualaikum." Pamit keduanya.


"Walaikumsalam, hati hati sayang." Jawab Ratih. Dia pun tersenyum bahagia melihat punggung Ira dan Ace yang perlahan menjauh. Sesampainya di cafe, Ace pun mengambil tablet menu yang memang ada di meja.


"Sayang kamu mau pesen apa??" Tanya Ace.


"Ira mau pesen sepaket hati, selusin cinta, sekodi kasih sayang, segross rindu, serim perhatian dan sejuta rasa." Jawab Ira membuat Ace mencubit hidung Ira gemas.


"Udah mulai pinter gombal nih, diajarin siapa sih?" Ucap Ace.


"Diajarin cama daddy Ace." Jawab Ira membuat Ace semakin gemas dan mencubit pipi Ira.


"Udah berhenti gombalnya, pesen gih." Ucap Ace. Ira pun menganggukan kepalanya patuh dan memesan beberapa menu. Ace menggadah keseluruhan cafe yang tampak agak ramai. Hingga tatapannya berhenti pada seorang pria yang duduk termenung diluar.


"Sayang aku keluar bentar ya." Ucap Ace.


"Iya, jangan lama lama ya." Jawab Ira. Ace pun keluar menghampiri pria tersebut.


"Jack!" Ucap Ace sembari menepuk bahu sahabatnya.


"Sama bini, gua lagi di vilanya abang soalnya... Lo ngapain disini sendiri??" Jawab Ace kembali bertanya. Jack terdiam, dia seolah tidak ingin membahas soal alasan dia berada disini sendirian.


"Oke kalo lo belum mau cerita, ikut duduk sama gua... Daripada disini kek orang ilang lo." Ucap Ace. Jack hanya menganggukan kepalanya dan ikut duduk bersama Ace juga Ira.


"Halo Jack." Sapa Ira.


"Halo Ra, selamat ya atas kehamilannya." Ucap Jack sembari tersenyum.


"Terima kasih." Jawab Ira kemudian kembali fokus memakan makanannya.


"Gimana masalah lo sama Syila??" Tanya Ace. Yang mana membuat Jack tersenyum nanar.


"Makin runyam... Abi sama Umi gak izinin perceraian ini... Dan, seperti yang lo tau... Gilang bentar lagi married dan itu bikin Syila gak mood... Gua kasihan sama dia." Jawab Jack sembari menundukan pandangannya.


"Gua kadang bingung sama bini lo Jack, agamanya ok... Pake hijab malah kadang pake niqob kalo pergi jauh... Hafidz Al-Qur'an tapi... Dia gak tau kalo ngehormatin suami itu jaminannya surga." Ucap Ace sembari terkekeh.

__ADS_1


"Dia juga punya perasaan Ace." Jawab Jack membuat Ace kesal. Ace tak habis pikir jika dengan pemikiran sahabatnya itu.


"Kalian bisa diem gak sih?? Ira lagi makan." Ucap Ira sembari memanyunkan bibirnya. Yang mana membuat emosi Ace mereda dan mencubit pipi Ira gemas.


"Maaf sayang, ya udah makan gih." Ucap Ace sembari menghusap puncak kepala sang istri.


...I'm faded... So lost I'm faded...


"Syila nelefon, gua angkat bentar ya." Ucap Jack.


"Nyalain speaker, gua juga mo denger... Awas aja kalo dia bikin down mood lo." Ucap Ace. Jack hanya menurut dan menyalakan speaker.


📞


“Assalamualaikum.”


“Walaikumsalam, kenapa Sy??”


“Abi sama Umi dateng... Pengen ketemu sama Antum.”


..._Tut_...


"B*ngs*t! Nih cewek kagak ada hormat—"


"Jaga omongan lo Ce! Gimana pun sifatnya, dia tetep istri gua... Dan gua gak terima lo terus terusan bicara soal keburukannya... Gua pergi." Ucap Jack kemudian pergi.


...Pletakk! ...


"Ira!!!" Kesal Ace saat Ira menyentil bibirnya.


"Ace ngomongnya kasar, gimana nanti kalo punya dedek?? Gak bisa jadi contoh yang bener." Ucap Ira sembari menatap tajam suaminya.


"Utututu... Maaf sayang, namanya juga emosi." Ucap Ace sembari mencium pipi Ira.


"Jangan ulangi lagi, ntar Ira ngambek." Ucap Ira.


"Iya... Iya sayang, ayo cepet habisin terus siap siap deh buat kejutannya Inara." Ucap Ace. Ira menganggukan kepalanya dan kembali menikmati makan siangnya.

__ADS_1


Beruntung gua gak pernah ngerasain di posisi abang sama Jack... Semoga aja, Jack bisa kuat dan pertahanin rumah tangga mereka. Batin Ace.


...🥀🥀🥀...


__ADS_2