
...🥀IBDT2🥀...
Sepulang sekolah
Azyan kabur dari rapat osis agar bisa menyembunyikan PSnya yang sudah pasti akan disita oleh sang ibu. Dengan alasan pergi ke wc namun Azyan justru kabur ke parkiran dan menaiki motornya.
"Nah aman... Semoga aja kak Ara belum sampai duluan." Lirih Azyan hendak memakai helmnya.
"Azy!" Panggil seseorang membuat Azyan membeku. Dia tau siapa yang memanggilnya itu. Sang kepala dari adik adiknya yang tidak lain Dalzavana Lanzo Syahreza.
"Bang Aza." Ucap Azyan saat Dalza mendekat.
"Kamu bukannya ada rapat osis?? Mau kabur??" Tanya Dalza.
"Hehehe, nggak kok bang... Anu, tadi cuman cek motor doang... Takutnya mogok di tengah jalan." Jawab Azyan beralasan.
"Wajahmu lesu, apa pak Madusi menghukummu?? Kamu berulah lagi??" Tanya Dalza.
"Iya bang, Azy berulah... Dia gak ikut upacara dan malah nongkrong dikantin." Bukan Azyan yang menjawab, justru Axello.
"Azy kamu—"
"Za, pak Joni dah mau ke kelas... Ayo masuk." Ucap salah satu sahabat Dalza.
"Baik, ikuti rapat osis sampai selesai... Nanti abang bantu bujuk aunty." Ucap Dalza kemudian pergi bersama sahabatnya.
"Denger kan?? Ayo masuk, kalo bang Dalza bela udah pasti mommy gak bakalan marah." Ucap Axello.
"Abang Aza doang yang belain, abang kagak... Nyeselin banget sih, padahal dulu Azy dibela belain terus." Kesal Azyan sembari melepaskan helmnya.
Karena abang sadar, semakin kamu dimanja maka semakin kamu berani berulah. Batin Axello.
Mereka berdua pun menuju ke ruang osis. Tampak para anggota osis sibuk dengan kesibukannya masing masing. Oh iya, rapat osis kali ini membahas mengenai acara kelulusan kelas 12 dan ulang tahun sekolah yang ke 31 tahun. Dan diacara ulang tahun sekolah akan mengadakan banyak perlombaan antar kelas, sedangkan untuk kelulusan kelas 12 biasanya akan diadakan bazar dengan diiringi lagu dari para siswa yang mengikuti eskul musik. Ini fariasi terbaru karena tahun sebelumnya tidak pernah ada acara bazar, mungkin hanya ucapan perpisahan.
"Kak, semua agendanya sudah disetujui sama Bu Velin sama pak Madusi." Ucap salah satu anggota.
"Oh iya, berhubung besok libur... Gunakan waktu itu untuk persiapan acara ulang tahun sekolah... Panitia tadi sudah saya bagi kalian tidak perlu khawatir... Oh iya, acaranya sebelum ujian kelas 12 atau sesudah?" Tanya Axello.
"Sebelum kak, acara ulang tahun sekolah 1 pekan lebih dulu." Jawabnya.
"Ok good, Mitra bacakan para panitia lomba yang sudah kamu tulis tadi." Ucap Axello. Mitra sang sekertaris osis pun membacakan semuanya.
__ADS_1
"Eh... Eh... Kok gua panitia lomba tari?? Gak lebih keren dikit apa kek basket atau futsal." Protest Azyan.
"Tidak bisa menolak Azy, ini sudah ditetapkan!" Tegas Axello membuat Azyan mendengus kesal.
Terus aja gitu, kesel kesel gini enaknya bully anak orang. Umpat Azyan. Hingga saat dia menyalakan ponselnya, terdapat pesan dari Arasyah.
[Kak Ara]💬
Kak Ara: Azy kasih tau abang Aza kalo aunty Nara sakit
^^^Sakit kenapa kak??^^^
Kak Ara: Nggak tau, aunty cuman pengen ketemu abang Aza
^^^Oke, entar Azy kasih tau... Bang Aza masih mapel tambahan paling bentar lagi keluar^^^
..._Read_...
"Bang... Abang." Panggil Azyan membuat Axello menoleh.
"Kenapa??"
"Udah jam 3, bentar lagi kelas 12 keluar... Rapat hari ini cukup sampai disini, mungkin ada yang mengikuti eskul musik dan BTQ boleh langsung gabung sama temen eskul kalian." Ucap Axello. Mereka pun menganggukan kepalanya mengerti kemudian pergi.
"Eh iya kak, Layla Kharisma Widianti udah keluar dari sekolah ini... Jadi posisi sekertaris 2 diganti siapa ya kak??" Ucap Mitra.
"Layla siapa??" Tanya Axello.
"Itu kak yang sering telat berangkat sekolah sama kumpul osis... Kelas 10 MIPA 1." Jelas Mitra.
"Terserah kamu saja, asal sering ikut kumpul... Mungkin Audy atau Rendi." Ucap Axello kemudian pergi.
"Oke kak." Jawab Mitra.
...Tringgg!!...
Bel pulang untuk kelas 12 berbunyi. Tampak Dalza bersama sahabatnya keluar dari dalam kelas. Begitu keluar, Dalza langsung disambut oleh kedua adiknya.
"Za gua duluan ya." Ucap sahabatnya.
"Iya, jangan lupa besok futsal." Jawab Dalza. Kini dia pun mendekati sang adik adiknya.
__ADS_1
"Kenapa nggak langsung pulang??" Tanya Dalza.
"Anu bang, Aunty Nara sakit jadi—"
"Mama sakit??!" Pekik Dalza kemudian pergi. Dia bahkan menjatuhkan jacket yang hendak dia pakai tadi.
"Lah... Noh kan si abang kebiasaan, nylonong ae." Ucap Azyan.
"Kita buntutin abang, takutnya abang ngebut entar kenapa napa." Jawab Axello.
Azyan pun menganggukan kepalanya mengerti dan mereka pun menyusul Dalza. Saat perjalanan, Axello tak sengaja melihat sesosok gadis yang tengah berjualan koran dengan mengurai rambut panjang sepinggangnya.
Itu bukannya Layla?? Dia jadi tukang penjual koran?? Batin Axello sesaat berhenti.
"Bang woi! Ngapain berhenti!" Panggil Azyan.
"Nggak apa apa... Ayo lanjut." Ucap Axello sembari kembali menjalankan motornya.
Sesampainya di rumah, Dalza langsung turun dari motornya dan masuk dengan buru buru menuju kamar sang ibu. Tentu disusul Azyan dan Axello. Dilihatnya Inara sudah terlelap dengan bibir dan wajah pucat.
"Pa, mama sakit apa??" Tanya Dalza sembari menghusap lembut kening Inara. Dalza bisa merasakannya, kening sang ibu terasa sangat panas.
"Papa juga tidak tau, papa mau mengajak mamamu ke dokter tapi dia menolak... Dia bilang ingin bertemu denganmu." Jawab Aaron.
"Uncle telefon dokter Zahwa aja, ntar kalo udah kesini juga aunty gak bisa nolak." Usul Azyan. Belum Aaron menjawab, tampak Inara terbangun dan langsung memeluk putranya.
"Jangan tinggalin mama ya sayang." Ucap Inara membuat Dalza mengerutkan keningnya bingung.
"Mama ngomong apa sih? Dalza gak kemana mana kok, Dalza nggak bakalan ninggalin mama." Jawab Dalza. Dalza melepaskan pelukannya kemudian menatap sang ibu.
"Mama... Dalza nggak akan kemana mana, Dalza sayang mama sama papa... Mama mau ya diperiksa dokter, Dalza takut mama kenapa napa." Ucap Dalza. Inara memberikan ciuman di kening putranya sebelum akhirnya menganggukan kepalanya pelan. Aaron pun menghubungi Zahwa kemudian duduk disamping istrinya.
"Aunty, kita pergi dulu ya mau mandi." Pamit Axello. Inara menganggukan kepalanya pelan dan keduanya pun pergi.
"Mario belum pulang ma??" Tanya Dalza.
"Mama sengaja nggak kasih tau... Mama nggak mau dia khawatir dan nggak fokus sama lomba basketnya." Jawab Inara.
Sedikit info, adik kandung Dalza satu satunya Marionville Syahreza. Keduanya hanya selisih 2 tahun yang artinya Mario kelas 10 SMA. Namun, Mario memilih berbeda sekolah karena tak ingin terus terusan diawasi oleh keempat kakak kakaknya.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1