IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Pacaran


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀IBDT🥀...


"Halah soal itu mah kecil!" Ucap Gilang dan kini ketiganya tertawa lepas. Mereka berada di kantin sampai tidak mendengar bel masuk.


Dan iya, SMA Pelita Utama akan tanding basket dengan SMA Harapan Bangsa. Dua sekolah unggul ini memang selalu saling bertanding. Pertandingan itu rutin dilaksanakan setiap 3 hari sebelum kelas 3 akan melaksanakan ujian kelulusan. Lebih tepatnya untuk refreshing.


...🥀🥀...


Ira langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang begitu selesai mandi. Dia bahkan hanya memakai tank top dan celana pendek. Ira memeluk bantal gulingnya erat. Sembari tertawa kecil mengingat kejadian barusan.


"Ira gak mimpi kan?? Ace nyium... Huwaaaa!!!" Ucap Ira sembari tersenyum malu.


**Keknya gua suka sama lo.* ~Ace*


Suara itu masih terdengar dan terngiang ngiang di kepala Ira. Selama 3 tahun mengaggumi Ace secara diam, dan sekarang doanya terjawab.


"Ira juga suka sama Ace!!!" Ucap Ira. Rasanya dia ingin berteriak kencang.


"Ira!!! Nenek mau ke sawah, ikut nggak??" Ucap nenek Ira dari luar.


"Ikut nek!! Bentar Ira pake baju dulu." Jawab Ira kemudian memakai bajunya dan ikut sang nenek ke sawah.


Sudah menjadi rutinitas bagi Ira untuk ke sawah bersama sang nenek. Dia membantu sang nenek memetik tomat dan sayur mayur disana. Setidaknya bisa menghemat uang belanjaan.


...•4 Hari Kemudian...


Tak terasa besok adalah hari terakhir Ace taruhan. Dan Ace diam diam menghanyutkan karena dia secara diam diam mendekati Ira membuat Ira luluh. Alasan kenapa Ace tidak terang terangan seperti biasanya, karena dia malu mengakui Ira. Dasar s*tan! Saat ini, Ace sedang menembak Ira. Tembak cinta ye, bukan tembak pistol. Mati tokoh utamanya tamat dong nih novel. Oke skip!


"Gimana??" Tanya Ace lagi. Tampak Ira tersenyum dan menundukan pandangannya.


"Ira mau jadi pacar Ace." Jawab Ira membuat Ace beryes ria.


"Yes!!! Thanks ya, akhirnya usaha gua gak sia sia!" Ucap Ace sembari menatap Ira.


"Kalau gitu, Ira ke taman dulu ya... Mau kasih tau temen temen." Ucap Ira dan hanya direspon anggukan oleh Ace.


Ira berlari kecil dengan senyuman bahagianya. Dia sungguh tidak menyangka jika sekarang dia menjadi pacar seorang Ace. Seorang cassanova disekolahnya. Sebuah keberuntungan bukan. Ira pun duduk diantara keempat sahabatnya membuat mereka menatap heran.


"Temen temen Ira pacaran loh sama Ace." Ucap Ira sembari tersenyum bahagia.

__ADS_1


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


"Hahahaha!!!" Bukan ucapan selamat yang Ira dapatkan. Justru tawa keras dari sahabatnya.


"Ekhem... Ekhem, bentar... Bukan maksud gimana nih, tapi lo pake pelet apaan sampe sampe si Ace jadi pacar lo??" Ucapan Meli sukses membuat hati Ira nyeri. Karena secara tidak langsung, Meli menganggap rendah Ira. Apa segitu tidak pantasnya dia??


"Ira gak pake apa apa kok... Pas di ruang guru Ace—"


"Iya... Iya deh kita percaya, jadi karena lo udah jadian... Boleh dong traktir kita." Ucap Liana.


"Ira nggak ada duit—"


"Iya udah gak usah... Iya nggak??" Ucap Leni dan direspon anggukan oleh ketiga sahabatnya. Dan Ira hanya tersenyum nanar melihat sikap sahabatnya yang tidak berubah. Mereka seolah membuat Ira semakin terpojok dan terabaikan.


"Oh iya, lusa kan tanding basket nih... Kita nonton rame rame yuk." Ucap Liana.


"Let's go!!" Kelimanya tampak tertawa kecil.


Sedangkan dengan Ace, dia tampak tertawa lepas melihat wajah tidak rela dari kedua sahabatnya. Ace menang taruhan. Itu artinya ps milik Gilang dan Jack menjadi miliknya.


"Sialan! Ira juga kenapa nerima lo, kalo lo ditolak kan kita untung... Motor sama jam mahal lo, ya nggak Jack?" Ucap Gilang sembari menatap Jack.


"Heh lo harus terima dong... Gua kan menang taruhan... Udah gua bilang 1 minggu tuh cewek bakalan jadi pacar gua, bener kan??" Ucap Ace penuh dengan wajah sombongnya.


"Jangan lupa lusa, selesai tanding lo harus—"


"Gua paham, lagian gua juga ogah lama lama jadi pacarnya." Ucap Ace membuat kedua sahabatnya mengangguk anggukan kepalanya pelan.


"Hahaha!!! Jan sedih mulu lo lo pada... Ntar balik sekolah gua traktir deh, sepuasnya!" Ucap Ace membuat Gilang dan Jack merangkul lehernya.


"Ini baru Ace nya kita... Ya gak Jack??" Ucap Gilang ketiganya pun tertawa keras dan tanpa mereka sadari sesosok wanita mendengarkan semuanya.


Sontak SMA Pelita Utama heboh dengan kabar sang cassanova yang berpacaran dengan seorang Ira. Banyak yang memandang sebelah mata dan ada juga yang setuju karena keramahan dan kebaikan Ira. Banyak yang bertanya pada Ira, namun Ira mengabaikannya.


Sepulang Sekolah


Ira merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan bernapas lega. Akhirnya dia bisa terbebas dari pertanyaan para penggemar Ace yang membuatnya pusing. Melihat cucu kesayangannya tampak lelah, sang nenek pun membuatkan Ira teh manis.


"Loh nenek nggak ke sawah??" Tanya Ira kaget.


"Hehe, nenek libur dulu... Kayaknya kamu lelah gegara mapel tambahan, jadi nenek buatin kamu teh manis." Ucap sang nenek sembari menyondorkan teh manis yang masih hangat.

__ADS_1


"Makasih nenek." Ucap Ira dengan senyuman manisnya.


"Iyah, nenek ke kamar dulu ya... Jangan lupa sholat Asar yah." Ucap sang nenek kemudian pergi. Yang mana membuat Ira terdiam. Dia sholat tapi dia berpacaran?? Apa amalnya bisa diterima?? Begitulah pikir Ira saat ini. Lamunannya teralihkan saat ponselnya bergetar. Rupanya dia mendapatkan pesan dari sang Bude.


(Bude.)💬


Bude: Ira, pekan depan pak Mun jemput kamu sama nenek buat kesini ya... Bilangin ke nenek, disini ada ibu kamu juga loh


^^^Oke Bude, terus kelulusan Ira gimana??^^^


Bude: Bude udah bilang ke kepala sekolah, dan diizinkan... Bude terpaksa ajak kamu kesini karena pekerjaan itu mau dikasih ke temen Bude, gak apa apa kan??


^^^*Iya Bude, gak apa apa...^^^


^^^Sekali lagi makasih ya*^^^


Bude: Iya Ira sayang


Chat berakhir. Sebenarnya Ira agak tidak rela jika saat acara kelulusan nanti dia tidak ada. Namun bagaimana lagi, dia membutuhkan pekerjaan itu karena pekerjaan itu sangat penting. Ira ingin impiannya membuka restoran terpenuhi. Mungkin dengan sedikit demi sedikit langkah bisa Ira capai.


Bismilahirohmanirohim... Semangat Ira, pantang menyerah. Batin Ira menyemangati dirinya. Ya, begitulah Ira. Baru Ira hendak meletakan ponselnya, dia mendapatkan pesan dari Ace.


(Ace.)💬


Ace: Ira besok bawain susu coklat buatan lo yang waktu itu ya, gua suka


^^^Oke Ace, semangat buat besok yah...^^^


Read_


Pesan terakhirnya hanya dibaca. Dan Ira yang polos memaklumi karena mengira Ace sedang sibuk.


...🥀🥀...


Ace menghapus semua pesannya dengan Ira. Tanpa dia sadari, Ace mulai nyaman dengan Ira padahal baru 1 minggu dekat. Dan dia merasa Ira lain dari gadis kebanyakan. Meskipun dia miskin, dia tidak matre seperti mantan Ace sebelumnya. Dia juga sederhana dan tidak menginginkan apapun dari Ace. Bahkan jika Ace tidak memaksa untuk menerima es krim, Ira pasti akan menolaknya. Dan ingat. Ace benci penolakan.


"Abang lagi mikirin apa??" Tanya Aiera sembari menatap sang kakak.


"Nggak kok, cuman mikirin besok mau tanding... Belajarnya udah belom?? Katanya mo beli boneka." Ucap Ace kembali menatap Aiera yang baru mengambil dua susu pisang.


"Bentar lagi bang... Abang jangan kemana mana yah... Hehehe." Ucap Aiera sembari tertawa kecil.


"Abang mana??" Tanya Ace.


"Tuh didepan sama Inara, hehe... Bang Aaron mau ajarin Aiera dulu, bay." Jawab Aiera kemudian pergi meninggalkan Ace. Ace hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap sang adik.

__ADS_1


__ADS_2