
...š¹Love Story Dalzavanaš¹...
4 Bulan Kemudian
"Saya terima nikahnya Adeline Salsabila binti Haven Brams Surya dengan maskwain tersebut dibayar tunai!" Ucap Dalza lantang.
"Bagaimana para saksiā"
"SAHHHHH!!!! HOREEE, PUNYA AUNTY BARU." Ucap Zion dan Elvin bersemangat membuat lainnya tertawa kecil.
Hiks... Di tinggal kawin sama temen, ntar yang masakin sarapan gua siapa. Batin Kiera menangis. Adel mencium punggung tangan Dalza dan Dalza sendiri mencium kening Adel.
"Ada yang gak sabar nih." Bisik Adel menggoda. Membuat Dalza tersenyum miring. Gadisnya sudah berani menggodanya.
"Heh Adel! Awas yah kalo ntar sibuk sama suami sampe gak main ke rumah gua." Ucap Kiera membuat lainnya tertawa kecil.
"Makanya tante juga nikah, cantik tapi gak punya pacar!" Ucap Zion membuat Kiera merasa jantungnya tertusuk satu panah.
"Tau tuh, cantik doang gak punya pacar."
Dua panah.
"Hahaha jomblo!"
Tiga panah.
Mereka pun tertawa bahagia di hari yang bahagia pula. Selesai meresmikan hubungan mereka, Dalza dan Adel pun kembali ke vila berkumpul disana. Dalza tengah berbincang dengan saudaranya sedangkan Adel tengah di berikan tips oleh Layla, Cinta, dan Arasyah.
"Ini tipis banget tante." Ucap Adel dengan rona di wajahnya.
"Daripada tebel tapi akhirnya dirobek juga kan?? Udah, sekarang kamu mandi... Jangan lupa keramas... Tante siap membantu." Ucap Cinta.
"Tenang, kamar ini udah tante kasih peredam suara kok... Jadi mau teriak teriak kayak toa juga dari luar gak bakalan kedengeran." Ucap Layla. Adel pun masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan diri.
Duh... Gugup banget gua, oke Adel... Tenang, cepat hamil biar om Aza gak dianggap remeh sama papa Aaron. Batin Adel.
Emang bisa?? Gua kan baru 17 tahun?? Batin Adel lagi.
__ADS_1
Soal itu Adel memikirkan nanti, intinya dia harus cepat hamil agar Dalza tidak dianggap remeh oleh Aaron karena menikahi Adel. Selesai mandi, Layla Cinta dan Arasyah mendandani Adel dengan sebaik mungkin.
"Papa, mama mana?? Nay pengen bobok." Ucap Kayla.
"Kay juga pa... Ngantuk." Timpal Nayla.
"Sini tidur dipangkuan papa... Mama lagi sibuk, nanti kalo udah gak sibuk nemenin Nay sama Kay bobok." Jawab Axello. Nayla dan Kayla pun tiduran dipangkuan sang ayah.
"Bang... Abang harus minta tips jitu sama bang Axe noh... Tips biar dapet anak banyak." Ucap Azyan.
"Hooh, yang lain baru 2 sama 3 dia sendiri udah 4." Ucap Elvano.
"Makanya jangan nganggurin istri... Salah sendiri dianggurin." Ucap Axello.
"Yee... Bukannya dianggurin bang, tapi kita tuh berperasaan... Yakali abang, mainnya sampe bikin kakak ipar pinsan." Ucap Azyan membuat Axello malu.
"Brisik! Bahas yang lain aja, bagaimana jika Nay dan Kay mendengarnya?" Ucap Dalza.
"Masa sih?? Bukan udah gak sabar mau main nih bang??" Goda Azyan membuat Elvano Axello dan Mario tertawa kecil.
"Arjuna bilang ingin mempersiapkan test, dia baru kelas 1 kan??" Tanya Dalza.
"Dia udah kelas 6... Dan test yang Juna maksud, test kelulusan." Ucap Axello membuat Dalza terkejut.
"Yah keknya Juna bakalan jadi miliader muda... Aku penasaran kelak seperti apa jodohnya, apakah dia bisa membuat Juna banyak omong." Ucap Azyan.
"Yah... Mario curiga Juna beneran anaknya bang Axe sama kak Layla atau bukan... Secara bang Axe nih orangnya sangar, kalo ngomong pedes... Terus kak Layla lemah lembut and ramah... Lah si Juna, dingin, gak banyak omong, susah dideketin." Ucap Mario.
"Apa kamu bilang hah?!" Ucap Axello tak terima membuat lainnya tertawa kecil.
"Ayo mas masuk." Ucap Inara membuat mereka menoleh. Ternyata Inara tengah bicara dengan Aaron. Axello menatap Dalza yang memberikan tatapan datar.
"Mas malu... Mending mas pergi aja." Ucap Aaron hendak pergi.
"Papa mau kemana??" Ucap Dalza membuat Aaron menghentikan langkahnya. Aaron membalikan badannya menatap Dalza yang berdiri diambang pintu.
Papa?? Sudah 6 tahun panggilan itu menghilang dan sekarang kembali lagi. Mata Aaron berkaca kaca dan memeluk putranya.
__ADS_1
"Maafin papa... Maaf sudah menekanmu... Papa sadar, kamu memang membutuhkan kebebasan... Maafinā"
"Dalza udah lama maafin papa." Ucap Dalza seraya membalas pelukan sang ayah. Inara tersenyum haru karena akhirnya hubungan keduanya membaik. Aaron pun ikut berkumpul dengan yang lain.
"Bang Aza, di panggil Adel tuh." Ucap Cinta.
"Kenapa dia tidak turunā" Ucap Dalza terpotong saat Layla dan Arasyah menarik Dalza pergi.
"Bang Aza yang peka... Adel pasti malu lah keluar, kan pengantin baru." Ucap Layla. Sesampainya dikamar, Layla dan Arasyah mendorongnya kemudian menutup pintu kamar.
"Abang jangan lupa dikunci ya!"
Bamm!!!
"Mereka kenapa??" Lirih Dalza seraya mengunci pintu kamarnya.
Dan saat membalikan badannya, dia terkejut melihat Adel yang berdiri tepat didepannya.
Gleg!
Dalza menelan ludahnya kasar melihat Adel yang terlihat sexy dengan lingerie berwarna hitam. Adel memojokan Dalza hingga tubuh mereka bersentuhan. Adel berjinjit menyamai tinggi Dalza meskipun masih kalah jauh.
"Om lupa malam ini malam apa... (Membelai leher sampai dada Dalza.) Istri udah siap dari tadi malah sibuk cerita." Ucap Adel. Adel membuka kancing kemeja suaminya hingga Dalza telanj*ng dada. Dalza menggertakan giginya tak tahan dengan godaan Adel.
Cup!!
Dalza dengan ganas menciumi bibir mungil Adel membuat Adel sendiri kualahan. Dalza merobek lingerienya dan langsung menerjang Adel tanpa ampun. Penantian yang tidak sia sia, akhirnya Adel milik Dalza seutuhnya. Semua itu karena... Cinta.
...š¹TAMATš¹...
...Yee dah tamat, terima kasih semua atas dukungannya... adek sayang kalianšā¤ā¤ Jangan sedih, ARJUNA (Berawal Dari Kesepakatan) akan menjadi pengganti cerita ini. Thor kapan di upnya?? BESOK!!! Catat baik baik ok, BESOK!!! Itu saja, sekali lagi terima kasih and sampai bertemu lagi besokšš¤...
...Adeline Salsabila...
__ADS_1
...Dalzavana Lanzo Syahreza...