IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Aaron bertindak.)


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


Inara menatap putra bungsunya itu bingung. Mario sendiri mengatakan jika dia tidak akan menikah karena baginya pernikahan itu hal konyol. Lantas, sekarang dia ingin melamar seorang gadis?? Apa dia tidak salah makan? Berbeda dengan Arasyah yang langsung merangkul leher adik sepupunya.


"Utututu, main lamar aja... Nikahnya entar kakak duluan baru kamu ok??" Ucap Arasyah.


"Siapa yang ingin kau langsung lamar Mario??" Tanya Dalza.


"Adel."


"Ingin ku bunuh??" Ucap Dalza dengan tatapan dinginnya.


"Ayolah bang, aku bercanda... Dia... Anak dari sahabatnya uncle Ace." Jawab Mario.


"Jangan jangan Rahma??" Ucap Arasyah.


"Bukan... Apa dia... Melati??" Tanya Ace membuat Mario seketika menganggukan kepalanya.


"Tapi sayang, Melati masih sekolah—"


"Dia udah lulus kok ma, boleh ya??" Ucap Mario.


"Kayaknya ada yang tersaingi nih." Lirih Elvano mengejek Dalza.


"Kau ingin ku bunuh kak El??" Ucap Dalza.


"Oh ayolah, aku hanya bercanda... Bukan begitu Adel??" Ucap Elvano dan Adel yang polos hanya menganggukan kepalanya pelan.


"Wah ku dengar ada yang mau melamar??" Ucap seseorang begitu datang.


Suara ini?? Batin Sindy.


"Rahma!!!" Ucap Arasyah kemudian memeluk Rahma.


"Dafen... Tumben kamu kesini??" Tanya Axello.


"Yah... Ingin menjenguk keluarga Syahreza yang sebentar lagi akan ada malaikat kecil." Jawab Dafen sembari melirik ke arah Sindy yang sedari tadi terlihat gelisah.


"Jangan lupa datang nanti malam Dafen, jika tidak—"


"Ayolah om santai saja... Kau ingin melamar seorang gadis Mario?? Perlu bantuan?" Tanya Dafen.


"Ah! Kak Dafen menyebalkan... Masih saja suka mengacak acak rambutku!" Kesal Mario. Dafen hanya tertawa kecil kemudian duduk disamping Mario.


"Jadi anak tunggalnya om Jack yang Mario suka??" Ucap Dafen begitu Ace menceritakannya.


"Benar, kakak ipar setujui saja... Niat Mario bagus." Ucap Ace. Inara terdiam sejenak kemudian menatap putra bungsunya.


Mungkin Mario ingin cepat memiliki Melati agar tidak terburu orang lain. Batin Inara.


"Mama setuju." Ucap Inara membuat Mario senang dan memeluk sang ibu.


"Sayang mama deh." Ucap Mario.

__ADS_1


"Sudah clear kan?? Saatnya memikirkan pesta untuk nanti malam... Ara, penata dekornya akan kemari??" Tanya Ira.


"Iya mom, bentar lagi juga dateng." Jawab Arasyah.


"Om nanti disini ada pesta??" Tanya Adel.


"Hmm, Adel suka pesta??"


"Suka banget om." Jawab Adel.


"Nanti om siapin gaunnya buat kamu... Thom!!!" Panggil Dalza.


"Iya tuan??" Ucap Thomas.


So good, ditinggal 2 tahun om Thom makin gans aja. Batin Rahma.


"Sudah siapkan yang tadi pagi saya minta??" Tanya Dalza.


"Sudah tuan, ada di kamar anda." Jawab Thomas.


"Adel pengen nyoba gaunnya??" Tanya Dalza.


"Mau om, Adel mau." Jawab Adel. Dalza pun tersenyum dan menggendong Adel membawanya ke dalam kamar.


"Oke, nanti Dafen sama Sindy ke mall buat beli perlengkapan... Dan Rahma sama Thomas ke kediaman Haven kirim jas dan gaun untuk istri juga ke 2 putrinya... Sisanya bantuin aku nata dekor kecuali adik ipar sama kakak ipar." Ucap Arasyah. Mereka pun menganggukan kepalanya pelan sebagai respon.


The best lah Ara, coba godain om lagi ah... Kalau nggak ke goda, bakalan susah dapetinnya. Batin Rahma.


Semoga orang ini tidak bertindak macam macam. Batin Sindy menatap takut Dafen.


"Aku juga, si Cinteh pake acara tidur segala." Ucap Azyan sembari menggendong sang istri.


Dalza tersenyum saat melihat Adel yang tampak senang dengan gaun yang dia berikan. Dan dia bertambah gemas saat Adel memakai jepet rambutnya.


"Adel suka??" Tanya Dalza sembari berjongkok di belakang Adel.


"Suka om... Ini beneran buat Adel om—" Ucap Adel terjeda kala Dalza menciumnya.


"Om kok cium bibir Adel?? Padahal papa Adel gak pernah cium bibir Adel." Ucap Adel sembari menatap Dalza.


"Itu karena papa Adel sayang... Tapi om... Cin—"


"Aduh! Hiks!!! Hiks!!!"


"Adel... Adel kenapa nangis?? Ada yang sakit??" Tanya Dalza panik.


"Perut Adel sakit om... Hiks... Hiks." Ucap Adel sembari menangis. Dalza pun menggendong Adel dan menidurkannya diatas ranjang.


"Bang Aza, Adel kenapa??" Tanya Arasyah yang langsung masuk.


"Perutnya sakit, sepertinya dia telat makan." Jawab Dalza.


"Biar tante pijit ya Adel, nanti nggak sakit lagi." Ucap Arasyah. Adel hanya menganggukan kepalanya pelan.

__ADS_1


Ck! Seharusnya Thomas tidak perlu pergi. Batin Dalza.


Beberapa saat kemudian, Adel tertidur dengan linangan air mata. Arasyah pun menyelimuti Adel sebelum akhirnya menghampiri Dalza yang duduk di sofa.


"Adel udah tidur bang, abang temenin sana... Ara mau bantu siapin dekor." Ucap Arasyah.


"Baiklah... Jangan lupa tutup pintunya." Ucap Dalza.


Arasyah menganggukan kepalanya pelan dan menutup pintunya. Dalza duduk dibibir ranjang dan menghusap puncak kepala Adel lembut.


Andai kau terlahir 14 tahun lebih cepat, mungkin sekarang aku sudah bisa langsung menikahimu tanpa harus menunggumu. Batin Dalza.


Dia pun merebahkan tubuhnya disamping Adel dan tanpa diduga Adel memeluknya membuat Dalza tersenyum. Keduanya pun terlelap menunggu pesta dimulai. Dan tanpa Dalza sadari, sang ayah mengintipnya dari sela pintu.


Bagaimana pun caranya, Adel dan keluarganya harus diasingkan... Apa bagusnya anak itu. Batin Aaron kemudian pergi.


Mas Aaron ngapain ngintip?? Batin Inara sembari menatap sang suami yang pergi menuju ke kamarnya.


Sedangkan dengan Thomas. Dia langsung masuk kedalam mobilnya begitu selesai mengantarkan jas dan gaun untuk keluarga Haven. Karena sedari tadi diabaikan oleh Thomas, membuat Rahma menggertakan giginya.


"Om Thom berhenti!" Ucap Rahma membuat Thomas langsung menghentikan mobilnya.


"Om ingkar janji! Baru aku tinggal 2 tahun om udah sombong gitu!!" Omel Rahma.


Thomas tampak terdiam seolah enggan merespon. Dan dari situlah Rahma keluar dari dalam mobil kemudian menghampiri Thomas yang terduduk bingung menatap Rahma.


"Om... (Duduk dipangkuan Thomas.) Rahma kangen banget sama om, masa om nggak kangen sama Rahma sih... (Menyentuh leher Thomas sensual.) Om tambah ganteng aja, Rahma kan tambah cinta ke om." Ucap Rahma sembari membuka satu per satu kancing kemeja Thomas.


"Rahma... Jangan memancingku!" Ucap Thomas. Dan bukannya berhenti, Rahma justru mendekatkan wajahnya.


"Gitu dong om... Panggil Rahma... Jangan nona lagi." Goda Rahma sembari menghusap dada Thomas.


Tentu membuat Thomas menggertakan giginya dan tanpa babibu lagi langsung mencium bibir Rahma. Rahma pun menurunkan kemeja Thomas hingga Thomas bertel*njang dada. Thomas bahkan sampai melempar ponselnya yang berdering dan langsung menyerang Rahma.


(Tuan Aaron.)💬


Tuan Aaron: lusa, asingkan keluarga Haven atau keluargamu akan saya hancurkan!


"Omhhh!!! Om ganas."


"Kamu yang memaksa!"


"Ini pengalaman pertamaku."


"Kau pikir aku tidak?? Kau menjaga ini untukku??"


"Ughh!!! Tentu saja khusus buat om!!!"


"Kita lanjutkan nanti di apartmentku."


...🥀🥀🥀...


__ADS_1


...(Adel saat digendong Dalza😍) ...


__ADS_2