
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀IBDT🥀...
Sesampainya di rumah Inara
Inara langsung keluar dari mobil tanpa banyak bicara. Meskipun dengan langkah tertatih. Beruntung ibu ayah dan kakaknya sedang pergi jadi tidak akan mencurigainya. Dan itu membuat Aaron menghela napas panjang.
Mungkin dia masih marah... Aku harus sabar menghadapinya. Batin Aaron kemudian menjalankan mobilnya pergi.
Begitu sampai di rumah besarnya, tampak Aiera tengah berdiri di teras dan menatap tajam Aaron. Dan Aaron pikir Inara sudah memberitau semuanya pada Aiera saat bertelefonan tadi.
"Abang—Aduh!! Aduh!!" Pekik Aaron saat Aiera tiba tiba menjewer telinganya.
"Abang gimana sih, Aiera pikir abang apa apain Inara karena gak pulang semalem... Ternyata abang pergi habis nganter Inara, pergi kemana??!" Tanya Aiera dengan suara melengkingnya.
Inara tidak memberitaukan hal itu?? Batin Aaron.
"Abang ketiduran di kantor... Maaf, udah abang mau masuk... Ace sama mama udah pulang??" Tanya Aaron.
"Bang Ace jadwal kampusnya sore... Dia lagi main ps sama kak Jack dan kak Gilang di kamar... Kalo mama belum pulang." Jawab Aiera. Aaron menganggukan kepalanya mengerti dan mengajak Aiera masuk.
"Arghh!!! B*ngs*t!!! Kok gua kalah lagi?!!" Kesal Gilang sembari membanting stick psnya diatas karpet bulu.
"Hahaha!!! Dah nasib, Ce dimana lagi nih kita coret??" Tanya Jack.
"Dada aja... Di dada kan belom." Jawab Ace. Jack pun mencoret dada Gilang. Dari sekian coretan, Gilang paling banyak karena dia yang terus terusan kalah.
"Arghh sialan!" Umpat Gilang membuat keduanya tertawa.
"Cie marah... Utututu." Ucap Jack sembari merangkul Gilang.
"Utututu pala lu! Dahlah gua mo cuci muka." Ucap Gilang sembari pergi menuju ke kamar mandi.
"Jadi Ce, lo terima perjodohan ini??" Tanya Jack.
"Menurut lo?? Gua masih sayang nyawa jadi terima ajalah." Jawab Ace.
__ADS_1
"Hahaha!! Baru inget soal bokap lo, lo udah tau ceweknya kek gimana??" Tanya Jack penasaran.
"Belom, palingan ntar pas mama pulang kasih tau." Jawab Ace. Jack pun menganggukan kepalanya paham.
"Oh iya, ntar pas malam pertama gua sama Gilang bakalan gangguin lo." Ucap Jack sembari mengedipkan sebelah matanya pada Ace.
"Idih! Silahkan aja kalo mo liat ntar juga iri sendiri." Jawab Ace membuat Jack terdiam.
Ting!
"Ace kamu didalem??!" Tanya Aaron dari balik pintu.
"Iya bang kenapa?!!" Jawab Ace.
"Keluar bentar bantuin abang, Jack sama Gilang ajak sekalian." Ucap Aaron.
"Oh oke... Yok Jack kita beramal, siapa tau dapet golden ticket ke surga." Ucap Ace. Jack hanya menganggukan kepalanya malas dan mengikuti Ace.
"Nah bagus... Pindahin pot ini ke sana." Ucap Aaron.
"Kan ada tukang—"
"Bang!"
"Hmm??"
"Tengkuk abang kenapa?? Kok ada bekas cakaran??" Tanya Ace yang mana membuat Aaron menyentuh tengkuknya.
Jangan jangan Inara yang mencakarku semalam?? Batin Aaron.
"Oh ini, cuman—"
"Jangan jangan abang semalem gak pulang karena berantem yah... Hayo ngaku!" Ucap Ace. Untunglah dia tidak menggunakan otak m*sumnya saat ini.
"Sedikit urusan! Udah angkat, ntar abang pinjemin black kard." Ucap Aaron. Membuat mata Ace berbinar.
"Beneran??"
"Batasnya 100jt!"
"Woke bang, yok Jack... Ntar gua traktir." Ucap Ace.
__ADS_1
Tampak keduanya dengan semangat memindahkan pot tersebut. Sedangkan Aaron kembali ke kamarnya. Dia membuka kaos nya dan sedikit melihat tengkuknya yang ada bekas cakarannya. Pantas saja terasa perih. Tidak hanya tengkuk ternyata punggungnya juga.
Sepertinya aku memang pria br*ngs*k! Umpat Aaron sembari tersenyum nanar.
Dia menatap ponselnya dan berinisiatif mengechat Inara. Namun hanya dibaca dan tidak dibalas. Mungkin Inara masih marah dengannya. Penasaran dengan Inara, dia pun menelefonnya. Namun lagi lagi ditolak bahkan sampai 4 kali.
Tidak apa, mungkin akan aku bicarakan hal ini saat dia sudah tidak marah lagi. Batin Aaron. Aaron kembali memakai kaosnya dan keluar dari kamarnya.
"Loh mama udah pulang." Ucap Aaron melihat Aiera tengah duduk bersama dengan Ratih.
"Barusan... Ace mana??" Tanya Ratih.
"Di taman belakang lagi mindahin pot." Jawab Aaron.
"Suruh dia kesini bentar... Aiera gimana calon kakak ipar kamu??" Tanya Ratih sembari memperlihatkan foto Ira diponselnya.
"Cantik ma, Aiera suka... Aiera boleh ketemu gak ma??" Jawab Aiera.
"Boleh, lusa kita kesana lagi sama papa sekalian." Ucap Ratih.
"Yey!! Ntar Nara diajak juga yah ma." Ucap Aiera membuat Aaron terdiam. Ratih tersenyum sembari menganggukan kepalanya pelan.
"Tumben gak sama Inara??" Tanya Ratih.
"Dia bilang masih capek gegara prom, ntar sore juga kesini kok ma." Jawab Aiera.
"Abang black kard, loh mama udah pulang??" Ucap Ace.
"Udah—"
"Tante calon istrinya Ace mana?? Kita mo liat." Ucap Jack dan Gilang. Yang mana membuat Ratih menggelengkan kepalanya pelan dan memamerkan foto di ponselnya.
Hening...
Satu Detik.
Dua Detik.
Tiga Detik.
"Hahahahaha!!!!!"
__ADS_1