IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Gadis Cilik Penyejuk Hati Dalza)


__ADS_3

...🥀IBDT2🥀 ...


Tampak Azyan menatap tajam Mario membuat Mario menundukan pandangannya. Sedangkan Arasyah memainkan jarinya melihat Ace yang tampak marah. Ira pun mendekati Mario dan memegang kedua bahu keponakannya.


"Tadi kamu bilang apa Mario?? Dibully sampai masuk rumah sakit?!! Jelasin ke aunty, gak usah takut!" Ucap Ira. Mario menatap sang ayah dan Aaron menganggukan kepalanya.


"Bang Axe bilang, kak Cinta sering jadi bahan bullyan bang Azy... Terus waktu itu kak Ara pernah bilang kalau abang Azy lempar bola basket keras banget ke kepala kak Cinta sampai kak Cinta pinsan dan masuk rumah sakit gegara napasnya sempet berhenti." Jawab Mario takut takut. Ira yang mendengar penuturan itu pun menatap Azyan yang tampak menundukan pandangannya. Ira menghampiri Ara dan memintanya berdiri.


"Ara sayang mommy kan?? Jawab yang jujur, jadi waktu di rumah sakit dulu Cinta masuk rumah sakit karena ulah Azy??" Tanya Ira. Arasyah menganggukan kepalanya pelan. Ira pun menatap tajam Azyan dan tanpa basa basi Ira menampar putra bungsunya.


...Plakkkk!!!! ...


"Abang?!" Pekik Arasyah, Azyan dan Mario. Sedangkan Rangga menutup mata sang adik karena Miera tidak pernah melihat kekerasan.


"Dalza, kenapa kamu halangi aunty??" Tanya Ira.


"Jangan salahkan ekornya... Tapi kepalanya aunty, Aza yang nyembunyiin ini dari aunty... Aza minta maaf." Jawab Dalza sembari memegangi pipinya yang memerah. Ira menghela napasnya panjang.


"Ini akibatnya kamu terlalu memanjakan adik adik kamu Aza... Jika Mario tadi tidak bilang, maka keburukan Azy tidak akan pernah terungkap... Dan kamu Azy! Kamu tega membully gadis sepolos Cinta yang diumurnya tidak mengenal panas teriknya matahari tetap bekerja, kamu mempermalukan keluarga Syahreza!! Jangan pernah kamu bicara sama mommy, aunty, Ara maupun Miera... Mommy kecewa sama kamu, Ace urus putramu itu!" Ucap Ira kemudian pergi. Disusul Miera dan Arasyah.


"Kamu masuk kamar." Bisik Aaron.


"Tapi mas—"


"Tenang ok?? Ke kamar." Ucap Aaron sembari mencium kening istrinya. Inara pun pergi ke kamarnya.


"Daddy tanya baik baik... Masih pengen dianggep anak sama mommy dan daddy??" Tanya Ace.


"Masih Dad." Jawab Azyan.


"Maka jangan membantah keputusan daddy dan mommy untuk menebus kesalahanmu." Ucap Ace dengan nada dingin kemudian pergi.

__ADS_1


"Tapi uncle, Azy hanya membullynya—"


"Sampai masuk rumah sakit itu berlebihan Dalza." Ucap Ace sebelum akhirnya benar benar pergi disusul Aaron. Dalza menatap Azyan yang tampak mengalihkan pandangannya.


"Abang tidak tau hal itu... Kau menyembunyikannya dari abang??" Tanya Dalza. Azyan diam tak menjawab.


...Bugh!!! ...


Dalza menendang kaki Azyan sampai Azyan tersungkur.


"Dalza... Ace Azyan—"


"Aza lagi ngajarin Azy yang bener bang... Biarin aja, itu sudah sepantasnya." Ucap Ace.


"Kamu liat kan Azy??!! Abang gak bisa bela kamu karena abang gak tau, jadi yang masuk rumah sakit itu Cinta dan semua itu ulahmu??" Tanya Dalza.


"JAWAB AZY!!" Bentak Dalza membuat Azyan menundukan pandangannya takut.


"APA?!!" Bentak Dalza membuat Mario tak berani bicara.


"Kamu lihat?? Aunty kecewa... Abang gak pernah ngajarin kamu Taekwondo buat lukai perempuan... Tapi buat lindungin diri kamu sendiri dan orang yang kamu Cintai... Abang kecewa berat sama kamu Azy! Abang gak akan kembali kesini sebelum aunty memaafkanmu." Ucap Dalza kemudian pergi.


"Bang! Abang!! Maafin Azy... Abang!" Ucap Azyan menceghat Dalza pergi. Namun, Dalza tetap pergi dan masuk kedalam mobilnya.


Kenapa semuanya jadi rumit gini??! B*ngs*t! Umpat Azyan.


Sedangkan dengan Ira. Dia tak hentinya menangis. Hati Ira sangat lembut sehingga dia menangis membayangkan bagaimana posisi Cinta saat itu. Cinta gadis yatim piatu yang bahkan disiksa oleh paman dan bibinya. Tentu membuat Ira merasa bersalah.


"Mommy jangan nangis lagi ya... Mommy gak salah kok." Ucap Arasyah.


"Kak Ara, aunty nangis karena bang Dalza ditampar ya??" Tanya Miera polos. Maklum, masih kelas 3 SMA dan selalu berada di lingkungan tanpa kekerasan di rumahnya. Arasyah menganggukan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Miera bobok disini aja ya, temenin aunty." Ucap Arasyah. Miera pun menganggukan kepalanya pelan. Sampai akhirnya Ira menghusap air matanya.


"Ara... Suruh abang kamu Axe cari Cinta dan bawa Cinta kesini bersama keluarganya secepatnya! Ini perintah mommy!" Ucap Ira. Dan dari sela pintu, Ace melihat raut wajah kemarahan sang istri.


Ini semua salahku yang dulu membuat Ira bahan taruhannya... Sekarang entah apa yang akan Ira lakukan pada Azy. Batin Ace.


Sedangkan dengan Dalza


Dalza tampak memberhentikan mobilnya digarasi Vila pribadinya. Dia tidak langsung masuk, namun menghirup udara malam di taman vila. Merilang kasar rambutnya memikirkan mengenai masalah sang adik.


"Aku gagal menjadi seorang kakak." Lirih Dalza sembari menundukan pandangannya.


"Hahaha!! Iya kembang apinya bagus banget." Suara gadis mungil terdengar ditelinga Dalza.


Membuat Dalza mendekati gerbang dan mengintip. Entah sebuah kebetulan atau apa, Dalza baru menyadari jika di depan vilanya ada sebuah panti asuhan kecil dan suara gadis itu tak lain gadis yang hampir dia tabrak tadi pagi. Gadis itu tengah bermain kembang api bersama teman pantinya.


"Hahaha!!! Anna bisa nyalain kembang api blee!" Ucap gadis itu sembari menjulurkan lidahnya mengejek salah satu temannya.


Mereka bermain kembang api bersama dengan penuh canda dan tawa. Dalza yang melihatnya itu tersenyum. Suara gadis itu membuat emosinya hilang bagaikan ditelan bumi. Dalza menarik kursi taman dan duduk depan gerbang dengan gerbang dibuka sedikit. Dia memperhatikan gadis mungil itu yang tengah asyik bermain.


"Anak anak sudah malam, waktunya tidur." Ucap ibu panti. Mereka pun berlari kecil hendak menghampiri sang ibu panti. Namun, ide jahil muncul dipikiran Dalza. Dia mengambil batu krikil kecil dan melemparnya mengenai punggung gadis itu.


"Aduh! Siapa sih?? Nggak ada orang... Jangan jangan... Ibu panti ada hantu!!! Anna takut." Ucapnya sembari berlari masuk kedalam panti. Melihat hal itu, membuat Dalza tertawa terbahak bahak. Gelar raja es yang Dalza terima hilang begitu melihat reaksi gadis mungil itu.


Anna?? Nama yang bagus. Batin Dalza sembari tersenyum.


Kenapa aku tersenyum?? Aku tidak mungkin menyukai gadis cilik itu kan?? Batin Dalza.


...🥀🥀🥀...


...Tembus 50 like + 20 komentar crazy update plus visual🤭...

__ADS_1


__ADS_2