IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Ira manja


__ADS_3

...Jangan sampai benci bertemu cinta, karena sulit untuk memilih antara mendendam atau mencintai ...


...🥀IBDT🥀...


"Kakak ipar, abang Ace mau pergi kemana??" Tanya Aiera.


"Beliin ketoprak, mau berangkat les??" Jawab Ira kembali bertanya.


"Iya nih kak, Aiera berangkat dulu Assalamualaikum." Pamit Aiera.


"Walaikumsalam, hati hati dijalan." Jawab Ira sembari melambaikan tangannya. Bertepatan dengan itu, Ratih datang bersama Farhan suaminya.


"Loh sayang, tumben sendiri... Ace mana??" Tanya Ratih.


"Lagi beliin ketoprak mbok Siti ma, Ira pengen." Jawab Ira membuat Ratih tersenyum.


"Ngidam toh... Pantesan sendirian, besok dokter Zahwa dateng buat cek kandungan kamu sama Nara... Gak bawa suntik kok, jadi jangan takut ya." Ucap Ratih sembari menghusap puncak kepala Ira.


"Oke ma." Jawab Ira.


"Mas, kayaknya cuman aku yang pas hamil Aaron gak ngidam apa apa... Iya nggak??" Ucap Ratih.


"Iya karena itu Aaron jadi penggila pekerjaan... Mungkin jika tidak menyentuh Inara dia masih sendiri sampai sekarang." Jawab Farhan.


"Mas kamu ini!" Ucap Ratih sembari memukul kecil lengan suaminya.


"Oh iya ma, berapa umur kakak ipar memangnya??" Tanya Ira penasaran.


"Bulan lalu sudah genap 31 tahun... Sudah tua bukan??" Jawab Ratih.


"31??? Ku kira 25 tahun." Ucap Ira sedikit tak percaya. Dia kira Ace dan Aaron hanya berjarak 4 tahun. Namun nyatanya 10 tahun lamanya.


"Inara 17 tahun dan kakak ipar 31 tahun... Itu artinya...—"


"Hanya selisih 14 tahun, tidak masalah bukan?? Dan kau tau sayang, Jum'at besok Nara berulang tahun dan Aaron akan memberikan kejutan untuknya jadi kita harus sedikit membantu... Bukan begitu??" Ucap Ratih.


"Setuju! Ira bakalan bantu." Jawab Ira. Setelah berjam jam menunggu, akhirnya Ace datang dengan ketoprak yang Ira minta.


"Ira!! Jangan lari lari... Jangan berjalan cepat, jalan yang lambat." Ucap Ace memeringati. Yang mana membuat Ira mengecurutkan bibirnya kesal. Namun rasa kesalnya hilang saat melihat isi bungkusan tersebut.


"Makasih daddy Ace." Ucap Ira dengan wajah bahagianya. Tampak Ace membungkuk dan menyondorkan wajah tampannya.

__ADS_1


"Kiss dulu dong." Ucap Ace. Dan Ira yang bahagia itu langsung mencium bibir Ace sekilas.


"Ekhem!!! Mama sama papa dilupain nih." Ucap Ratih membuat dua pasutri itu menoleh.


"Iri?? Bilang bos haha!" Ucap keduanya kompak dan kemudian pergi.


"Farhan!!!! Dia anakmu bukan anakku, huh!" Ucap Ratih dengan mode kesalnya kemudian pergi ke kamarnya.


"Nah kan ngambek lagi, Ace ini!" Ucap Farhan kemudian menyusul sang istri.


Sedangkan dengan Ace, dia menatap sang istri yang terlihat begitu menikmati ketoprak bawaannya. Sesekali Ace menghusap puncak kepala Ira dan menyelipkan poni panjang Ira ke sela telinga.


"Mau?? Gak boleh." Ucap Ira. Dan demi apapun sangat menggemaskan bagi Ace.


"Nggak kok, makan aja." Jawab Ace sembari mencium pipi Ira.


"Jangan dipipi, dicini." Ucap Ira manja sembari menujuk bibirnya. Tentu dengan senang hati Ace mencium bibir istrinya.


"Sayang Ira." Ucap Ace.


"Cayang Ace juga." Jawab Ira dan mendapatkan cubitan dari Ace.


Terima kasih Ya Allah, karena taruhan itu bisa mempertemukanku dengan wanita yang benar benar tulus mencintai ku. Batin Ace.


Jum'at pagi yang membosankan bagi Inara. Pagi pagi hujan mengguyur membuat dia tidak bisa keluar untuk sekedar bermain barbie di taman bersama Aiera. Alhasil, dia bermain di kamar Aiera.


"Tumben banget pagi pagi udah ujan... Untung ujian udah selesai, kalo gak males banget berangkat." Ucap Aiera sembari menata barbienya. Kemudian dia beralih menghusap lembut perut Inara.


"Keponakan aunty pasti bosen ya?? Sampe gak nendang... Tenang, ada aunty yang hibur kamu ok??" Ucap Aiera.


"Kemarin kamu mau curhat, curhat apa??" Tanya Inara.


"Ehehe... Nggak jadi, udah lupa soalnya." Jawab Aiera sembari cengengesan.


"Jangan bohong Ra, aku bisa liat kebohongan kamu." Ucap Inara membuat Aiera menghela napas panjang.


"Kamu tau ketos SMA kita kan?? (Inara menganggukan kepalanya.) Kayaknya... Aku suka sama dia." Jawab Aiera membuat Inara menatapnya berbinar.


"Beneran??!! Aaaaa, kalian cocok banget... Kamu udah ungkapin ke dia??" Tanya Inara.


"Udah." Jawab Aiera.

__ADS_1


"Terus gimana responnya??" Tanya Inara antusias.


"Nggak tau." Jawab Aiera membuat Inara mengerutkan keningnya.


"Kok gak tau??" Tanya Inara bingung.


"Soalnya aku ungkapinnya melalui doa, jadi gak tau responnya." Jawab Aiera.


"MasyaAllah, Rara... Jadi kamu mau cinta dalam diam gitu?? Bukan, lebih tepatnya cinta dalam doa??" Tanya Inara. Aiera menganggukan kepalanya pelan.


"Bukannya cinta dalam doa itu lebih romantis daripada pacaran??" Jawab Aiera membuat Inara tersenyum dan memeluk sahabatnya.


"Semoga cintamu terbalas Ra... Aku doakan yang terbaik untukmu." Ucap Inara.


"Terima kasih, kakak ipar." Jawab Aiera.


"Rara ih!" Ucap Inara asing dengan panggilan itu.


"Oh iya, kak Ira sama mama pergi pagi pagi... Kira kira kemana??" Tanya Inara.


"Eee... Emm mungkin ke butik, mumpung dibolehin sama bang Ace." Jawab Aiera dan Inara menganggukan kepalanya pelan.


"Nara... Kamu pikirin baik baik, sekarang udah 8 bulan... Sebulan lagi anak ini akan lahir, dan begitu dia lahir kamu meminta cerai meninggalkannya apa kamu gak ngerasa sia sia?? Sia sia kan kamu nahan berat sampe sembilan bulan?? Sia sia kan kamu gak bisa nemenin anak kamu nantinya?? Sia sia kan pas pertama anak kamu bisa bicara yang di panggil papa bukan mama?? Padahal kamu yang ngelahirin dengan nyawa taruhannya... Kamu yakin bakalan ninggalin dia sendiri sama bang Aaron doang??" Ucap Aiera membuat Inara terdiam. Aiera pun menggegam tangan kanan Inara.


"Coba aja ikhlas cinta ke abang... Mungkin dengan itu, kalian akan menjadi rumah tangga yang harmonis." Ucap Aiera lagi.


"Pikirkan baik baik... Seenggaknya buat kebahagiaan anak kamu." Ucap Aiera sembari tersenyum. Yang mana membuat Inara menatap perut buncitnya.


"Nara..." Panggil Aaron dari luar.


...Cklekkk! ...


"Mandi, aku sudah siapkan air hangat." Ucap Aaron.


"Iya tap—"


"Tapi kaki Inara kram bang, jadi abang gendong ya... Ntar dedeknya kenapa napa gimana??" Ucap Aiera.


"Eh nggak kok... Rara apaan sih?!" Ucap Inara. Mendapatkan kode dari sang adik, Aaron pun menggendong Inara ala bridal style.


"Ayo mandi." Bisik Aaron membuat wajah Inara merona. Dia tau Aaron menyiapkan air hangat bukan untuknya saja, tapi untuknya dan Aaron mandi bersama.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


__ADS_2