
...🥀IBDT2🥀...
"Assalamualaikum, ibu Cinta pulang." Ucap seorang gadis dengan rambut sepinggang.
Dia meletakan barang bawaannya di meja dan tampak sang ibu menghampirinya.
"Walaikumsalam, tumben pulangnya mepet maghrib... Masih ada mahasiswa disana??" Tanyanya.
"Iya bu, soalnya anak anak osis sama kelas 12 pulang sore... Terus kebetulan kuenya masih, jadi Cinta jual lagi deh dan alhamdulilah udah habis." Jawab gadis itu. Dia tak lain Cinta Maudylla.
"Alhamdulilah kalau gitu... Anak itu nggak bully kamu kan sayang??" Tanya Wati sang ibu.
"Toh kalau dia bully Cinta, kita nggak bisa apa apa bu... Dia orang kaya, kalo Cinta lawan nanti bisa bisa Cinta gak bisa kerja di kantin sekolah lagi." Jawab Cinta membuat Wati tersenyum haru.
"Maafin ibu ya sayang... Gara gara ibu—"
"Ibu nggak salah kok... Ibu nggak perlu minta maaf, ya... Cinta mau wudhu dulu ya, ibu jangan lupa sholat." Jawab Cinta. Wati hanya menganggukan kepalanya pelan kemudian Cinta pergi ke kamarnya.
"Amdan... Kenapa kau pergi begitu cepat?? Kau bilang menyayangi putrimu kan, apa yang kau rasakan saat putrimu di bully oleh orang berada... Ya Allah bahagiakanlah putriku, dia sudah banyak menanggung bebanku." Lirih Wati sembari meneteskan air mata.
Cinta masuk kedalam kamar mandi guna mengambil air wudhu, namun saat melipat lengan bajunya dia merasakan perih dilengannya.
"Ssshhh, ini pasti karena cengkraman tadi pagi... Pantesan perih." Lirih Cinta. Dia pun menahan perihnya demi menunaikan sholat. Seusai menunaikan sholat maghrib, Cinta mulai menyiapkan bahan bahan untuk membuat kue.
"Uhukk!! Uhukk!! Cinta, biar ibu bantu—"
"Nggak usah bu, ibu harusnya minum obat kan?? Ibu minum obat dulu gih, biar Cinta yang bikin kuenya." Ucap Cinta lembut. Yang mana membuat Wati terdiam.
Obatnya sudah habis, tapi kasihan Cinta... Dia pasti akan menggunakan uang tabungannya. Batin Wati sembari melamun. Melihat sang ibu melamun, membuat Cinta melihat ke laci dimana obat sang ibu biasa disimpan disana.
"Astghafirullah, ibu... Obat ibu udah habis, kok nggak bilang ke Cinta? Cinta ke apotik dulu ya bu—"
"Jangan sayang... Ibu nggak apa apa kok, kalau terus begini kapan kamu bisa membeli mukena baru dan Al Qur'an?? In Sya Allah ibu nggak apa apa." Ucap Wati.
"Maaf bu, Cinta bantah ibu demi kesehatan ibu... Cinta pamit bu, Assalamualaikum." Ucap Cinta kemudian pergi.
"Walaikumsalam... Cinta." Lirih Wati sembari menangis.
Sebenarnya, Cinta pengen banget beli mukena baru... Tapi, kesehatan ibu lebih penting... Ibu... Cinta janji, Cinta bakalan bahagiain ibu. Batin Cinta.
__ADS_1
Sesampainya di apotik, Cinta pun membeli obat untuk ibunya dan tanpa Cinta sadari beberapa pria mengintainya. Begitu Cinta keluar dari apotik, beberapa pria menghampirinya membuat Cinta berbalik arah. Namun, dia sudah dikepung oleh beberapa pria.
"Duh, si neng malam malam sendirian... Mau om temenin??"
"Saya mau pergi—Lepasin!!! Tolong!!! Tolong!!!" Teriak Cinta saat kedua tangannya di cengkram oleh kedua pria.
"Disini sepi neng, jadi kita bisa main sepuasnya."
"Kayaknya dia masih prawan bos, patut dicoba nih."
"Enggak!!! Lepasin!!! Tolong!!! Tolong!!!"
"WOI B*NGS*T!!!" Teriak seseorang kemudian menendang kepala botak milik om om mes*m itu. Dan terjadilah perkelahian.
"Masih berani gangguin cewek?!!! Dasar om om pedofil." Ucapnya membuat mereka lari terbirit birit.
"Huh! Gak tau apa gua sabuk hitam di taekwondo, kemampuan kecil aja bangga." Lirihnya.
"Terima kasih." Ucap Cinta seketika membuat dia menoleh.
"Lo!!!! (Menjambak rambut Cinta.) Jadi ternyata lo cewek murahan yang godain om om, wajah aja polos tapi kelakukannya kek j*l*ng!! Tau itu lo, gua biarin aja lo dil*cehin sama mereka!!!" Ucapnya membuat Cinta meringis bahkan meneteskan air matanya karena kesakitan.
"Apa ha?!! Gak tau kenapa ya, setiap kali gua ketemu lo... Gua itu bahagia banget liat lo kek gini, bahagia... Kalo ada rel kereta, gua udah iket lo di tengah tengah rel biar lo cepet mati!" Ucapnya. Saat itu seorang gadis seumurannya menghampiri dan menapis tangannya.
"Kamu gak boleh gitu... Kamu nggak apa apa kan??" Tanya gadis itu.
"Nggak apa apa kak." Jawabnya kemudian pergi. Begitu dia pergi, orang tadi melempar batu dan mengenai kepala Cinta hingga berdarah. Namun, Cinta tak meresponnya dan memilih pergi. Sesampainya di rumah, Wati tampak sibuk dengan adonan kuenya.
"Assalamualaikum, Cinta pulang." Ucap Cinta.
"Walaik... Astghafirullahaladzim, Cinta ini kepala kamu berdarah kenapa?? Ada yang jahatin kamu??—"
"Nggak bu, ini salah Cinta... Tadi Cinta lewat ke tempat anak SMA pada tawuran jadi gini deh." Ucap Cinta berbohong.
"Ibu nggak usah khawatir, ini obatnya... Luka Cinta biar Cinta yang obatin... Cinta ke kamar dulu ya." Timpal Cinta kemudian pergi ke kamarnya. Begitu sampai di kamar, Cinta duduk dikasur lantainya kemudian meneteskan air matanya.
Kenapa semua orang benci sama Cinta?? Cinta salah apa?? Batin Cinta sembari menangis.
Di Kediaman Syahreza
__ADS_1
Mereka tengah menikmati makan malam bersama. Terlebih, Gilang dan keluarganya kebetulan datang jadi bisa menjadi pelengkap suasana.
"Ara sama Azy belum pulang mah??" Tanya Axello.
"Bentar lagi juga dateng... Nah, itu suara mobilnya." Jawab Ira. Dan benar saja, Arasyah juga sang adik Azyan datang kemudian ikut bergabung.
"Kakak habis dari mana??" Tanya Mario sembari memakan salad buah kesukaannya.
"Balikin buku temen... Halo om Gilang, tante Farah." Jawab Arasyah kemudian menyapa.
"Halo Ara, wah udah gede tambah cantik ya kamu." Puji Farah, istri Gilang.
"Hehe, Makasih tante." Ucap Arasyah.
Azy terlihat kesal, pasti terjadi sesuatu. Batin Dalza. Lihatlah, ketelitiannya pada sang adik adiknya. Tidak heran jika Dalza dijuluki Ayah kedua untuk si kembar.
Selesai makan malam, saat Ace dan keluarganya tengah berbincang dengan Gilang juga istri dan anaknya. Dalza menemui Azyan yang tengah berbincang sesuatu dengan Arasyah namun di tempat tersembunyi. Penasaran, Dalza pun mengupingnya.
"Tapi Azy cuman benci sama dia, dia itu jelek sok alim." Ucap Azyan penuh kebencian.
"Tapi jangan kasar juga Azy, kamu lemparin dia pake batu sampai berdarah dan kamu biarin... Kalau abang Axe sama abang Aza tau, kamu pasti kena marah... Apalagi mommy." Ucap Arasyah.
"Besok, minta maaf sama dia—"
"Ogah! Gua kalau minta maaf ke kakak sama abang juga jarang apalagi sama dia, naj*s!" Ucap Azyan.
"Azy!!" Bentak Dalza membuat Azyan dan Arasyah terkejut.
"Abang Aza." Lirih keduanya.
"Jadi selama ini kamu diam diam bully perempuan padahal abang udah sering bilang kalau nyakitin perempuan lihat wajah kakak kamu Ara, aunty Ira dan Miera... Apa kamu tega, tiga orang itu suatu saat bakalan diperlakukan begitu oleh seseorang?? Dan kamu Ara, seharusnya jangan menyembunyikan ini dari abang." Ucap Dalza. Keduanya sama sama menunduk dan hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Besok kamu abang paksa buat minta maaf sama dia!" Tegas Dalza kemudian pergi.
"Abang!!! Argghh! Anj*ng!!" Umpat Azyan.
"Gara gara kamu, kakak kena omel juga sama abang Aza... Huh!" Kesal Arasyah kemudian pergi.
Ogah banget gua, mending gua besok pura pura sakit biar gak minta maaf sama cewek naj*s itu! Batin Azyan kemudian pergi.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...