
...🥀IBDT🥀...
Dan saat Ira di teras, Axello tampak menghampirinya. Ira berpura pura tidak melihat putra sulungnya itu namun Axello bersimpuh sembari memegangi tangan sang ibu.
"Lepasin mommy—"
"Mommy jawab Axe dulu... Dimana Layla mommy, Axe mohon." Ucap Axello.
"Mommy tidak tau." Ucap Ira hendak pergi namun Axello masih memegang tangan sang ibu.
"Axe mohon mom." Ucap Axello. Ira melepaskan tangan Axello kemudian menatap Mario yang berdiri disana.
"Mario, kalau Axe mengikuti aunty... Aunty menyalahkanmu." Ucap Ira kemudian pergi.
"Loh kok aku??" Ucap Mario.
"Mommy!! Mom—"
"Abang... (Menceghat Axello.) Abang disini aja." Ucap Mario.
"Tapi Lay—"
"Mending abang nungguin disini daripada abang nyusul dan malah gak diizinin ketemu sama mbak Layla." Ucap Mario membuat Axello terdiam.
Layla... Aku harap kamu kembali. Batin Axello sembari duduk di kursi yang ada di teras.
...🥀🥀...
Sesampainya di komplek Sindy. Ira buru buru langsung mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu. Berharap, Layla masih ada disana.
...Tok! Tok!! Tok!!! ...
__ADS_1
"Assalamualaikum." Ucap Ira. Tampak dari dalam terdengar seseorang menjawab salam.
...Cklekkk! ...
"Walaikumsalam... Maaf mencari siapa??" Tanya Sindy.
"Layla... Iya, apa Layla tinggal disini??" Jawab Ira.
"Layla... (Layla datang dengan dagangannya.) Itu Layla." Ucap Sindy sembari menujuk Layla. Ira tampak membalikan tubuhnya dan alangkah terkejutnya Ira melihat Layla yang terlihat kelelahan. Ira menahan air matanya saat Layla mendekat menghampirinya.
"Sindy mereka siapa??" Tanya Layla. Ira hendak menjawab namun suaranya terceghat lantaran dia meneteskan air matanya.
"Nyonya anda tidak apa apa??" Ucap Layla sembari memapah Ira. Ira tak menjawab dan langsung memeluk Layla. Yang mana membuat Layla menatap bingung.
"Ayo pulang." Ucap Ira.
"Maaf tante—"
"Tidak perlu bawa apapun, cukup kalian yang ikut." Ucap Ira.
"Bentar, Sindy masukin barang ini dulu." Ucap Sindy.
Ira pun menganggukan kepalanya pertanda setuju. Setelah Sindy memasukan barangnya, mereka pun masuk kedalam mobil. Selama perjalanan, Layla menatap Ira bingung. Pasalnya Ira terus meneteskan air matanya sembari menggegam tangannya erat seolah tak ingin Layla pergi.
Apa tante ini sahabat almarhumah mama?? Atau sahabat almarhum papa?? Batin Layla.
Semoga tante dan om ini tidak ada niat jahat... Aku khawatir jika Layla dan anaknya kenapa napa. Batin Sindy was was.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di vila mewah milik keluarga besar Syahreza. Layla tampak kagum dengan design vila megah dan mewah itu. Karena memang baru kali ini dia melihat vila sebesar itu. Dan begitu Layla keluar, Axello tampak menghampirinya membuat Layla terkejut.
Tuan Axe?? Batin Layla.
__ADS_1
"Layla... (Ace menceghat Axello mendekat.) Daddy... Daddy izinin Axe ketemu Layla bentar! Layla!! Layla!!!" Ucap Axello.
"Tante, Lay—"
"Jangan perdulikan... Ayo masuk." Ucap Ira sembari menarik tangan Layla ikut masuk bersamanya.
"Layla!!! Layla!!! Daddy... Daddy tega jauhin Axe sama anak dan istri Axe sendiri?? Please Dad, izinin Axe ketemu Layla." Ucap Axello memohon.
"Daddy akan bujuk mommy jika kamu tetap diam disini Axe... Percaya sama daddy." Ucap Ace membuat Axello terdiam. Ace pun masuk kedalam menyusul sang istri.
"Layla sayang, kamu ganti baju dulu ya... Tante mau turun kebawah dulu." Ucap Ira hendak pergi namun Layla menceghatnya.
"Tante... Jelasin semua ke Layla dulu... Tante siapa dan... Dan kenapa tuan Axe ada disini??" Tanya Layla. Ira tampak menggegam kedua tangan Layla sembari meneteskan air matanya.
"Aku... Aku ibu dari pria yang menyiksamu nak... Aku nenek dari anak yang kau kandung... Selamat datang di kediaman Syahreza, Layla menantuku." Ucap Ira membuat Layla membelakan matanya. Layla pun melepaskan genggaman tangan Ira.
"Layla mau pamit... Sindy ayo—"
"Kamu ingin seorang ibu ini dipenuhi dosa oleh anaknya nak?? (Layla terdiam.) Mommy akan membantumu membesarkan anak ini dan mommy... Tidak akan membiarkan Axello mengganggumu... Jika kamu tidak mau tidak apa, tapi ini demi bayi yang tengah kau kandung... Kamu tau, aku merasa tidak pantas menjadi seorang ibu saat melihat istri dari anakku sendiri bekerja saat dia sedang hamil... Jadi, mommy mohon... Terima tanda maaf mommy dengan mengurusmu dan calon cucu mommy." Ucap Ira sembari meneteskan air matanya.
Layla menundukan pandangannya sebelum akhirnya menganggukan kepalanya pelan. Ira tersenyum kemudian memeluk Layla. Sindy yang melihat kebahagiaan sahabatnya pun ikut tersenyum bahagia.
"Sayang kamu mandi dulu ya... Kamu ikut dengan aku, aku menyiapkan kamarmu disebelah kamar ini." Ucap Ira sembari mengajak Sindy pergi.
Setelah Sindy dan Ira pergi, Layla pun menangis seadanya. Dia menangis karena akhirnya nasib anaknya terjamin sekarang. Layla menghusap perut buncitnya dengan sangat lembut.
"Kita akan bahagia sayang." Lirih Layla dengan meneteskan air matanya.
...Grepp!...
"Eh??" Kejut Layla saat seseorang tiba tiba memeluknya dari belakang.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...