IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Awal Yang Baru.)


__ADS_3

...🥀IBDT2🥀...


Di Kediaman Syahreza


Pagi hari yang sibuk. Hari ini, hari pertama Azyan menjadi petinggi di perusahaan setelah lebih dari satu tahun menjadi bawahan Axello. Dan tentu, Ira di buat pusing karena meskipun Azyan sudah berumur dewasa tetapi tetap saja seperti anak kecil. Azyan tidak seperti Axello Dalza maupun Arasyah yang memilih menyiapkan persiapannya sendiri. Begitu juga Mario yang manja pada Inara karena hari ini dia pertama ke kampus setelah liburan akhir semester.


"Azy udah ganteng belum mom??" Tanya Azyan.


"Udah ganteng banget, udah sana ikut abang kamu sarapan." Jawab Ira kemudian menata beberapa jas yang berantakan karena ulah putranya. Yang mana membuat Azyan tersenyum kemudian mencium pipi kanan sang ibu.


"Sayang mommy." Ucap Azyan.


"Mommy juga sayang kamu... Sana sarapan, nanti di tinggal nangis." Ejek Ira. Azyan pun pergi menghampiri saudara saudaranya yang sedang sarapan. Dilihatnya Dalza tampak sibuk dengan telefonnya. Sedangkan Arasyah Axello dan Mario tengah menikmati sarapannya.


"Ekhem... Yang baru diangkat jadi petinggi perusahaan." Sindir Mario yang mana mendapatkan jitakan dari Azyan.


"Ciee yang kerjaannya pacaran mulu lagi iri." Ejek Azyan membuat Mario mengecurutkan bibirnya kesal. Mereka pun menikmati sarapannya.


"Ma, Dalza berangkat dulu ya... Sarapannya di kantor." Ucap Dalza sembari mencium pipi kanan Inara.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam sayang." Jawab Inara.


"Tuh kan!!" Ucap Aaron membuat Inara menahan tawanya. Dia baru ingat jika suaminya pecemburu luar biasa.


"Anak sendiri loh, cemburuan banget." Ucap Inara.


"Huh! Awas aja ntar malam." Ucap Aaron sembari mengedipkan sebelah matanya. Aaron pun bergabung sarapan bersama lainnya.


"Oh iya, nanti Miera sama Rangga bakalan kesini... Katanya kangen sama Mario." Ucap Ira.


"Tuh kan, Mario aja yang dikangenin." Kesal Azyan.

__ADS_1


"Iyalah, secara kan aku yang paling muda and awet gantengnya." Ucap Mario sembari merilang rambutnya membuat lainnya tertawa kecil.


"Oh iya ma, kayaknya Axe gak bisa soalnya Axe harus lembur malam ini." Ucap Axello.


"Ara juga mah, ada beberapa design yang harus Ara kerjain buat pameran musim panas nanti." Timpal Arasyah.


"Nanti suruh Miera sama Rangga nginep disini aja." Usul Inara.


"No ma!!" Ucap Mario.


"Kak Rangga kalo kesini pasti acak acak kamar pribadi aku... Terakhir kali kesini juga dia umpetin USB bersejarah aku." Timpalnya dengan raut muka kesal.


"Halah isinya cuman hasil rantasan gak guna kamu kan??" Ejek Azyan.


"Guna lah, disitu juga aku baru rentas datanya cewek yang abang Azy bull—ups!" Ucap Mario terjeda saat ketiga kakaknya menatapnya tajam.


Alamak! Hampir keceplosan gua. Batin Mario.


"Bull apa??" Tanya Ace membuat Mario sedikit gelagapan.


"Ooohhh pengaggum rahasia toh... Kenapa gak terang terangan aja kayak uncle ke aunty." Ucap Aaron sembari merangkul pinggang Inara.


"Mas ih!" Ucap Inara sembari menampar kecil tangan Aaron.


"Papa sama uncle nih ya kebiasaan!! Udah tau ada yang masih jomblo eh pamer kemesraan mulu, dikira gak iri apa?!" Kesal Mario.


"Makanya nikah!" Ucap keempatnya serentak membuat Mario menunduk kesal.


"Eh, kira kira diantara kalian siapa yang nikah duluan nih?? Kalo Dalza mah sama kek papanya mungkin beberapa masehi lagi." Ucap Inara.


"Sayang..." Rengek Aaron.


"Intinya bukan Ara, soalnya Ara kan mau pokus ke dunia permodelan." Ucap Arasyah.

__ADS_1


"Yeee... Kakak songong banget, ntar ada yang ngelamar palingan juga diterima." Ucap Azyan.


"Apa kamu bilang?!!" Ucap Arasyah dengan mata tajamnya.


"Sudah, sudah... Axe bagaimana vila yang sedang kamu bangun??" Tanya Ace.


"Udah 98% kok dad... Dan sesuai keinginan Axe tentunya." Jawab Axello.


"Yey!! Boleh dong sekali kali main ke vila abang." Ucap Arasyah.


"Hmm." Jawab Axello.


"Enak banget jadi anak sulung... Bang Aza udah bikin Vila sama apartment, abang Axe juga udah selesai bikin vilanya... Aku kapan coba??" Kesal Mario.


"Tunggu kak Ara, aku, Miera sama Rangga selesai dulu ya... Baru kamu, kan kamu bontot." Ejek Azyan dan mereka pun tertawa. Beginilah suasana keluarga Syahreza yang sebenarnya.


Jika saja Devano mengizinkan Aiera untuk tinggal di Kediaman Syahreza, sudah pasti bertambah ramai. Hanya saja, Devano sangat overposesif pada Aiera dan tidak ingin di ganggu apabila sedang bermesraan dengan sang istri.


Semoga orang yang pertama menikah di keluarga ini Ara atau Miera. Batin Ira.


Di Bandara


Seorang pria berbadan tinggi juga paras dan tampan itu tampak turun dari helicopter pribadinya. Lehernya memakai syal rajut juga kacamata hitam bertengger di wajahnya. Baru beberapa saat, mobil hitam mengkilat mendekat ke arahnya dan dengan otomatis pintunya terbuka.


"Publik tau mengenai hal ini??" Tanya pria itu.


"Tidak tuan, seperti permintaan anda saat di Roma."


"Baguslah, langsung menuju ke vila." Ucap pria itu.


"Baik tuan."


Ara... Aku sudah kembali. Batinnya sembari menatap foto bocah mungil dari ponselnya kemudian menghusapnya.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


__ADS_2