
...🌹Love Story Dalzavana🌹...
Beberapa hari kemudian
Dalza tampak memasukan pakaiannya kedalam koper. Dibantu oleh Thomas dan Zeno yang menemani Tari juga Zoya bermain.
"Kenapa kamu memilih waktu sepagi itu??" Tanya Thomas.
"Tidak apa... Adel belum mengetahui mengenai paketku setiap hari kan??" Ucap Dalza.
"Belum... Tapi, ada pria lain saat kau membayar kurirnya." Jawab Thomas membuat Dalza menoleh.
"Siapa??"
"Kurang jelas... Dia memakai masker."
Dalza hanya menghela napas. Dia berpikir positive mungkin saja, itu hanya orang asing. Dalza menatap kotak berwarna hitam dan silver itu. Itu hadiah yang dia siapkan untuk Adel malam nanti.
"Aku pergi seben—"
"Ke apartment Adel?? Ingin menjelaskan mengenai perselingkuhan pacarnya?? Sebaiknya jangan Za... Bisa saja kau sendiri yang akan tersakiti nanti." Ucap Thomas. Dalza tampak memakai jaketnya.
"Itu tidak apa Thom... Daripada Adel yang tersakiti oleh pria br*ngsek itu." Jawab Dalza.
"Aku temani." Ucap Thomas. Dalza menghela napas panjang dan menganggukan kepalanya.
"Ayah mau kemana??" Tanya Tari.
"Ayah pergi bentar ya sayang... Kamu sama Zoya dan om Zeno dulu ya." Jawab Thomas.
"Oke yah!"
"Zen, gua titip anak gua ya."
"It's ok! Hati hati dijalan." Jawab Zeno.
Keduanya pun menuju ke apartment tempat Adel tinggal. Pria br*ngs*k yang Dalza maksud adalah Arsa. Dia berpacaran dengan Adel hanya untuk kepentingannya sementara dia menghamili wanita lain. Dan Dalza berharap Adel mempercayainya. Baru keluar dari dalam mobil, Arsa keluar dari apartment. Arsa memutar bola matanya malas menatap Dalza.
"Om... Om... Udah berapa kali sih gua bilangin, Adel gak bakalan percaya sama om... Dia itu cintanya ke gua bukan ke om!" Ucap Arsa.
"Kau benar benar tidak tanggung jawab kepada wanita itu??"
__ADS_1
"Aku memberikannya uang... Salah dia sendiri masih perawan." Ucap Arsa dengan entengnya.
Bugh!!!
Dalza memukul Arsa membuat Arsa tersungkur.
"Semua ucapanmu, sudah ku rekam... Kita lihat apakah—"
"ARSA!" Pekik Adel. Dia pun membantu Arsa bangun.
"Sayang, bibirmu berdarah." Ucap Adel menatap emosi Dalza.
"Mau om apa?!" Ucap Adel seraya mendekat.
"Adel, kemarin kau meminta buktinya kan sekarang—"
PLAKKKKK!
Tamparan keras mendarat pada pipi Dalza membuat Dalza terdiam. Adel mengambil paket yang Dalza kirim. Dia mengetahuinya dari Arsa.
"Adel udah bilang berapa kali sih om?!!! SADAR DIRI!!! Om bukan siapa siapa Adel, temen bukan... Sahabat bukan... Apalagi saudara... Berhenti urusin hidup Adel deh om!!! Gara gara om, papa sama mama mati... Om itu cuman bawa bencana tau gak! Pantesan aja suka sama daun muda, toh tampang doang tapi gak laku laku."
Brukh!!
"Adel gak butuh itu!!! PERGI!!!! Kalo perlu, gak usah balik lagi sampai kapan pun!" Bentak Adel. Dalza menghela napas, menatap gadisnya yang terlihat emosi.
"Sebelum pergi... Aku ingin tanya satu hal, apa kamu tidak mencintaiku Del?—"
PLAKKK!!!
Bukan jawaban yang Dalza terima. Justru tamparan keras dari Adel. Yang mana membuat Kiera menutup mulutnya saking terkejut.
"NAJ*S!!! PERGI SANA!!!!!" Ucap Adel seraya mendorong Dalza.
Lagi lagi Dalza hanya menghela napas panjang, dia pun pergi. Tampak Arsa tersenyum melihat kepergian Dalza.
"Adel, udah yah tenang... Mending kamu obatin kak Arsa... Kasihan dia." Ucap Kiera menenangkan. Adel menghela napas dan membantu Arsa berjalan ke apartemennya.
"Bagai—Dalza... Mukamu merah, Adel menamparmu??" Tanya Thomas. Dalza tersenyum meskipun hatinya tidak.
"Ah tidak masalah, dia melampiaskan emosinya... Dan sekarang aku tau kenapa Adel sangat membenciku... Pasti Aaron mengatakan jika aku membunuh tuan Haven dan istrinya... Padahal aku tidak tau kapan mereka meninggal." Ucap Dalza membuat Thomas merasa bersalah.
__ADS_1
"Jadi bagaimana?? Tetap memberikan Adel kejutan??" Tanya Thomas.
"Aku yakin pasti Arsa memberikannya lebih dulu... Thom, tolong berikan hadiah itu pada Adel ya, aku berangkat jam 1 pagi jadi berikan saat itu... Kau tidak perlu mengantar ku ke bandara... Tidak masalah jika dia langsung membuangnya, asalkan kamu sudah memberikannya... Tapi... Aku berharap dia menerimanya sebelum aku pergi." Jawab Dalza.
"Baiklah." Ucap Thomas.
Mencintai tidak harus memiliki... Mencintai tidak harus memiliki. Batin Dalza menguatkan hatinya. Saat itu ponsel Thomas berdering. Ternyata ada pesan masuk.
💬
Nyonya Inara: Thom, kau di kota Y kan?? Pukul 1 pagi nanti jemput aku di bandara... Aku dan menantuku datang mengecek beberapa butik disana.
Thomas tersenyum membacanya tanpa Dalza sadari. Dia menatap Dalza yang tengah melamun sembari menatap pemandangan luar dari kaca jendela mobil.
Saatnya menyatukan ibu dan anak... Untuk ini aku harus meminta bantuan Zeno. Batin Thomas.
💬
Me: Baik nyonya.
Sesampainya di apartemen miliknya. Dalza pamit untuk mandi, sedangkan kedua sahabatnya menunggu di ruang tamu. Dan untuk Tari juga Zoya mereka tidur di kamar tamu. Mungkin karena lelah bermain. Dan saat itu menjadi kesempatan Thomas meminta bantuan Zeno.
Cklekkk!
Dalza membuka pintu kamarnya dan kembali menutupnya. Tak lupa menguncinya dari dalam. Dalza menatap sekilas kotak berwarna hitam dan silver itu. Dalza mengambil handuk kimononya dan hendak masuk kedalam kamar mandi. Namun, niatnya dia urungkan. Dia lupa memasukan fotonya bersama Inara, Mario, Axello, Azyan dan Arasyah saat lulus SMA dulu. Sejenak dia menatap foto tersebut.
*Papa waktu itu kasih Dalza 2 pilihan kan?? Jauhi Adel, atau marga Syahreza dihapus... Dalza gak bisa kalo jauh dari Adel pa, jadi mulai detik ini... Aku bukan Dalzavana Lanzo Syahreza... Tapi Dalzavana!!!*
Tes!
Air matanya menetes mengenai foto tersebut. Kali ini bukan hanya setetes, tapi Dalza meluapkan kesedihannya. Air matanya mengalir deras.
Aku tidak bisa jauh dari Adel.... Dan sekarang aku harus menjauh darinya... Adel yang memintanya... Maafin Dalza yah ma, gara gara keegoisan Dalza mama jadi sakit sakitan... Aaron salah, bukan Adel yang tidak pantas untukku... Melainkan aku yang tidak pantas untuknya. Batin Dalza sembari menangis.
Dalza memang mirip dengan Aaron, jika sedih akan menanggungnya sendiri namun jika bahagia akan berbagi dengan yang lain. Bagaimana pun keduanya anak dan ayah kan??
🌹🌹🌹
...Bentar lagi nak tamat nih, tapi jangan sedih... Ntar adek bikin cerita tentang kisah cinta Arjuna... Adek udah siapin semua, jadi jangan lupa baca ya sayangnya Adek😍💕😚...
...COMING SOON!!! ...
__ADS_1