IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Wanita Simpanan Axello)


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


"Sarapan udah siap, Ara panggil Azy sama abang kamu sana... Mario panggil Elvano." Ucap Ira.


"Kak Elvano tadi pagi udah pergi aunty, katanya ada rekannya dari Italia jadi harus pergi." Ucap Mario sembari duduk disamping Rangga.


"Gitu toh, ya udah Ara panggil mereka... Jangan lupa menantu mommy juga." Ucap Ira.


"Oke Mom." Jawab Arasyah kemudian pergi menuju ke kamar saudaranya.


"Abi... Kan tadi ada telefon udah sana berangkat." Ucap Aiera.


"Nah mulai lagi Umi." Lirih Rangga kemudian memakan sarapannya. Tentu membuat Ira dan lainnya menggelengkan kepalanya melihat pasutri yang tak bisa dipisahkan itu.


"Umi ikut lagi ya... Bentar kok." Rengek Devano namun diabaikan oleh Aiera yang mengambil sarapan.


"Umi..." Rengek Devano. Aiera yang kesal itu menyuapi roti bakar pada sang suami membuat suaminya mengecurutkan bibirnya kesal.


"Morning kesayangan ku!! Dimana menantu dan si tampan penggila pekerjaan itu?!!" Tanya Ratih.


"Kak El udah pergi oma, oma sih telat." Ucap Mario.


"Begitu ya... Lalu dimana menantu ku??—" Tanya Ratih terjeda saat melihat Azyan menuruni dengan menggendong Cinta ala bridal style.


"Aaaa!! Lihatlah cucuku ini... Duduklah sayang, (Cinta duduk dibangku.) Biar oma menyajikan sarapan untukmu." Ucap Ratih.


"Cinta sendir—"


"Jangan membantah ok??" Ucap Ratih. Cinta pun pasrah dan membiarkan Ratih menyiapkan sarapan untuknya.


"Cinta sayang, kamu baik baik saja??" Tanya Ira.


"Ekhem... Cinta baik mom." Jawab Cinta. Yang mana membuat Ira menganggukan kaku.


Wajah Cinta pucet banget kayak pas... Jangan jangan?! Batin Arasyah menatap Cinta.


...Brakhh! ...


"Cinta!" Pekik mereka saat Cinta jatuh pinsan. Dengan sigap, Azyan menompang tubuh Cinta.


"Cinta... Cinta..." Ucap Azyan sembari menepuk pelan pipi Cinta.


"Azy bawa cinta ke kamar, Ara panggil dokter Zahwa." Ucap Ira. Azyan pun menggendong Cinta dan membawanya kembali ke kamar.

__ADS_1


"Apa lagi yang Azy lakukan pada Cinta??" Lirih Axello.


"Mah, Axello berangkat dulu ya." Pamit Azyan.


"Iya sayang, hati hati dijalan." Jawab Ira. Axello pun pergi sedangkan Ira menyusul yang lainnya di kamar Azyan.


Semoga Cinta baik baik saja. Batin Ira. Azyan menidurkan Cinta dikamarnya. Beruntung dia telah menata kamarnya yang tadinya berantakan, jika tidak akan banyak pertanyaan dari Ratih dan Ira tentunya.


"Cinta... Perasaan kemarin Cinta sehat sehat aja, kamu apain menantu oma??" Tanya Ratih sembari menatap tajam Azyan.


"Cuman main 8 jam kok oma." Jawab Azyan santai membuat Ace memukul punggung Azyan.


8 jam kali dua. Batin Azyan.


"Wow mengalahkan rekorku." Ucap Aaron dan mendapatkan pijakan kaki dari Inara.


"Kita biasa sampai 10 jam, bukan begitu umi??" Ucap Devano membuat Ace Farhan dan Aaron menatapnya tak percaya. Yang mana membuat Ratih mendengus kesal.


"Ini bukan kontes berapa jam membuat bayi, dimana dokternya??!" Ucap Ratih seketika membuat para suami itu berdehem dan diam tak bersuara.


"Cinta... Ayo dokter." Ucap Arasyah sembari mengajak dokter Zahwa masuk. Ira pun menyingkir membiarkan Zahwa memeriksa.


"Bagaimana?? Dia baik baik aja kan??" Tanya Azyan.


"Itu sekitar 4 tahun yang lalu." Jawab Azyan.


Zahwa menganggukan kepalanya pelan kemudian tampak meracik obatnya.


"Jika boleh, mungkin sementara waktu kamu dan istrimu tinggal disebuah pedesaan yang mungkin... Bisa merefresh perasaannya, dia sepertinya terlalu banyak beban dan kurang beristirahat mungkin jika kalian berdua disana akan mengurangi beban pikirannya dan melebihkan waktu untuk beristirahat." Ucap Zahwa.


"Apa?? Aku jauh jauh kesini dan menantu ku akan meninggalkanku?? Hiks... Suamiku." Ucap Ratih sembari memeluk sang suami.


Zahwa sialan! Berani membuat kesayanganku menangis. Batin Farhan sembari menghusap puncak kepala Ratih.


"Mungkin saran dari Zahwa ada benarnya... Dia sudah banyak meluangkan waktunya untuk bekerja, mas kamu punya vila di bawah bukit deket pedesaan itu kan?? Sementara waktu, Azyan dan Cinta akan tinggal disana." Ucap Ira.


"Ira sayang... Tapi mama pengen—"


"Oma... Ini demi kesehatan kak Cinta, mungkin begitu kak Cinta dan bang Azy pulang... Oma dapet kabar ada cicit." Ucap Mario.


"Mario benar mah, demi kesahatan Cinta." Timpal Aaron. Ratih terdiam sejenak sampai Cinta tersadar.


"Cinta... (Membantu Cinta duduk bersandar.) Gimana keadaan kamu?? Bik ambilin minum." Titah Arasyah.

__ADS_1


"Makasih." Ucap Cinta saat Arasyah menyondorkan air minum untuknya.


"Kalau begitu saya permisi." Ucap Zahwa.


"Biar kuantar." Ucap Inara.


"Cinta kamu disini sama lainnya, Ara ada keperluan sama Azy." Ucap Arasyah kemudian menarik adiknya pergi.


"Cinta sayang, kamu makan dulu habis itu minum obatnya ya... Biar mommy suapin,—"


"No! Biar oma yang suapin!" Ucap Ratih mengambil alih yang mana membuat Ira menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak perlu oma, Cinta bisa sendiri—"


"Jangan bantah oma... Ayo buka mulutmu." Ucap Ratih. Cinta tersenyum kemudian membuka mulutnya.


...🥀🥀...


Sesampainya di vila pribadinya, Axello melihat sosok wanita yang tengah menyirami tanaman dihalaman. Dan tanpa basa basi, Axello menarik rambut wanita itu membuat wanita itu memekik kesakitan.


"Tu... Tuan... Ma... Maaf—"


"Maaf!!! Maaf!!! Kau pikir pesan darimu tidak menggangguku?!! Berhenti sok peduli!!" Bentak Axello.


"Sa... Saya... Minta maaf tuan, awww!!" Pekiknya.


"Minta maaf?!! Kau harus membayar semuanya!" Ucap Axello kemudian menyeret wanita itu masuk kedalam.


...Cklekkk!! Brukkkhhh!! ...


Dengan sedikit kasar, Axello mendorong tubuh wanita kontraknya itu keatas ranjang kemudian mengunci pintu kamarnya. Membuka dasinya, kemudian menindihi tubuh wanita itu. Dengan rakus, Axello menciumi bibir, leher dan merobek baju wanita itu kemudian melemparnya entah kemana. Dan tentu, wanita itu pasrah dengan apa yang Axello lakukan padanya.


Ku mohon jangan kasar... Ada anakmu disini. Batin wanita itu sembari menyentuh perutnya sendiri tanpa Axello sadari.


...Tring!...


Suara dering ponsel Axello namun Axello yang tengah memuaskan n*fsunya itu justru melempar ponselnya ke sofa tanpa memperdulikan pesan masuk itu.


(Emma♥)💬


Emma♥: Sayang, aku akan menunggumu di vila pribadimu.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


__ADS_2