
...Jangan membuat orang lain ikut tertawa dengan keberhasilanmu, karena orang lain belum tentu ikut bahagia dengan keberhasilanmu. ...
...🥀IBDT🥀...
"Tumben sepi, yang lain kemana ma??" Tanya Ace.
"Papa udah berangkat sama Aiera, dan Aaron sama Nara masih tidur... Jangan ganggu, biarin mereka berdua." Jawab Ratih seolah membaca pikiran Ace.
"Ya elah, baru niat mama udah tau duluan." Ucap Ace kemudian memakan sarapannya.
"Kalian beneran kan cuman 3 hari??" Tanya Ratih.
"Iya mama... Cuman 3 hari kok, lagian menantu kesayangan mama juga gak bakalan ilang." Jawab Ace dan mendapatkan jitakan dari Ratih.
"Berani hilangin menantu mama?? Mama potong kaki kamu." Ucap Ratih dengan tatapan tajamnya.
"Ace kan bercanda, pake dijitak segala." Kesal Ace sembari mengecurutkan bibirnya kesal.
Haha, mama Ratih berlebihan. Batin Ira.
Sedangkan dengan Inara, dia masih terlelap dalam tidurnya dan Aaron sudah rapi dengan baju kantornya. Karena pergerakan Aaron membuat Inara terbangun. Yang dia rasakan begitu adalah tubuhnya terasa sedikit berat. Dan iya, perutnya sedikit membuncit. Kandungannya mulai terlihat sekarang. Sadar Inara bangun, Aaron menoleh.
"Kau sudah bangun?? Mandilah, sudah aku siapkan air hangat untukmu... Sebentar lagi Mine—maksud ku gurumu akan segera datang." Ucap Aaron.
Inara tak meresponnya dan memilih langsung ke kamar mandi. Dan seperti biasa, Aaron hanya menghela napas panjang kemudian bersiap untuk berangkat. Sejenak Inara bercermin dan menatap perutnya.
"Perasaan semalam tidak sebesar ini? Untung Rara belum lihat, kalo lihat pasti banyak omong." Lirih Inara kemudian melepaskan satu per satu piyamanya. Dan mulai berendam di bath up dengan air hangat yang Aaron sudah siapkan.
**Kau sudah bangun?? Mandilah, sudah aku siapkan air hangat untukmu.* ~Aaron*.
Padahal aku ketus ke dia, tapi dia selalu perhatian dan sabar ngehadepin aku. Batin Inara sembari menghusap perutnya lembut.
**Bisakah kamu menganggapku sebagai suamimu??* ~Aaron*.
"Gak... Nggak! Inara jangan pikirkan hal itu... Tapi, om itu manggil bu Jas dengan sebutan Mine... Apa jangan jangan mereka berdua berpacaran?? Huh! Apa peduliku." Lirih Inara kesal sendiri.
...Tok. Tok. Tok. ...
"Nara sayang kamu didalam??" Tanya Ratih dari balik pintu.
"Iya ma." Jawab Inara.
"Ok sayang, mama tunggu disini ya... Cepetan." Ucap Ratih.
"Iya ma... Emang ada apa ya??" Lirih Inara. Dia pun membersihkan diri dan memakai handuk kimononya.
...Cklekk! ...
"Nah keluar juga... Wah sayang! Perutmu mulai terlihat, astaga sebentar lagi aku akan menjadi nenek." Ucap Ratih tersenyum gembira. Dia pun menuntun Inara untuk duduk disampingnya.
"Aaron bilang kamu sudah 4 bulan... Benar??" Tanya Ratih. Inara menganggukan kepalanya sebagai respon.
__ADS_1
"Nah mama mau adain hajatan sama berkunjung ke panti, kamu mau kan sayang??" Ucap Ratih dengan puppy eyes nya.
"Sekarang ma??" Tanya Inara.
"Iya sayang, tenang mama udah minta izin ke guru kamu kok jadi... Kamu siap siap, kita akan ke panti sekarang." Jawab Ratih.
"Cuman kita berdua ma??" Tanya Inara.
"Iya... Soalnya Ira nginep di rumah ibunya terus Aiera pergi, gak apa apa kan??" Jawab Ratih.
"Kalau gitu, Inara siap siap dulu ya." Ucap Inara sembari berjalan menuju ke walk in closet.
"Aaaa, astaga... Calon cucu ku akan segera hadir... Untung saja Inara hamil, jika tidak sampai kapan pun aku tidak akan mendapatkan cucu... Huh! Mengecewakan, tidak apa rumah ini akan ramai sebentar lagi." Ucap Ratih.
"Udah yuk ma." Ucap Inara. Ratih pun menggandeng Inara dan mengajaknya pergi.
Karena memang di keluarga Syahreza selalu menyelenggarakan hajatan saat menantu atau anak mereka hamil usia 4 dan 7 bulan. Ditambah acara memberikan bantuan kepadanya anak yatim piatu di sebuah panti asuhan.
...🥀🥀...
Sedangkan dengan Ira dan Ace tengah berada dalam perjalanan menuju ke rumah bude Ira karena memang ibu dan neneknya tinggal disana. Ira senang karena sebentar lagi bisa bertemu dengan kedua orang tuanya. Namun dia sedikit kesal saat Ace enak enakan main game sembari tiduran dipangkuannya dan meminta Ira untuk menghusap kepalanya. Tentu saja Ira kesal dan merasa pegal.
"Ira." Panggil Ace.
"Hmm?"
"Bulan madu ke Prancis yuk." Ucap Ace.
"Nggak mau."
"Nggak mau."
"Singapura deh."
"Nggak mau."
"Bali?"
"Bali??" Tanya Ira. Tampak Ace mendongak menatap Ira.
"Iya, gimana?? Mau gak??" Tanya Ace.
"Nggak mau." Jawab Ira membuat Ace cemberut dan kembali memainkan gamenya.
"Buat apa bulan madu toh, kalau hutang bude udah lunas kita juga cerai." Ucap Ira dan tentu membuat Ace bangkit dari posisinya dan menatap tajam Ira.
"Lo bener bener ya... Gua bilang lupain hal itu! Lo itu emang tukang ngungkit ngungkit... Masalah SMA diungkit, masalah awal nikah di ungkit, mau lo apa si hah?!!" Ucap Ace dengan luapan emosinya.
"Harusnya Ira yang nanya maksud Ace apa bikin Ira jadi bahan taruhan?? Kan banyak cewek lain! Kalo taruhan itu gak terjadi, Ira gak bakalan benci sama Ace!" Ucap Ira dan mendapatkan tatapan tajam dari Ace.
"Ungkit terus ra! Gua udah bilang minta maaf kan ke lo, tapi—"
__ADS_1
"Ira udah maafin tapi hati Ira masih sakit dan itu gak bakalan sembuh gitu aja." Skak mat! Ace terdiam seribu bahasa.
Toh, Ace sendiri tidak mengira jika wanita taruhannya justru menjadi istrinya. Ace mendengus kesal dan kembali tiduran dipangkuan Ira. Hingga perlahan dia terlelap dipangkuan sang istri.
Apa gua harus bilang kalo sekarang gua bener bener cinta ke lo, biar lo maafin gua Ra?? Batin Ace.
Kan diem... Padahal rasa sakit Ira bisa diobati kalo Ace bilang cinta ke Ira tapi nyatanya enggak. Batin Ira. Suasana hening bahkan sampai didepan rumah budenya.
"Iraa! Ibu kangen banget sama kamu sayang." Ucap Anadita sembari memeluk putri tercintanya.
"Ira juga kangen sama ibu." Jawab Ira. Tak lupa Ira dan Ace menyalami bude pakde nenek dan Ernitta.
"Mama Ratih izinin Ira nginep disini, tapi cuman 3 hari." Ucap Ira tampak sedih.
"Gak apa apa sayang, pasti Ratih gak bisa jauh dari kamu." Ucap Anadita.
"Anu bu, kamar Ira mana??" Tanya Ace.
"Oh kamu pasti lelah ya, ayo biar ibu anter." Jawab Anadita kemudian mengantar Ace ke kamar Ira. Begitu sampai, Ace langsung tiduran membuat Anadita menggelengkan kepalanya pelan.
(Visual kamar Ira👆🏻.)
Enak juga buat tiduran... Duh capeknya. Batin Ace.
"Kayaknya suami kamu kecapekan." Ucap bude pada Ira yang tengah membantunya memasak.
"Udah biarin aja bude, dia biasa gitu." Jawab Ira.
"Hahaha, kalian ini lucu ya... Oh iya besok bude sama ibu kamu mau ke kebun, mau ikut?? Sekalian nanti tanya sama suami kamu mau ikut apa nggak?" Tanya Bude.
"Yes, udah lama gak ke kebun... Palingan Ace gak bakalan ikut Bude, dia kan anak kota." Jawab Ira yang mana membuat Bude menggelengkan kepalanya pelan.
"Ira!!!" Panggil Ace membuat Ira memejamkan matanya kesal.
"Kenapa??" Tanya Ira.
"Kesini bentar!" Jawab Ace. Ira menatap budenya dan budenya pun menganggukan kepalanya.
"Iya tunggu." Ucap Ira kemudian menuju ke kamarnya. Dan dia memalingkan wajahnya saat melihat Ace bertelanjang dada.
"Kenapa gak di pake bajunya?!"
"Gerah... Udah pijitin punggung gua, pegel banget dah... Tuh pintunya jangan lupa ditutup." Jawab Ace.
Ira hanya menghela napas panjang dan menutup pintunya. Setelahnya dia pun menghampiri Ace dan tangan lentiknya mulai memijit pelan punggung kekar Ace. Wajahnya merona kala melihat bekas cakaran di punggung Ace dan Ira tau itu karena ulahnya.
Pijatan yang Ira berikan membuat Ace mengantuk dan perlahan tertidur pulas. Sadar Ace tertidur, Ira pun mengambilkan selimut dan menyelimuti Ace.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
...Pantengin terus ya, niatnya mo langsung update 5 bab tapi sinyal nggak mendukung jadi harus bertahap... Maaf bikin kalian kecewa🙂 ...