IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Ketoprak


__ADS_3

...Menjadi pertama belum tentu menjadi yang terakhir. ...


...🥀IBDT🥀...


Siang Harinya


Ira yang bosan dikurung seharian oleh Ace memilih untuk menemani Aiera yang tengah bermain barbie dibalkon kamarnya. Dan iya, hanya Aiera dan Ira berdua disana. Untuk Inara, Aiera sengaja tidak mengajaknya bermain karena dia ingin sahabatnya menghabiskan waktu lebih banyak bersama sang kakak.


"Nara kenapa nggak diajak??" Tanya Ira.


"Nggak kak soalnya abang lagi pdktan sama Nara, jadi Aiera gak mau ganggu... Kasihan bang Aaron, didinginin terus sama si Nara." Jawab Aiera.


"Kakak ipar udah beneran cinta ke Nara??" Tanya Ira antusias.


"Yah awalnya sih nggak kak, soalnya bang Aaron niatnya cuman tanggung jawab... Tapi katanya, sejak sebulan bareng abang ngerasa nyaman dan akhirnya cinta deh ke Nara." Jawab Aiera.


"Wahh... Pantesan kakak ipar lebih perhatian sekarang, ternyata sudah jatuh cinta... Semoga aja Nara bales perasaan kakak ipar." Ucap Ira.


"Aamiin... Aku selalu berdoa gitu kak." Jawab Aiera sembari tersenyum. Saat Aiera kembali memainkan barbienya, Ira memberanikan diri bertanya.


"Aiera."


"Iya kak??" Ucap Aiera sembari menatap Ira.


"Kamu nggak punya tipe pacar gitu... Maksudnya anak zaman sekarang kan udah mulai pacaran sejak kelas 1 SMP malah." Jawab Ira. Yang mana membuat Aiera tersenyum malu.


"Ada sih kak... Dia itu Ketos di SMA Aiera dan dia juga siswa paling rajin loh kak... Cuman yah, dia dingin banget dan individual gitu kak." Ucap Aiera.


"Sayang sekali... Siapa dia?? Gibran??" Tanya Ira. Kok tau Gibran?? Orang Ace cerita semua mengenai keluarganya.


"Bukan ih! Namanya—"


"Rara!! Kamu di dalam??!" Tanya Inara dari luar.


"Iya, buka aja Nara pintu gak dikunci kok." Jawab Aiera. Inara pun membuka pintu kamar Aiera kemudian ikut duduk disamping sahabatnya.


"Ini barbie yang kamu pesen kemarin??" Tanya Inara sembari menujuk barbie duyung.

__ADS_1


"Iya, namanya Aurel... Cantik kan?? Nanti tinggal cari lagi barbie laki lakinya." Jawab Aiera sembari menatap Inara.


Dan baik Aiera maupun Ira melihat bekas merah dileher Inara. Aiera yang polos itu hanya diam saja karena memang dia pikir Inara hanya digigit serangga, namun tidak untuk Ira yang tampak merona malu karena dia tau arti dari tanda itu.


Wah... Perjuangan kakak ipar membuahkan hasil, dia pasti bersusah payah agar Nara mau melayaninya. Batin Ira.


"Nara dedeknya udah nggak nendang lagi kan??" Tanya Aiera.


"Nggak... Mungkin dia sedang tidur." Jawab Inara sembari membenarkan rumah barbienya.


"Duh jadi gak sabar nanti 4 dedek manggil Aiera, aunty!! Aunty!!" Ucap Aiera membuat Inara dan Ira menggelengkan kepalanya pelan.


...Ting! ...


"Nona, makan siang sudah siap... Nyonya menunggu di ruang makan." Ucap pelayan dari balik pintu.


"Oke bi! Ayo kak, Nar... Kita makan siang bersama!" Ucap Aiera.


"Aku makan di kamar aja, males turun soalnya... Berat." Ucap Inara.


"Oh ok! Yuk kak kita makan siang dibawah." Ucap Aiera kemudian mengajak Ira turun. Sedangkan Inara kembali ke kamarnya merasakan sakit pada perutnya.


"Kamu kenapa Nar?? Kamu baik baik aja??" Tanya Aaron khawatir.


"Eng.... Enggak usah... Cuman sakit biasa kok." Jawab Inara sembari duduk bersandar diatas ranjang. Aaron yang khawatir itu pun ikut duduk disamping istri kecilnya. Dan iya, Aaron sekarang berani menghusap lembut perut Inara.


"Masih sakit??" Tanya Aaron.


"Masih." Jawab Inara sedikit meringis.


...Ting! ...


"Makan siang nona, tuan." Ucap pelayan dari balik pintu.


"Bawa masuk aja bi... Pintu nggak dikunci." Jawab Aaron dari dalam.


"Nona muda kenapa tuan??" Tanyanya setelah meletakan baki diatas meja.

__ADS_1


"Cuman sakit perut biasa kok bi." Jawab Aaron.


"Begitu ya, kalau begitu bibi pamit ya tuan.. Nona." Pamitnya dan direspon anggukan oleh Aaron.


"Ssshhh! Ini semua salah om sih!! Kenapa juga nyentuh Inara di kamar mandi?!! Kan bisa di ranjang!" Kesal Inara.


"Berarti secara tidak langsung, kamu mengizinkanku menyentuhmu asal diatas ranjang bukan??" Goda Aaron membuat pipi Inara merona.


"Bukan gitu! Lagian jadi om om n*fsuan banget sih!!" Kesal Inara lagi.


"Loh gini gini om suami kamu loh... Om juga cowok normal yang punya n*fsu ke kamu... Ya kali om n*fsu ke cowok." Ucap Aaron dan itu membuat Inara bertambah kesal. Hingga saat itu, sang janin kembali menendang.


"Tuh, dedeknya juga setuju... (Mencium perut Inara.) Anak papa sehat terus ya, biar bisa bantu papa bujuk mama kamu bales cinta papa." Ucap Aaron membuat detak jantung Inara bertambah kencang.


"Ih!!! Om apaan sih main cium aja! Awas Inara mau makan." Kesal Inara kemudian turun dari atas ranjang dan menghampiri makan siangnya.


Sedangkan dengan Ira, dia menatap malas Ace saat Ace sendiri menatapnya tajam. Ira kesal, bagaimana bisa Ace memarahinya hanya karena ikut turun dan makan siang bersama lainnya.


"Marahin aja terus, Ira mau tidur siang!" Ketus Ira sembari merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Sayang... Bukan gitu, aku cuman khawatir anak anak kita... Lain kali kalo mau kemana mana bilang ke aku ok??" Ucap Ace selembut mungkin.


"Ira gak suka kalo Ace over posesif gini... Ira kan cuman disekitaran vila, kalo keluar dari sini baru Ace boleh posesif... Gimana sih!" Jawab Ira dengan nada ketus dan kesal.


"Iya sayang... Maaf ya, jangan ngambek dong." Ucap Ace sembari memeluk Ira dari belakang.


"Ya udah beliin ketoprak mbok Siti yang ada didepan rumah bude Ira." Ucap Ira.


"Ketoprak??"


...🥀🥀🥀...


Thor gak ada pelakornya??


^^^Nggak! Alias kagak ada, ribet😌^^^


Ya gak greget dong

__ADS_1


^^^Gak usah baca ok?? ribet amat hidup you🙂^^^


...Hehehe, maaf adek GJ banget ya😂 Soalnya kepikiran aja gitu kali aja ada yang kurang greget soalnya gak ada tokoh antagonisnya, ya walaupun ada bukan jadi pelakor atau pebinor.. Ini novel cocok buat kalian yang gak suka masalah berbelit and no pelakor jadi happy happy ya bacanya... Salam Bombay, adek pamit bay bay😙👋🏻...


__ADS_2