IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Modusnya Ace


__ADS_3

... Berbahagialah meskipun tidak bersama dengannya🍃...


...🥀IBDT🥀...


"Berapa lama lagi sih ma?? Sampe marsha udah jadi janda nih aku nungguin!" Kesal Ace dari luar kamar.


"Marsha and the bear kok dibawa bawa sih!!!" Teriak Aiera tak terima.


"Waduh pawangnya miska dah ngamuk." Gumam Ace. Oh iya, Ace Farhan dan Aaron sudah selesai bersiap sedari tadi. Namun Ratih, Ira, Aiera, dan Inara masih belum selesai selesai.


"Loh Ace, temen papa udah nungguin tuh... Ayo turun, biarin para bidadari kesleo itu selesai." Ucap Farhan.


"Tapi pahh—"


"Kami udah selesai!!!!" Ucap Aiera dengan girangnya kemudian keluar dari kamar sang kakak diikuti Inara dibelakangnya.


"Pah Aiera cantik gak??" Tanya Aiera. Yang mana membuat Farhan tersenyum dan memberikan kecupan singkat pada kening Aiera.


"Putri kecil papa selalu yang paling cantik." Ucap Farhan membuat Aiera tersenyum bahagia. Sekilas Farhan menatap Inara dibelakang Aiera.


Dasar Aaron! Bisa bisanya dia menyentuh gadis cilik seperti Inara??!! Kalo Aiera tau dia pasti akan menyembelih Aaron. Batin Farhan.


"Lama menunggu??" Ucap Ratih yang keluar bersama sang menantunya.


Yang mana membuat Farhan menatap sang istri itu penuh cinta. Anggap saja muncul love di matanya karena saking kagum dengan sang istri. Tidak hanya Farhan, Ace juga sama. Dia menatap Ira tak berkedip sedikit pun.


"Cantik, jadi pengen nyium kamu!" Bisik Farhan membuat Ratih tersipu malu.


"Sudah, sudah... Ayo kita turun, tamu pasti sudah menunggu." Ucap Ratih.


"Ciumnya nanti aja pas dikamar." Goda Ratih kemudian mereka pun turun menemui para tetamu.



(Visual dekorasi resepsi pernikahan Ace dan Ira👆🏻.)


"Maaf membuat kalian menunggu, oh iya kenalin ini loh menantu ku." Ucap Ratih begitu bertemu dengan teman sosialitanya.


"Duh, she is so beautiful! What your name??" Tanya salah satunya.


"Zanna Kirania, panggil Ira aja tante." Jawab Ira sopan.


"Duh Rat, menantumu ini sopan banget... Jarang loh jaman sekarang anak muda bicara sopan ke orang tua." Ucapnya kagum.


"Kamu ini bisa aja Ros, ayo kita duduk... Biar enak ngobrolnya, sambil nungguin fotografer dateng." Ucap Ratih. Mereka pun duduk dan berbincang. Sama halnya Ira, Ace juga tengah berbincang dengan rekan bisnis sang ayah dan juga kedua sahabatnya. Namun, sesekali dia curi pandang pada Ira yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Hayo lo! Ketauan lo lagi curi kandang ke Ira." Ucap Jack.

__ADS_1


"Curi pandang b*go! Typo juga jangan g*blok amat." Ucap Gilang sembari menjitak kening Jack.


"Ya maap, typo dikit juga... Jadi, gimana reaksinya pas tau nikah sama lo??" Tanya Jack.


"Kesel gitu, apalagi tadi pagi dia bentak gua coba??" Jawab Ace tampak kesal.


"Ya kali aja dia masih inget kejadian waktu itu." Ucap Gilang.


"Ya elah, itu kejadian dah lama banget kali... Masa masih ungkit soal itu, kurang kerjaan amat dah." Ucap Ace sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Ace!!! Cepetan sini, fotografernya udah dateng." Panggil Ratih.


"Iya mah! Yuk kita foto." Ucap Ace.


"Stress! Lo itu nikah sama gua atau Ira?!! Gak guna gelar dewa pengetahuan lo! Sono pergi!!" Ujar Gilang sambari mendorong Ace.


"Tega!" Ucap Ace kemudian pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang tertawa kecil.


"Abang lama banget sih! Untung make up Aiera gak luntur!" Ucap Aiera kesal.


"Ya elah telat dikit juga." Ucap Ace.


"Ira sama Ace di tengah... Papa disebelah kiri mama dikanan... Inara sama Aiera disini." Ucap Ratih seolah dia ahlinya.


"Lah aku dimana ma??" Tanya Aaron.


"Sudah siap??? Tuan Farhan agak lebih dekat lagi... Pengantinnya juga mendekat sedikit." Ucap sang fotografer. Ira pun mendekatkan dirinya.


"Lebih dekat lagi nona." Ucapnya lagi. Yang mana membuat Ace jengah dan melingkarkan salah satu tangannya pada pinggang Ira membuat Ira sedikit terkejut.


"Nah, jangan lupa smile." Ucapnya.


Ckrekkk!!


Ckrekkk!!!


Ckrekkk!!!!


"Sekarang bridesmaid sama pengantinnya aja ya... 1... 2... 3!" Ucapnya.


Ckrekkk!


Ckrekkk!!


"Kakak tinggal pengantinnya aja... Ambil foto yang banyak ya, sebanyak dosanya bang Ace." Ucap Aiera membuat para tetamu tertawa kecil.


"Biar mama yang atur posenya." Ucap Ratih kemudian mengarahkan kedua tangan Ace pada pinggang ramping Ira sedangkan kedua tangan Ira berada ditengkuk Ira. Ada jarak?? Tentu tidak para pemirsa! Kini kedua hidung mereka saling bersentuhan.

__ADS_1


Ckrekkk!!


Ckrekkk!!!


"Mama posenya bang Ace cium kening kakak ipar!!! Pasti romantis!" Ucap Aiera.


Adek berbakti! Batin Ace sembari tersenyum menatap Aiera. Berbeda dengan Ira yang hanya tersenyum paksa.


"Gak usah deg degan, inget kita udah halal!" Bisik Ace sensual seolah menggoda Ira.


Ckrekkk!


Ckrekkk!!


Ckrekkk!!!


Akhirnya berakhir. Namun bukan hanya itu penderitaan yang Ira alami. Dia terpaksa bergandengan dengan Ace saat menyapa para tetamu. Bahkan dengan modal dusta Ace mencium kening dan pipinya seolah bukti Ace mencintai Ira. Padahal... Enggak! Enggak salah maksudnya😂


Dilain sisi, Farhan melihat Inara ditinggal sendiri oleh Aiera. Dan ini kesempatan untuknya berbicara mengenai hal itu pada Inara.


"Inara." Panggil Farhan membuat Inara menoleh.


"Iya om??" Ucap Inara sembari berjalan mendekat.


"Ikut om bentar, om mau bicara penting ke kamu." Ucap Farhan. Dan dengan patuh, Inara membuntuti Farhan. Hingga ditempat yang agak sepi, Farhan pun menatap Inara.


"Om minta maaf." Ucap Farhan tiba tiba membuat Inara kaget.


"Minta maaf soal apa om??" Tanya Inara bingung.


"Aaron... Dia udah cerita ke om semuanya, dan om mint—"


"Udah om... Om gak usah minta maaf, dan masalah itu... Please Inara minta jangan bilang ke siapa siapa... Bilang ke kak Aaron anggap semua ini gak terjadi, Inara pamit!" Ucap Inara tegas kemudian pergi.


"Loh... Biasanya bakalan minta tanggung jawab, lah ini malah pergi." Lirih Farhan menatap Inara bingung.


Kak Aaron pengennya apa sih?!! Aku kan udah minta buat lupain, apa susahnya sih! Lagian siapa yang mau nikah sama om om kek dia, dih! Umpat Inara.


"Nara kamu darimana?? Kok kesel gitu??" Tanya Aiera.


"Oh enggak... Tadi aku kira supir mama yang jemput ternyata tamu papa kamu." Jawab Inara berbohong. Berdusta. Tidak jujur. Ya sama ajalah ya🙂 Ok skip.


"Ih pokoknya kamu nginep disini! Gak nginep bukan temen!" Ucap Aiera.


"Ya... Ya udah deh kalo gitu, tapi kan besok harus berangkat pagi... Kamu kan ada jadwal piket." Ucap Inara. Yang mana membuat Aiera memeluk sahabatnya.


"Duh Nara aku perhatian banget sih... Jadi cayang!!!" Ucap Aiera dan seperti biasa keduanya tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2