IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Penderitaan Layla dan calon anaknya.)


__ADS_3

...🥀IBDT2🥀...


•Flashback on


Sekitar 3 bulan lalu, Axello mendatangi Yoshan Group untuk menagih hutang sebesar 1 Miliyar yang sudah lebih dari 1 tahun tidak dibayar. Melihat kedatangan Axello, tentu Bima Yoshan tampak ketakutan. Pasalnya, perusahaannya kini tengah dalam krisis dimana saham perbulannya menurun lebih dari 20%.


"Tuan muda Syahreza, silahkan duduk." Ucap Bima. Axello pun duduk berhadapan dengan Bima.


"Masih belum ada?? Aku juga manusia tuan Bima, kesabaranku juga ada batasnya." Ucap Axello dengan nada dingin.


"Tolong beri saya waktu tuan... Perusahaan ku sedang dalam krisis, saya sangat meminta tolong padamu." Ucap Bima memohon. Axello hanya berdecak kemudian mengisyaratkan pada anak buahnya untuk menangkap Bima.


"Tolong beri saya waktu tuan... Jika saya ditangkap, istri dan ketiga putriku tidak bisa mendapatkan nafkah." Ucap Bima membuat Axello meminta anak buahnya untuk melepaskannya.


"Kau memiliki tiga orang putri tetapi berhutang... Ck! Kau sungguh tidak menyayangi mereka." Ucap Axello. Bima hanya menundukan pandangannya.


"Tuan, bagaimana jika anda menikah dengan putri bungsu ku sebagai jaminan... Saya janji dalam waktu 6 bulan saya akan melunasi hutang saya." Ucap Bima.


"Kau bilang apa?! Menikahi salah satu putrimu?? Apa keuntunganku? Aku bahkan memiliki kekasih yang lebih cantik dari putri putrimu! Tangkap saja dia—" Ucapan Axello terjeda saat Bima bersimpuh di kakinya.


"Saya mohon tuan, putri bungsuku sama sekali tidak berguna... Jika kontrak ini berakhir, terserah anda akan membuangnya atau mempertahankannya... Saya mohon tuan... Saya mohon." Ucap Bima membuat Axello terdiam. Hubungannya dengan Emma sedikit tidak membaik dan tiba tiba dia mendapatkan tawaran menikah dari rekan kerjanya yang berhutang.


"Besok pagi, bawa putri tidak bergunamu itu kehadapanku! Kita pergi sekarang!" Ucap Axello kemudian pergi.


Keesokan paginya, Bima membawa Layla dihadapan Axello. Dan Axello membelakan matanya melihat wanita yang hampir mencelakakan Miera tengah berdiri dihadapannya. Begitu Bima pergi, Axello langsung mendudukan Layla agar bersimpuh di kakinya. Hilang sudah gelar Axello yang dikenal dengan sifatnya yang sangat menghargai dan juga sifat kemanusiaanya. Layla hendak bangun, namun tangannya justru diinjak oleh Axello.


"Wanita hina sepertimu memang pantas aku jadikan sebagai pemuas n*fsuku! Jika kau tidak berguna setidaknya tubuhmu berguna untukku." Ucap Axello.


"Bersihkan dia dan rias dia dengan MUA terbaik... Bawa dia KUA dan ingat, jangan sampai keluarga ku termasuk Emma mengetahuinya!" Ucap Axello pada pelayannya.


"Baik tuan." Jawab mereka serentak. Axello pun pergi ke KUA lebih dulu.


Apa aku sama sekali tidak berharga?? Bahkan ayah ku sendiri telah memberikanku pada pria kejam ini layaknya sampah. Batin Layla sembari menatap dirinya dari pantulan cermin.


Apa aku berlebihan?? Tidak! Ini salahnya karena hampir mencelakakan Miera!! Batin Axello.


Setelah resmi menjadi suami istri, Axello membawa Layla ke vila pribadinya. Axello membiarkan para pelayan merias Layla sesuai keinginannya. Sedangkan dia menunggu diluar.


"Nona, bisa anda pakai lingerie ini??" Tanya sang pelayan.

__ADS_1


"Apakah aku bisa menolaknya??? Tidak kan." Jawab Layla kemudian memakai lingerie yang sangat teramat menerawang.


Karena malu, Layla menutupi tubuhnya dengan jubah tidur kemudian membiarkan para pelayan kembali meriasnya. Dan saat itu Axello masuk kemudian menunggunya sembari duduk di sofa. Setelah selesai dirias, para pelayan pun pergi meninggalkan keduanya.


"Kemari." Panggil Axello tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Layla pun berjalan mendekat dan kini berdiri didepan Axello. Axello meletakan ponselnya dan melonggarkan dasinya. Dia menatap Layla yang tengah menunduk takut.


"Buka jubahmu!" Titah Axello.


Layla pun menurutinya dan membuka jubahnya perlahan. Axello yang tidak pernah melihat lekuk tubuh wanita itu tampak tidak percaya dengan keindahan tubuh Layla. Axello berdiri kemudian langsung menyerang Layla. Dan para pelayan sedikit ngeri saat mendengar teriakan Layla karena memang kamar Axello saat itu tidak ada peredam suara.


Selamat hari penyiksaan untukmu, Layla! Batin Axello.


Setelah kejadian itu, Axello memecat semua pelayannya dan membiarkan Layla yang mengurus vila megahnya sendirian. Dan Axello sebenarnya tidak tidur dikantor jika lembur. Tapi dia ke Vila dan bermalam dengan Layla juga tak lupa untuk menyiksanya.


•Flashback off


"Sayang!!" Ucap Emma begitu datang kemudian memeluk Axello.


"Katanya kerja, tau taunya di vila... Kamu bohongin aku ya??" Ucap Emma pura pura cemberut.


"Enggak sayang, metting di tunda jadi karena aku malas pulang aku memilih kesini... Ayo masuk." Ucap Axello. Dengan manja, Emma pun merangkul lengan Axello kemudian masuk kedalam vila.


"Dia pelayan ku sayang, dia mengambil alih kerja bik Winda... Kamu jangan khawatir, aku gak bakalan kegoda sama cewek jelek dan kampungan itu." Ucap Axello membuat Layla memejamkan matanya. Rasanya sakit tak berdarah. Namun, Layla sadar diri jika dia hanya istri kontrak tidak lebih.


"Bener juga... Eh cewek jelek!!" Panggil Emma.


"Iya nona??"


"Bikinin aku jus jambu sana!" Ucap Emma.


"Baik nona." Jawab Layla kemudian pergi.


"Sejak kapan kamu suka jus jambu sayang??" Tanya Axello.


"Bukan buat aku." Jawab Emma membuat kening Axello berkerut.


"Lalu??"


"Ntar juga kamu tau." Jawab Emma sembari tersenyum.

__ADS_1


Sayang, kamu sabar ya... Ada mama kok, mama pasti lindungin kamu. Batin Layla sembari menghusap perut ratanya. Setelah jadi, Layla pun memberikannya pada Emma.


"Terima kasih." Ucap Emma dengan senyuman manisnya. Layla pikir Emma akan meminumnya, namun nyatanya Emma menyiram jus itu dari ujung kepala Layla membuat Axello terkejut.


"Ups! Maaf, kau tidak apa apa kan?? Emm... Bisa tolong bersihkan bekasnya??" Ucap Emma.


Layla dengan tersenyum pun menganggukan kepalanya dan membersihkan bekas jus yang menetes ke lantai. Setelahnya, dia pun pamit untuk membersihkan diri.


Tahan sebentar lagi Layla, setelah 3 bulan kamu bisa pergi dengan anak yang ada dikandunganmu. Batin Layla tak terasa air matanya menetes.


"Sayang kenapa kamu melakukan hal itu??" Tanya Axello. Entah mengapa dia merasa tak suka dengan hal yang Emma lakukan barusan.


"Ish sayang, dia kan cuman pembantu... Jadi gak apa apa dong... Kita bobok siang yuk." Ajak Emma dengan puppy eyesnya.


"Ayo..." Ucap Axello kemudian mengajak sang ke kekasih ke kamarnya. Beruntung, Layla telah membereskan semuanya jika tidak mungkin akan terbongkar mengenai kontrak diantara mereka.


Dilain Sisi


Arasyah tampak menunggu kedatangan sang kekasih pujaannya. Siang ini, Elvano mengajaknya untuk makan siang bersama sekaligus jalan jalan bersama. Melihat wajah berseri seri dari sang kakak, Mario pun berdehem membuat Arasyah menoleh.


"Ciee yang mau pergi kencan." Ucap Mario. Yang mana membuat Arasyah gemas dengan tingkah si bontot dan menarik pipi Mario.


"Kak Ara!!"


"Hahaha!! Salah sendiri godain kakak, kalau iri pergilah sama pacar kamu." Ucap Arasyah membuat Mario mengecurutkan bibirnya kesal.


"Sayang... Maaf membuatmu menunggu." Ucap Elvano sembari mengecup kening Arasyah.


"Ekhem!!! Ekhem!!! Keselek bumi!" Ucap Mario membuat Arasyah dan Elvano tertawa kecil.


"Mario!!! Mario!!!" Panggil Inara.


"Iya mah!!! Dah calon penganten!" Ucap Mario kemudian pergi.


"Bisa pergi sekarang, princess??" Ucap Elvano. Dengan wajah memerah, Arasyah menganggukan kepalanya pelan. Mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi ke tempat yang sudah ditentukan.


Ara... Maafkan aku jika suatu saat aku harus pergi. Batin Elvano sembari menatap Arasyah yang tengah tertawa kecil.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


__ADS_2