IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Cinta berhati Malaikat)


__ADS_3

...🥀IBDT2🥀...


Para siswa baik putra maupun putri menggerombol melihat Cinta yang dibawa masuk kedalam ambulance. Yang mana membuat Azyan sedikit berkeringat dingin terlebih saat wajah Cinta pucat seperti sudah...


Dia... Dia gak mungkin mati kan?? Haha, lucu masa kena lempar doang mati. Batin Azyan menghibur diri. Padahal sebenarnya dia gemetar dan takut.


"Lo miring ya Zy?? Headshot ke ring bukan ke kepala orang... Liat noh, nj*r pucet banget jangan jangan sekali headshot meninggoy." Ucap Bara dan mendapatkan tendangan dari Azyan.


"Lo jangan takut takutin gua!" Ucap Azyan.


"Siapa yang takut takutin lo?? Gua cuman tebak aja kali, lagian bukannya setiap kali lo bully si cinteh kan lo bilang mau bunuh dia." Ucap Bara membuat Azyan terdiam.


Karena suara brisik itu membuat kelas XII MIPA 1 sedikit terusik. Membuat perhatian Dalza yang tengah menulis beralih ke arah kaca jendela.


"Loh kok ada ambulance??" Ucap salah satu dari mereka dan membuat lainnya ikut berisik.


Itu pasti kelas Azy, kenapa tiba tiba aku tidak tenang... Apa Azy membuat masalah lagi?? Batin Dalza.


"Sudah kalian kembali menulis yang sudah saya terangkan di papan tulis... Saya ingin mengecek keluar sebenarnya ada apa disana." Ucap pak Jordy. Dalza pun kembali menulis meskipun sedikit gelisah memikirkan ketiga adik kembarnya.


"Kamu liat Azy?!! Dia sampai ke rumah sakit... Ini udah keterlaluan, belum luka di kepalanya sembuh kamu malah... Abang bakalan kasih tau mommy sekarang—"


"Ja... Jangan bang please!!! Azy janji bakalan gak bully dia lagi please!!! Jangan kasih tau mommy." Ucap Azyan memohon.


"Tapi ini keterlaluan Azy!—"


"Azy gak bakalan ulangi lagi... Azy yang biayain rumah sakit nya deh, janji!" Ucap Azyan dengan puppy eyesnya. Yang mana membuat Axello menghela napas kasar.


"Kalian kembali ke lapangan." Ucap Axello.


"Ara sama Rahma ikut pergi bang, bawain tas Ara sama Rahma ya... daaah!" Ucap Arasyah kemudian masuk kedalam ambulance bersama Rahma. Axello hanya menganggukan kepalanya sebagai respon.


"Ada apa ini??" Tanya pak Jordy.


"Itu pak, Cinta yang njaga kantin tiba tiba pinsan dan tadi napasnya sempet berhenti jadi kita panggil ambulance." Jelas salah satu anggota PMR.


"Kenapa bisa sampai pinsan??" Tanya pak Jordy membuat mereka terdiam.


"Dia terlihat pucat saat lewat ditepi pak... Dan tiba tiba langsung pinsan." Jawab Axello membuat Azyan membelakan matanya. Lagi lagi Axello membelanya.


"Begitu... Axe, ajak teman sekelasmu untuk belajar di kelas saja... Toh sebentar lagi bel pulang berbunyi." Ucap pak Jordy.


"Baik pak." Jawab Axello. Pak Jordy menepuk bahu Axello kemudian pergi. Axello pun menatap Azyan yang tampak tersenyum senang.


"Abang potong uang jajan kamu selama 1 bulan!" Tegas Axello kemudian pergi.


"Bhahaha! Mampos!! 1 bulan gak jajan cok!" Ejek Anas dan ketiganya tertawa.


...Bugh!...


Azyan menendang kaki Anas.


"Hobi banget bahagia diatas penderitaan orang." Ucap Azyan. Namun ketiganya tetap tertawa bahkan sampai mereka masuk kelas.


Di rumah sakit


Arasyah dan Rahma menunggu di ruang tunggu. Arasyah benar benar ketakutan jika Cinta benar benar tidak bisa di selamatkan. Selain dia kehilangan teman, dia pasti akan kehilangan Azyan yang sudah pasti di penjara. Begitulah pikir Arasyah yang gampang berpikiran negative.


...Cklekkk! ...


"Dok, gimana keadaan temen saya?? Dia baik baik aja kan??" Tanya Arasyah.


"Alhamdulilah dia bisa di selamatkan, memang beberapa saat napasnya sempat berhenti tetapi begitu diberi oksigen napasnya kembali meskipun tidak senormal dulu." Jelasnya.


"Alhamdulilah... Jadi dia bisa keluar dari rumah sakit sekarang??" Tanya Arasyah.


"Tunggu sampai cairan infusnya habis, dan iya... Setelah pasien sadar, berikan dia makanan... Dia penderita anemia tetapi telat makan." Jawab sang dokter. Arasyah menganggukan kepalanya mengerti kemudian masuk disusul oleh Rahma.

__ADS_1


"Ara, aku beli makanan di kantin dulu ya." Ucap Rahma.


"Iya, nih—"


"Pake uang aku aja." Ucap Rahma memotong. Arasyah pun tersenyum dan menganggukan kepalanya. Rahma pun pergi untuk membeli makanan. Sedangkan Arasyah tampak membelai kepala Cinta yang masih tak sadarkan diri. Dilihatnya perban Cinta sudah diganti.


Azy keterlaluan!! Mau dia memohon apapun, aku bakalan tetep kasih tau ke mommy! Batin Arasyah dengan wajah marahnya. Beberapa saat kemudian, Cinta tampak membuka matanya perlahan.


"Emhh..."


"Cinta kamu udah sadar.... (Membantu Cinta duduk bersandar.) Gimana keadaan kamu??" Tanya Arasyah penuh kekhawatiran.


"Cinta dimana kak??" Tanya Cinta sembari memegangi kepalanya yang sedikit pening.


"Di rumah sakit... Tadi... Sekali lagi aku minta maaf yah, maaf bang—"


"Eng... Nggak usah kak, benci itu salah sifat manusiawi... Cinta udah maafin semua kok, bahkan sebelum kakak minta maaf." Ucap Cinta sembari tersenyum. Yang mana membuat Arasyah tersenyum haru dan memeluk Cinta.


"Makasih ya... Kamu memang orang baik." Ucap Arasyah kemudian melepaskan pelukannya perlahan.


"Alhamdulilah kamu udah sadar Cin, kamu makan bubur ayam ini ya... Perlu aku suapi??" Tanya Rahma.


"Enggak perlu kak... Cinta bisa sendiri." Jawab Cinta. Rahma pun menganggukan kepalanya mengerti dan memberikan semangkuk bubur itu pada Cinta. Arasyah pamit keluar guna menghubungi Axello.


"Ara."


"Mommy??" Ucap Arasyah sedikit terkejut. Ira pun mendekati Arasyah.


"Kamu ngapain disini sayang?? Bukannya kamu masih sekolah??" Tanya Ira.


Duh... Gimana nih, kasih tau mommy nggak yah?? Batin Arasyah.


"Itu mom... Temen Ara pinsan jadi Ara temenin dia, mapel terakhir juga kosong jadi Ara dibolehin nemenin." Jawab Arasyah.


"Inalillahi, mommy boleh liat keadaannya??" Tanya Ira. Arasyah menganggukan kepalanya dan mengajak sang ibu masuk. Ira pun menghampiri Cinta yang baru selesai menikmati bubur ayamnya.


"Alhamdulilah keadaan Cinta membaik tante." Jawab Cinta sopan.


"Oh Cinta toh namanya... Oh iya, tante kebetulan di rumah sakit ini dan ketemu sama anak tante, Ara... Jadi karena tante pengen tau siapa lagi teman baru Ara jadi tante jenguk deh... Kamu kenapa sampai pinsan??" Tanya Ira membuat Arasyah menegang.


"Cinta telat makan tante." Jawab Cinta membuat Arasyah mengerutkan keningnya heran.


Kenapa Cinta gak kasih tau mommy?? Batin Arasyah.


"Duh anak muda zaman sekarang... Lain kali jangan sampai telat lagi ya, biar daya tahan kamu terjaga." Ucap Ira sembari menghusap puncak kepala Cinta. Cinta menganggukan kepalanya meskipun sedikit merintih saat luka di kepalanya tak sengaja disentuh Ira.


"Ini kenapa lagi??" Tanya Ira.


"Mungkin luka pas tadi Cinta pinsan tante." Jawab Cinta dan lagi lagi Arasyah tertenggun. Masalahnya, bukan satu dua atau tiga kali Azyan membully Cinta. Tetapi berkali kali. Itu pun secara terang terangan, lantas bagaimana jika secara tersembunyi?? Mungkin lebih banyak lagi.


Hati malaikat banget, gak nyesel Cinta jadi bagian dari kami. Batin Rahma.


...Cklekkk! ...


"Ara—Mommy??" Ucap Axello terkejut. Begitu juga Azyan.


"Loh Axe, Azy... Kalian kesini juga." Ucap Ira sembari bangkit dari duduknya.


"Mom... Mommy kok ada disini??" Tanya Axello.


"Oh, mommy kebetulan jenguk istri om Jack yang lagi sakit... Liat Ara cemas sama sahabatnya, mommy pikir Rahma ternyata Cinta sahabat barunya... Kalian jangan sampai telat makan nanti kayak Cinta, makanya mommy cerewet minta kalian buat bawa bekal dari rumah." Jawab Ira kemudian menasihati ketiga anaknya.


Telat makan?? Batin Azyan.


"Iya mom, mommy mau Axe anter???" Tanya Axello.


"Kamu disini aja temenin Ara, nanti pulang sama Ara... Mommy sama pak Kun soalnya, Cinta sayang tante pulang dulu ya." Ucap Ira.

__ADS_1


"Hati hati tante." Jawab Cinta. Ira menganggukan kepalanya pelan kemudian pergi. Seketika Axello menghela napas kasar.


"Cinta kenapa kamu gak kasih tau aja sih?!! Biar mampus tuh Azy!" Ucap Arasyah frustasi. Cinta hanya menundukan pandangannya.


"Ara, Rahma... Cinta soal ini jangan kasih tau bang Dalza, aku mohon sama kalian." Ucap Axello. Cinta menganggukan kepalanya pelan sedangkan Rahma dan Arasyah hanya memutar bola matanya malas.


"Oke, tapi Ara gak janji." Ketus Arasyah.


Ish kak Ara nyebelin! Umpat Azyan. Mereka pun menunggu sampai cairan infus Cinta habis. Dan begitu habis, mereka pun mengantar Cinta ke rumahnya.


...🥀🥀...


Dilain sisi


Dalza baru pulang dari mapel tambahannya. Pikirnya Azyan Arasyah dan Axello sudah kembali. Namun nyatanya mereka belum kembali. Dilihatnya Mario dengan santainya bermain game sembari tiduran di sofa.


"Mario!"


"Hmmm??"


"Axe sama lainnya belum pulang??" Tanya Dalza.


"Belum keknya... Soalnya aku kan pulang cepet tadi." Jawab Mario masih fokus dengan gamenya.


Kemana mereka?? Batin Dalza.


"Kami pulang!!" Ucap si kembar.


"Nah tuh mereka pulang." Ucap Mario.


"Uwu Mario... My sweaty." Ucap Arasyah sembari memeluk kemudian menoel noel pipi Mario. Ya begitulah Arasyah.


"Ish! Kak Ara ganggu in aja, lagi main game juga!" Kesal Mario.


"Ututu ngambek nih yeee." Ucap Arasyah sembari mencubit pipi Mario.


"Abang! Kak Ara ganggu ih!" Kesal Mario kemudian berganti posisi duduk disamping sang kakak.


"Kalian darimana??" Tanya Dalza.


"Jenguk orang yang tadi pinsan bang, kenapa??" Tanya Axello sembari duduk dan melepaskan sepatunya. Dan Dalza yang memang mempercayai Axello pun percaya dengan apa yang Axello katakan.


"Kamu lagi main apa sih?? Dicuekin mulu." Kesal Arasyah.


"Game lah kak." Jawab Mario.


"Game apa?? Cacing cacing bukan??" Tanya Arasyah.


"Halah sok serius!!" Ucap Azyan sembari menjembel kedua pipi Mario.


"Abang!!!" Kesal Mario.


"Gini amat sih jadi bontot!!! Mama Mario dikasarin bang Azy sama kak Ara." Ucap Mario kemudian menghampiri Inara dan memeluk lengan sang ibu manja.


"Mario aja yang lebay aunty, kita cuman jembel pipi doang kok." Ucap Azyan.


"Tapi kan sakit ma—"


"Udah gede masih aja sama induknya! Cari pacar sana." Ucap Aaron.


"Ish papa sama anak sendiri cemburuan gimana sih!" Kesal Mario. Yang mana membuat keempat kakaknya tertawa kecil.


Apa setelah berkeluarga nanti, kita masih bisa seperti ini?? Batin Arasyah.


...🥀🥀🥀...


SKIP! 4 TAHUN KEMUDIAN

__ADS_1


__ADS_2