
...🥀IBDT🥀...
Di sebuah komplek kecil
Seorang wanita tengah duduk diteras sembari menghusap perutnya yang membesar. Dia tersenyum setiap kali janin dalam kandungannya menendang.
"Sayang, mama udah nggak sabar ketemu kamu... Sehat sehat selalu ya." Lirihnya.
"Layla!" Panggil wanita yang sebaya dengannya.
Iya, wanita hamil tadi tidak lain Layla. Sedangkan yang memanggil namanya itu tak lain Sindy sahabatnya yang telah menampungnya selama 3 bulan. Tampak Sindy mendekat dengan satu kantong plastik buah apel hijau ditangannya.
"Kamu tumben udah pulang?" Tanya Layla.
"Iya lagi pulang cepet... Gimana kata dokter?? Apa jenis kelaminnya??" Tanya Sindy antusias.
"Dia sehat... Dan jenis kelaminnya... Laki laki." Jawab Layla membuat Sindy tersenyum senang. Namun berbeda dengan Layla yang tampak sedih.
"Kamu kenapa terlihat sedih Layla??" Tanya Sindy.
"Aku takut Sin... Aku takut ketika dia dewasa dan menanyakan ayahnya... Apa yang harus aku jawab?? Jika aku menceritakan segalanya, dia pasti akan sangat membenci ayahnya... Tetapi jika tidak, dia selamanya akan diselimuti ketidaktenangan.... Itu yang aku khawatirkan Sin." Jawab Layla sembari air mata menetes.
"Jangan sedih Layla... Ada aku, sini sini peluk dulu." Ucap Sindy kemudian memeluk sahabatnya itu.
"Terima kasih ya Sin... Kalau bukan karena mu, aku dan anakku pasti terlantar." Ucap Layla.
"Lupakan itu, kita sahabat... Ayo masuk, bayimu sepertinya menendang tadi... Dia ingin memakan apel sepertinya." Ucap Sindy dan keduanya pun tertawa kecil.
__ADS_1
...Ckrekk! ...
Aku akan beri tau nyonya Ira. Batinnya kemudian pergi setelah mempotret Layla.
...🥀🥀...
"Aaaaa!!! Suamiku, Cinta hamil... Kita akan menjadi kakek dan nenek!" Ucap Ira sembari memeluk sang suami dengan wajah penuh kegembiraan. Tak lupa Ira menciumi menantunya pertanda dia bahagia.
"Ada kabar gembira apa nih?? Ikutan dong." Ucap Elvano yang mana mendapatkan jeweran dari Ira.
"Kamu ini darimana saja?!" Tanya Ira.
"Aw! Maaf tante... Aku orang penting, tentu saja sibuk." Jawab Elvano.
"Ada kabar apa mom??" Tanya Arasyah.
"Akhirnya aku bakalan jadi aunty... Selamat Cinta, dan welcome keponakan pertama ku." Ucap Arasyah yang mana membuat Ira terdiam.
Cucu pertama keluarga ini entah dimana... Mungkin sekarang sudah genap 7 bulan, aku harus menemukannya sebelum cucuku terlahir tanpa kehadiranku. Batin Ira.
"Mommy, gimana kalo kita bikin mini party... Yang dateng cuman orang orang terdekat aja kayak om Jack, om Gilang gitu mom." Usul Arasyah.
"Setuju! Oma pasti setuju soal ini." Ucap Mario.
"Itu—sebentar mommy angkat telefon dulu." Ucap Ira kemudian keluar dari kamar Cinta. Dirasa aman, Ira pun mengangkat telefonnya.
📞
__ADS_1
“Saya tau dimana keberadaan nona Layla.”
“Dimana?? Katakan Glo.” Ucap Ira.
“Saya akan shere lokasinya dengan foto nona Layla.”
“Baiklah.” Jawab Ira sebelum akhirnya mematikan sambungan telefonnya.
..._Tut_...
Beberapa saat menunggu, akhirnya Ira mendapatkan pesan dari Glo. Dan seketika mata Ira memerah menahan tangisan. Bagaimana tidak?? Ira membayangkan bagaimana sulitnya mengandung tanpa didampingi sang suami.
Kamu keterlaluan Axe!! Kamu membuat mommy malu! Batin Ira.
"Sayang... Sayang kamu kenapa nangis??" Tanya Ace.
"Kita ke kota B sekarang... Menantu dan cucu kita sedang menderita." Jawab Ira. Ace menghapus air mata istrinya sebelum akhirnya mengajaknya pergi.
"Mommy sama daddy mau kemana??" Tanya Arasyah.
"Menjemput menantu dan cucu mommy." Jawab Ira sebelum akhirnya pergi meninggalkan Arasyah yang terdiam.
Menantu dan cucu?? Siapa?? Batin Arasyah.
...🥀🥀🥀...
...Maaf part pendek, tugas menumpuk😭🙏🏻...
__ADS_1