IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Rahasia Elvano.)


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


Dilain Sisi


Dalza kembali dingin setelah kepergian Anna. Dalam batinnya juga menyalahkan dirinya sendiri karena tidak lebih dulu mengadopsi Anna. Benar yang Thomas katakan, Dalza sudah terikat hatinya dengan Anna. Bagi Dalza, dia tidak peduli mengenai umur. Baginya, kenyamanan yang belum pernah dia rasakan hanya dengan Anna dan bersama dengan Anna. Dalza menghela napas panjang kemudian menatap keramaian kota dari ruangan kebesarannya. Lamunannya teralihkan saat seseorang masuk.


"Aku sedang tidak ingin diganggu Thom." Ucap Dalza.


"Apakah aku terlalu lama pergi sampai kau melupakanku??" Tanyanya membuat Dalza menoleh. Tampaklah pria tampan dengan tubuh yang tingginya tidak jauh darinya.


"Siapa kau??" Tanya Dalza dengan kening berkerut.


"Elvano... Brayen... Sacello." Jawabnya. Dalza pun memutar bola matanya malas dan tanpa basa basi dia memeluknya.


"Terima kasih kak El, berkatmu... Syahreza group menjadi aman kembali." Ucap Dalza.


Note: Syahreza group itu perusahaan inti atau kepala dari semua perusahaan milik penerus penerus keluarga Syahreza. Dan tentu pemegang Syahreza group adalah Aaron, Ace dan Dalza. Mungkin jika Aaron dan Ace pensiun mereka akan digantikan oleh Axello dan Rangga.


"Agap itu kerjasama pertamaku denganmu." Ucap Elvano sembari duduk. Keduanya pun duduk berhadapan satu sama lain. Dalza pun memanggil Thomas untuk membuatkannya minum.


"Maaf mengganggu mu dalam moodmu yang bisa kulihat sedikit memburuk... Aku kemari hanya meminta izin padamu." Ucap Elvano.


"Hmm... Izin mengenai Ara?? Axe sudah mengatakan semuanya padaku... Dan aku mengizinkanmu, kau memang pria yang tepat untuknya." Jawab Dalza membuat Elvano tersenyum.


"Ada satu rahasia, dan ku harap kau bisa menjaganya sampai aku menikah dengan Ara." Ucap Elvano.


"Katakan." Ucap Dalza. Elvano tampak menjelaskan mengenai rahasianya yang mana membuat Dalza membelakan matanya bahkan sampai berdiri.


"Apa kau bilang?!! Kau... Kau ingin membuat Ara dalam bahaya??!—"


"Dengarkan aku Dalza... Dalam benakku, aku hanya memikirkan keselamatan Ara dan menemukan ibu juga adik perempuan ku yang hilang... Hargai perjuangan ku." Ucap Elvano. Dalza tampak merilang rambutnya kasar.


"Aku menghargainya kak El, tetapi... Cepat atau lambat Ara akan mengetahuinya, kira kira bisa kakak bayangkan rekasinya—"


"Maka dari itu aku hanya memberitau hal ini padamu... Karena semua orang mengatakan Dalzavana orang yang misterius dan sulit ditebak itu sebabnya aku memberitau kan hal ini padamu." Jawab Elvano. Dalza hanya menghela napas panjang kemudian kembali duduk. Thomas pun datang dengan dua cangkir kopi. Keduanya sejenak meminum kopi guna mencairkan suasana.


...Uhukk!! Uhukk!!!...


"Kak El kau baik baik saja??" Tanya Dalza.


"Hanya tersedak, aku izin ke kamar mandi." Jawab Elvano kemudian buru buru ke kamar mandi.


Sebenarnya, aku tidak percaya dengan satu rahasia itu... Pasti banyak yang kau sembunyikan, siapa sebenarnya kau kak El. Batin Dalza.

__ADS_1


Elvano tampak menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Dia mencuci mukanya namun dia terhenti saat noda merah menetes dari hidungnya. Elvano menatapnya dari pantulan cermin.


Umur ku tidak lama, aku harus menemukan ibu dan adik ku juga... Ara... Maafkan aku jika suatu saat harus pergi. Batin Elvano.


Di Kediaman Syahreza


Cinta memainkan jarinya dan menatap Azyan yang tiduran di sofa sembari memainkan ponselnya. Cinta menatap sudut ruangan yang terdapat koper dan beberapa barang yang harus mereka bawa untuk pindah sementara waktu. Cinta bangkit dari posisinya dan hendak ke kamar mandi. Namun tiba tiba, Azyan mengangkat tubuhnya membuat Cinta terpenjat kaget.


"Mau kemana lo ha??!" Tanya Azyan.


"Ke kamar mandi... Cinta mau pipis." Jawab Cinta dengan memalingkan wajahnya. Melihat sikap Cinta, membuat Azyan jengah dan memojokan istrinya itu.


"Udah gua baikin makin ngelunjak lo ya... Semalam kurang apa?? Atau mau gua tambahin??!" Ucap Azyan dengan mata tajamnya.


Yang mana membuat Cinta menatapnya takut takut. Azyan menyatukan bibir mereka dan menikmati bibir sang istri yang tanpa Azyan sadari sudah menjadi candu untuknya. Beberapa saat kemudian, Azyan melepaskan ciumannya menatap Cinta yang terengah engah.


Sial! Umpat Azyan kemudian pergi. Cinta pun bernapas lega dan langsung menuju ke kamar mandi.


Gua kenapa sih??! Padahal gua niatnya gak bakalan sentuh tuh cewek tapi... Tapi kenapa seolah olah gua kecanduan sama tubuhnya... Ini gak bener! Mungkin cuman perasaan gua aja. Batin Azyan. Azyan menyalakan ponselnya dan melihat Senna telah menelefonnya berkali kali.


Ck! Senna... Maafin gua, kali ini gua lagi gak mood ketemu sama lo. Batin Azyan. Azyan kembali memasukan ponselnya kedalam saku celananya.


"Cinta... Lo harus tanggung jawab!" Lirih Azyan kemudian kembali masuk ke kamarnya.


"Berhenti kak... Ber—"


"Cuman bentar, gak selama kemarin." Ucap Azyan memotong.


Mendengar ucapan Azyan yang tidak seketus kemarin, Cinta membiarkan Azyan membuka pakaiannya. Toh, dia tidak bisa memberontak lantaran kekuatan Azyan lebih kuat darinya.


"Cinta..."


"Kak udah—Arrrgghh!"


"Cinta..."


"Kakak...—Humpphhh!!"


Sial! Kenapa gua manggil namanya?? Gua harusnya manggil Senna karena dia kekasih gua. Umpat Azyan saat sadar dengan ucapannya.


Batinnya dipaksakan agar lisannya memanggil nama Senna, namun nyatanya Azyan tetap memanggil Cinta dan Cinta selalu memanggil Azyan. 3 jam kemudian, Azyan terpaksa berhenti dari kegiatannya saat melihat Cinta yang terlihat lelah.


"Lo tidur aja, gak usah bangun bangun." Ucap Azyan sembari menyelimuti Cinta.

__ADS_1


Cinta hanya menganggukan kepalanya kemudian tidur dengan posisi menyamping. Azyan memunguti baju Cinta dan menaruhnya di sofa. Sedangkan dirinya pergi ke kamar mandi guna membersihkan diri.


Eh abang kok tadi pergi?? Bukannya sekarang abang libur ya sampe pekan depan?? Abang pergi kemana?? Batin Azyan kemudian menatap Cinta yang terlelap. Dia tersenyum saat punggung Cinta penuh dengan tanda yang diberikan.


Jadi gak sabar ke vila sana, pasti bisa bebas dan gak ada yang gangguin gua sama Cinta. Batin Azyan sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan dengan Axello


Begitu selesai memuaskan n*fsunnya, dia duduk di bibir ranjang sembari termenung. Sedangkan sang istri kontraknya pergi guna menyelsaikan pekerjaannya. Entah mengapa, tidak seperti biasanya Axello bersikap lembut saat diatas ranjang. Dia seperti merasa tidak tega pada istri kontraknya yang menatapnya sayu.


Ada apa denganku?? Batin Axello. Lamunannya teralihkan saat ponsel miliknya berdering. Dan itu telefon dari Emma sang kekasihnya.


📞


“Halo sayang.”


“Sayang kamu darimana sih?? Daritadi aku telefon nggak diangkat angkat.”


“Aku sibuk sayang, kenapa hmm??”


“Aku sedang menuju ke Vila pribadimu, aku akan menunggumu disana seperti biasa.”


“Aku juga sedang ada di vila... Kemarilah.”


“Baiklah sayang, tunggu aku... Love you.”


“Too.”


..._Tut_...


"Layla!!!" Panggil Axello membuat gadis berusia 20 tahun itu datang. Gadis itu tak lain istri kontrak Axello, Layla Kharisma Widianti.


"Iya tuan?"


"Kekasih ku akan datang, perlakukan dia dengan baik... Awas jika kau mengatakan sesuatu mengenai kontrak ini!" Ucap Axello membuat Layla menundukan pandangannya.


"Baik tuan." Jawab Layla. Axello pun pergi meninggalkan Layla sendiri. Layla menatap nanar Axello sebelum akhirnya menyentuh perut ratanya.


Jangan khawatir sayang, mama akan melindungimu... Hanya perlu 3 bulan lagi, setelah itu kita bebas. Batin Layla sembari menghusap perut ratanya.


Harusnya aku sadar diri, ini hanya pernikahan kontrak dan aku tidak pantas untuk selalu cemburu... Tapi, menyukainya dalam diam tidak masalah kan?? Batin Layla sembari menatap foto Axello yang terpajang disana.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


...Huwaaa!!! Kok adek kek digrebeg masa😭 kalian pengen tau kenapa Axello bisa tiba tiba punya istri?? Oke adek kasih flashbacknya di next episode😉😌...


__ADS_2