IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Kebenaran terungkap.)


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


Pagi Harinya


Inara menyuapi Dalza dan sesekali menatap putra sulungnya itu. Yang mana membuat Aaron menatap tak suka karena diabaikan oleh sang istri. Berbeda dengan Mario yang asik main game. Mario mengambil cuti kuliah dengan alasan mendampingi sang kakak yang sakit.


"Assalamualaikum, bang Aza." Ucap Azyan kemudian mendekat ke arah Dalza disusul istrinya yang berada dibelakangnya.


"Walaikumsalam, Azy... Kamu kenapa kemari?? Cinta juga, seharusnya—"


"Azyan yang ajak Cinta aunty... Sekalian tadi periksa keadaan Cinta, dan alhamdulilah Cinta udah membaik kok aunty." Ucap Azyan memotong.


Inara menganggukan kepalanya mengerti. Azyan duduk di kursi kemudian menatap Dalza yang raut wajahnya berubah.


"Bang gimana keadaannya." Tanya Azyan.


"Sedikit membaik... Jangan khawatir." Jawab Dalza. Dalza pun menoleh menatap Azyan dan Cinta.


"Bagaimana keadaan Axe??" Tanya Dalza seketika membuat Azyan diam. Karena lama diam, akhirnya Cinta yang membuka suara.


"Sudah mulai membaik kak." Jawab Cinta. Dalza hanya menganggukan kepalanya pelan.


Mommy bilang kak Dalza jangan sampai tau kalau kak Azy mukul kak Axe. Batin Cinta sembari mengingat kejadian sebelumnya.


Loh kok mukul? Ciee penasaran ya??😜 Oke masuk dalam part flashback😉


...•Flashback on...


Setelah api padam, para petugas pemadam kebakaran pun mengecek vila Axello dan memastikan api sudah benar benar padam. Hingga mereka menemukan surat pernikahan dan juga hasil usg Layla yang selama ini disimpan di lacinya.


Beruntung yang terbakar hanya lantai satu sehingga lantai dua dan tiga aman. Karena mengira itu benda penting, Glo pun pergi ke rumah sakit berniat memberikan barang itu pada Axello. Bukan hanya surat nikah, tetapi beberapa barkas yang penting juga Glo bawa.


Namun saat didepan pintu ruangan, Glo bertepatan dengan Ira yang keluar dan Azyan juga Cinta yang baru datang.


"Glo... Apa yang kau bawa??" Tanya Azyan.


"Berkas berkas milik tuan Axe... Mungkin anda bisa mengeceknya dan jika ada yang hilang saya dan petugas pemadam kebakaran akan mencarinya." Jawab Glo.


"Biar aku yang memeriksanya... Kamu boleh pergi, kabari terus mengenai kondisi vila." Ucap Ira. Glo menganggukan kepalanya mengerti kemudian pergi setelah memberikan barkas itu.


"Sepertinya ini berkas berkas penting." Lirih Ira kemudian duduk sembari mengecek barkas tersebut.


Karena penasaran, Azyan dan Cinta juga ikut melihatnya. Hingga Ira membelakan matanya saat melihat buku nikah milik Axello dan Layla.


"Ini surat nikah mom... Bang Axe udah nikah??" Tanya Azyan dengan kening berkerut. Saat itu surat kontrak antara Layla dan Axello terjatuh membuat Cinta memungutnya.

__ADS_1


"Mommy, ini surat kontrak." Ucap Cinta. Azyan langsung merebutnya kemudian membaca surat itu sebelum akhirnya memberikannya pada Ira.


"Bang Axe nikah kontrak...—Mommy!" Ucap Azyan saat Ira bangkit dari duduknya dan masuk kedalam ruangan Axello.


...Brakhh!...


Ira melempar buku pernikahan dan surat kontrak milik Axello tepat mengenai paha Axello. Axello membelakan matanya sebelum akhirnya menatap sang ibu.


"Jelasin ke mommy Axe... Nikah diam diam tanpa sepengetahuan mommy?? Menjadikan wanita bernama Layla itu sebagai pemuas n*fsumu?!! Jelasin ke mommy Axe!" Ucap Ira dengan mata penuh emosi. Axello menghela napas panjang.


"Dia hanya tebusan hutang dari rekanku mom." Ucap Axello.


"Dan kamu tidak memberitau mommy?? Kamu pikir wanita untuk menjadi pelampiasan?? Kamu salah Axe! Hanya pria rendahan yang menganggap wanita sebagai pelampiasan termasuk kamu! Ceritakan ke mommy sedetail mungkin." Ucap Ira penuh penekanan.


Akhirnya Axello yang tidak bisa berbohong pada Ira pun menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Dan begitu saat Axello menceritakan mengenai perceraiannya dengan Layla, Azyan datang dan langsung memukul pipi Axello. Hanya pukulan kecil.


"Kak Azy." Lirih Cinta sembari menceghat Azyan saat hendak memukul Axello lagi.


"Abang gak punya hati! Selama ini, Azy pikir cuman Azy yang kotor karena nyiksa Cinta... Tapi ternyata abang lebih dari itu, bahkan abang tega menelantarkan wanita yang sedang hamil... Dimana hati abang??!!! Coba abang bayangin kalo mommy diposisi itu Ha?!!" Bentak Azyan.


"Abang nyesel Azy." Ucap Axello sembari menatap adiknya.


"Penyesalan selalu datang di akhir g*bl*k!!!" Ucap Azyan.


"Azy... Sudah, sudah... Cinta bawa Azy pergi... Biar mommy urus anak ini... Dan iya, jangan sampai Dalza tau hal ini." Ucap Ira. Cinta pun menganggukan kepalanya mengerti kemudian mengajak Azyan pergi.


"Axe nyesel mom... Axe baru nyadar kalau Layla sebenarnya wanita baik, patuh dan penyayang... Tapi Axe dendam sama dia gegara dia ndorong Miera saat—"


"Yang dorong Miera bukan istri kamu... Dia justru pacar yang kamu bangga banggain, Emma... Miera cerita semuanya ke mommy dan Miera bilang Emma marah pada Miera hanya karena Miera mengejeknya... Lalu Miera bilang ada wanita baik yang menolongnya dan mungkin saja wanita itu Layla... Namun, sifat daddy kamu ternyata menurun ke kamu... Kamu nggak tau kebenarannya dan langsung menyiksanya... Lihat sekarang, mommy tidak bisa membantumu karena mommy sendiri tidak tau masalah ini... Dan jangan bicara ke mommy sampai menantu dan calon cucu mommy ditemukan... Deal kan?? Maafin mommy nggak bisa nemenin kamu sampai kamu sembuh." Ucap Ira kemudian pergi meninggalkan Axello sendiri.


Andai saja, Layla ada disini... Dia pasti membelaku... Membuang berlian hanya demi biji jagung, betapa menjijikannya aku. Batin Axello. Dia pun menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Layla.


Sedangkan dengan Azyan, Azyan mencuci mukanya di toilet yang ada disana dan tentu Azyan meminta Cinta menemaninya. Berkali kali Azyan menghela napas panjang guna mengurangi emosinya.


Bagaimana tidak emosi?? Axello adalah panutannya setelah Dalza. Karena Azyan pikir Axello sama seperti Dalza yang menghargai kehormatan wanita. Namun nyatanya, Axello lebih bejat dari dirinya. Melihat wajah Azyan yang tampak menahan emosi, Cinta pun menghusap punggung suaminya.


"Gimana??" Tanya Cinta. Azyan membalikan tubuhnya kemudian memojokan istrinya ke tembok.


"Pengen bikin dedek." Jawab Azyan sembari menurunkan celana Cinta.


"Kak jangan disini—"


"Dimana aja asal baby on the way." Ucap Azyan kemudian mencium bibir Cinta. Tentu membuat Cinta memberontak namun gagal. Kini keduanya sudah menyatu dan Azyan tampak menikmati tubuh Cinta.


"Kak... Jang—Humpphhh!" Belum Cinta mengeluh, Azyan sudah membungkam mulut Cinta dengan ciuman.

__ADS_1


"Tahan suara ya... Takut kedengeran sama orang, ntar kita ketauan lagi bikin dedek." Ucap Azyan membuat Cinta menggigit bibir bawahnya menahan suara.


Cepet hadir dedek sayang. Batin Azyan sembari mengelus perut rata Cinta.


...•Flashback off...


Wajah Cinta merona kala mengingat kejadian di kamar mandi tadi. Dia pun menundukan pandangannya dan sekilas menatap Azyan yang tengah bercerita dengan Dalza.


Kenapa kak Azy nggak pernah capek yah?? Apa dia minum obat?? Batin Cinta. Melihat gerak gerik Cinta membuat Mario menatapnya bingung.


Kakak ipar kenapa ya?? Batin Mario sebelum akhirnya kembali fokus ke gamenya.


"Mar, kak Ara kemana?? Tumben kagak nongol??" Tanya Azyan sembari duduk disamping Mario.


"Biasalah kencan, lagi kasmaran ya gitu." Jawab Mario. Azyan pun tertawa kecil sebelum akhirnya merangkul leher saudaranya.


"Ciee, ngiri nih yee." Ucap Azyan.


"Ngiri buat apa, biasa kali kencan sama banyak cewek mah... Awas ih! Bang Mario ke ruangannya bang Axe ya, kalo bang narsis nih dah pergi bilang ke Mario." Ucap Mario kemudian pergi.


"Heh dasar bocah, bukannya jagain bang Aza malah pergi." Ucap Azyan. Hingga saat itu Thomas datang.


"Tuan nona Anna tidak ditemukan."


"Anna?!"


...🥀🥀🥀...


...#Nominasi S1...


~Cinta romantis: Inara dan Aaron


~Cinta bertepuk sebelah tangan: Jack dan Syila


~Cinta penuh lika liku: Gilang dan Farah


~Cinta dalam diam: Aiera dan Devano


~Cinta awalnya taruhan: Ace dan Ira



Bang Azy passwordnya??


^^^Dimana aja asal baby on the way^^^

__ADS_1


Me:🙂


__ADS_2