
...🥀IBDT🥀...
Pagi Harinya
Ace memijit pelipisnya lantaran bingung menghadapi sang istri yang tengah dalam mode cengeng. Penyebabnya hanya karena beberapa baju Ira sudah tak muat dan Ace mengatakan jika Ira terlihat lebih gemuk sekarang.
"Utututu, sayang aku cuman bercanda kok tadi... Jangan nangis ya, ntar dedek dedeknya ikut nangis gimana??" Ucap Ace membujuk Ira untuk kesekian kalinya.
"Hiks... Hiks... Ira gemuk... Ntar kalo Ira gemuk Ace bakalan cari cewek lain... Hiks... Hiks." Lagi lagi jawaban itu membuat Ace menghela napas panjang.
"Dengerin sayangku... Bidadariku... Melatiku... Mau seperti apapun bentuk fisik kamu, selama itu Zanna Kirania... Aku bakalan tetep cinta sama kamu sayang." Ucap Ace sembari menangkup wajah Ira dengan kedua tangannya.
"Beneran??" Tanya Ira membuat Ace mencium bibir istrinya sekilas.
"Beneran sayang." Jawab Ace membuat Ira tersenyum kemudian memeluk suaminya.
...Ting! ...
"Bang!! Abang!!" Panggil Aiera dari luar membuat Ace bangkit dari posisinya kemudian membuka pintu kamarnya.
...Cklekkk! ...
"Apaan??" Tanya Ace.
"Anterin Aiera ke sekolah dong, bentar aja... Soalnya Aiera mau latihan pidato buat lusa." Jawab Aiera dengan puppy eyesnya.
"Iya bentar ya... Sayang, aku anterin Aiera ke sekolah—"
__ADS_1
"Jangan genit ke cewek!" Ucap Ira memotong membuat Ace tersenyum dan mencium pipi kanan sang istri.
"Siap laksanakan!" Jawab Ace sembari berpose hormat. Ace pun memakai jaketnya kemudian mengantar sang adik ke sekolahnya.
"Abang sama Inara belum pulang??" Tanya Ace sembari fokus menyetir.
"Belum, tapi kok kemarin Aiera ditutup si telinganya?? Kan kemarin kayak suaranya Nara manggil??" Jawab Aiera dan dengan polosnya Aiera bertanya. Yang mana membuat Ace berdehem.
"Gak apa apa, intinya gak baik kalo kamu denger." Ucap Ace membuat Aiera mengerutkan keningnya bingung.
Suasana kembali hening. Hingga saat didepan gerbang sekolah, Ace melihat seorang pria seumuran adiknya masuk kedalam SMA dengan motor sport hitamnya.
"Aiera itu satu angkatan sama kamu??" Tanya Ace sembari menujuk. Yang mana membuat Aiera menoleh.
"Iya, dia ketua osis." Jawab Aiera singkat. Ace mengangguk anggukan kepalanya pelan.
"Ketos toh, pantesan cool gitu gayanya... Udah sana masuk, kalo pulang telefon abang ok??" Ucap Ace.
"Walaikumsalam, hati hati." Jawab Ace. Menatap punggung sang adik menjauh membuat Ace tersenyum.
Aiera sudah besar... Gua harap tidak ada pria br*ngs*k seperti Gibran yang nyakitin adek gua lagi, gua nyesel kenapa dulu bikin Ira bahan taruhan padahal gua punya adek cewek. Batin Ace kemudian mengemudikan mobilnya pergi.
Kenapa harus sama osis sih latihannya?? Batin Aiera sembari menundukan pandangannya.
"Aiera!"
"Bu Jas, udah mulai bu latihannya??" Tanya Aiera.
__ADS_1
"Baru mau mulai, oh iya... Ini hasil ujian Inara, karena dia ikut ujian lebih dulu jadi hasilnya keluar lebih dulu tolong kasih ke Inara ya... Dan, kamu latihannya sama bu Tia di ruang osis... Soalnya aulanya kan udah didekor, jadi gak apa apa kan latihan bareng sama osis osis??" Ucap Jasmine.
"Iya bu gak apa apa, Aiera ke ruang osis dulu ya." Jawab Aiera kemudian pergi. Jasmine tersenyum nanar menatap Aiera.
Move on dari Aaron Jasmine, Aaron saja sudah melupakanmu kenapa kamu tidak?? Sekarang dihatinya hanya ada nama Inara... Lupakan lah dia Jasmine. Batin Jasmine kemudian pergi.
Sesampainya di ruang osis, ternyata benar ada bu Tia dan beberapa anggota osis disana.
"Assalamualaikum bu." Ucap Aiera. Tampak guru wanita usia 30 tahun itu menoleh.
"Eh Aiera, walaikumsalam... Dateng juga kamu, gak apa apa kan latihannya bareng anggota osis?" Tanya bu Tia.
"Iya bu, gak apa apa." Jawab Aiera.
"Syukurlah, Devano... Kamu lanjutin rapatnya ya." Ucap bu Tia. Devano Alaska, ketua osis yang sebentar lagi akan pensiun.
"Ayo Aiera." Ajak bu Tia. Bu Tia dan Aiera pun menuju ke sudut ruangan. Dengan cermat Aiera mengikuti instruksi dari bu Tia.
"Eh lo deket gak sama Aiera??" Tanya salah satu osis perempuan.
"Nggak lah, orang dia temenan cuman sama Inara." Jawabnya.
"Jika sedang rapat, jangan bicara!" Ucap Devano membuat suasana kembali hening. Tanpa Aiera sadari, Devano curi curi pandang namun dengan cepat mengalihkan pandangannya.
"Astghafirullahalazim."
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
(Devano Alaska.)