IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Benci


__ADS_3

...Definisi cinta sesungguhnya adalah... Ikhlas, Ikhlaskan dia bahagia meskipun bukan kamu disampingnya. ...


...🥀IBDT🥀...


Seusai mandi, Ira keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk. Dia benar benar tidak tau dimana walk in closet berada. Maklum anak desa. Dia pun menghampiri Ace yang tengah tiduran sembari bermain ponsel.


"Ace..." Panggil Ira. Ace yang tadinya menoleh sekilas kini menatapnya dalam. Ace menelan ludahnya kasar saat melihat pemandangan yang sangat langka.


"Ace!"


"Hah apa??" Ucap Ace sembari bangkit dari posisinya.


"Ruang ganti dimana??" Tanya Ira sembari memegangi handuknya. Dia tau jika Ace menatapnya dengan tatapan berbeda.


"Ikut gua." Jawab Ace. Dengan patuh, Ira pun membuntuti Ace. Sesampainya di walk in closet, Ace menutup pintu kemudian menatap Ira yang tampak kagum dengan design walk in closetnya.



"Kenapa bengong?? Sono buruan pake baju!" Ucap Ace.


"Kenapa Ace gak keluar??" Tanya Ira.


"Gua suami lo, bebas dong mau keluar apa nggak... (Mendekati Ira.) Lagian kita udah halal, kalo mau itu itu juga sah sah aja kan??" Jawab Ace membuat Ira merinding dan memilih mengambil salah satu piyama kemudian masuk kedalam ruangan kecil untuk berganti.


Dan Ira tidak sadar jika ruangan itu hanya berbatas kaca buram dimana saat dia berganti pakaian pasti bisa dilihat oleh Ace. Begitu Ace menoleh samar samar dia melihat Ira yang mulai membuka handuknya. Yang mana membuat Ace langsung panas dingin.


Sial! Gua harus pergi dari sini. Batin Ace kemudian pergi meninggalkan Ira sendiri.


Setelah memakai pakaiannya, Ira pun keluar sembari melipat handuknya.


Loh, Ace pergi?? Baguslah. Batin Ira. Dia pun keluar dari walk in closet dan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Dia tidak peduli dimana Ace berada. Malah, dia berharap Ace tidur di kamar lain.


"Hmmm, enak bener... Bikin gua mandi air dingin dan dengan enaknya tidur... Okelah kalo begitu." Ucap Ace sembari tersenyum miring. Dia pun melempar handuk kecilnya dan dengan jahilnya memeluk Ira dari belakang.


"Hah?!!! Ace!!!! Kamu mau apain?!!" Pekik Ira terkejut.

__ADS_1


"Kenapa?? Mau protest?? Lo itu udah sah jadi istri gua.... Otomatis, gua berhak dong apa apain lo." Ucap Ace dengan santainya. Ira yang masih merasa kesal itu pun berusaha melepaskan diri.


"Diem atau gua cium lo!" Ancam Ace membuat Ira langsung terdiam.


Harusnya aku gak protest sama perilaku Ace... Toh dia suami aku dan jika aku menyinggungnya, Bude pasti bakalan dipecat sama mama Ratih. Batin Ira.


Nurut juga nih cewek... Lumayan. Batin Ace sembari mendengus aroma vanilla dari tengkuk sang istri.


Wangi... Gua suka. Batin Ace lebih mengeratkan pelukannya.


Pada akhirnya Ira tertidur karena memang dia sangat mengantuk. Toh, dia harus tidur untuk acara resepsi nanti malam. Dan dia berharap Ace tidak mempermalukannya seperti dulu.


Di lain sisi, Aiera merasa sedikit aneh dengan Inara dan kakak pertamanya. Seperti ada yang disembunyikan darinya. Bahkan Inara menolak untuk diantar Aaron pulang, dan alhasil dia masih bersama Aiera.


"Nara."


"Iya??"


"Aku liatin kok kamu sama bang Aaron agak aneh... Ada yang kamu sembunyiin ya??? Atau.... Abang jahilin kamu??" Tanya Aiera.


"Ya, aneh aja... Pertama kamu kayak hindarin bang Aaron gitu, terus yang kedua kamu juga nolak buat dianter bang Aaron.... Atau jangan jangan kamu suka ya sama abang??!" Tebak Aiera dengan mata berbinar.


Atau aku bilang iya aja yah... Biar Aiera gak curiga. Batin Inara mencari titik aman.


"Tuh kan melamun... Ayo jawab Nara." Ucap Aiera sembari menggoyangkan bahu Inara.


"Iy... Iya!!!" Jawab Inara lantang. Yang mana membuat Aiera menatapnya penuh kebahagiaan.


"Yes!!! Yes!!! Yes!!! Nara kapan kamu suka bang Aaron?? Terus kenapa??? Apa karena abang ganteng?? Kaya??? Atau pinter?? Jawab Nara.... Tapi kan bang Aaron udah 30 tahun... (Berpose pikir.) Gak, aku gak restuin kamu... Masa temen aku yang paling cantik dan masih muda sama om om... Iya bang Aaron itu udah jadi om om!" Ucap Aiera. Yang mana membuat Inara menghela napas panjang. Ace baru 21 tahun, Aiera dan dirinya belum genap 17 tahun. Dan Aaron?? Dia sudah 30 tahun, yang benar saja.


"Nara... Tuh kan bengong, kamu kenapa suka bang Aaron??" Tanya Aiera lagi.


"Ya... Ya... Karena dia baik, dan gitu deh... Udahlah jangan tanya." Jawab Inara membuat Aiera mengira jika sahabatnya itu tengah tersipu malu.


Hi hi hi, pasti Nara lagi malu malu... Baru tau ada yang suka bang Aaron, secara kan dia itu jomblo karatan. Batin Aiera sembari tersenyum membayangkan Inara menikah dengan sang kakak.

__ADS_1


"Oke oke, aku gak bakalan bahas soal itu... Mending kita tidur dan bangun buat siap siap resepsi bang Ace, ok??" Ucap Aiera.


"Itu baru Rara aku." Jawab Inara kemudian keduanya pun tidur bersama. Oh iya, Inara lebih sering di rumah Aiera karena kedua orang tuanya super sibuk dan iyah sedikit masalah di rumah tangga orang tuanya membuat Inara merasa kesepian.


...🥀🥀...


Ting! Ting!


"Ace!!! Ira bangun sayang, penata riasnya udah dateng." Ucap Ratih.


"Sayang, jangan ganggu mereka... Toh mereka pasti lagi mesra mesraan." Ucap Farhan sembari memeluk Ratih dari belakang.


"Ganggu gimana?? Kan bisa dilanjut ntar malam, tuh temen sosialita mama mau ketemu Ira." Kesal Ratih.


Sedangkan di dalam kamar, Ace membuka matanya malas mendengar perdebatan kedua orang tuanya. Dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah cantik dan damai milik Ira.


Cantik. Batin Ace. Baru tangannya hendak menyentuh wajah Ira, Ira menggeliat membuat Ace pura pura tidur.


"Emhhh... Udah malem." Lirih Ira kemudian menatap wajah Ace. Yang mana membuat Ira terdiam sesaat. Wajah Ace yang sangat dekat itu membuat Ira lebih jelas melihat wajah tampan milik suaminya.


Pantesan pas SMA Ace cuman manfaatin Ira... Toh dia setampan ini tidak mungkin suka ke Ira yang kayak gini. Batin Ira.


"Gua tau kalo gua ganteng... Tapi gak perlu dong liatin aku gitu." Ucap Ace sembari membuka matanya membuat Ira gelagapan.


"Ira mau—" Ucap Ira terjeda saat Ace mencengkram tangannya erat.


"Lo masih benci sama gua??" Tanya Ace.


"Menurut kamu?!!"


"Terus kenapa lo setuju buat nikah sama gua—"


"Karena aku terpaksa! (Ira menghempaskan tangan Ace.) PUAS!" Ucap Ira kemudian masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Ace yang termenung.


Jadi sebenci itu lo ke gua Ira.... Baik, kita liat lo bakalan tunduk sama gua! Batin Ace sembari mengepalkan tangannya erat.

__ADS_1


Hiks!!! Hiks!!! Kapan sih Ira bahagia?? Kenapa Ira justru nikah sama orang yang justru Ira sendiri gak pengen liat! Batin Ira sembari meneteskan air matanya.


__ADS_2