IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Siapa??


__ADS_3

...Benci dan cinta itu berbeda tipis. ~Acexanello Putra Syahreza...


...🥀IBDT🥀...


Pagi Harinya


Sekitar pukul 3 pagi Inara terbangun. Dia mengumpulkan kesadarannya dan menatap Aaron yang terlelap di sofa. Wajah tampannya yang terlelap itu terlihat sangat damai. Dan itu suasana sangat asing bagi Inara karena selama ini dia tidak pernah dekat dengan pria. Karena dia hanya dekat dengan Aiera. Pokoknya dua best friend ini bukan mikirin pacar, tapi mikirin model barbie terbaru.


Saat Inara bangkit dia melihat selimut Aaron terjatuh ke lantai. Dan tentu sebagai seorang istri Inara berinisiatif menyelimuti kembali Aaron. Memang dia membenci Aaron karena perbuatannya, namun bukan berarti dia tidak sadar dengan statusnya saat ini. Begitu menyelimuti Aaron. Jujur saja, Inara mengakui ketampanan Aaron yang tak hilang walau termakan usia. Namun, tetap saja rasa bencinya lebih besar.


"Aw.... Shhh!!!! Aaawww!!!" Pekik Inara merasakan sakit diperutnya. Dan rintihan Inara terdengar oleh Aaron yang mana membuatnya terbangun.


"Inara!! Inar—"


"Kak perut aku sakit... Hiks... Hiks." Ucap Inara sembari menangis. Aaron pun menggendong Inara dan menidurkannya diatas ranjang.


"Sakit kak... Hiks... Hiks..." Rintih Inara lagi. Yang mana membuat Aaron semakin panik.


Ingin membangunkan sang ibu?? Tidak mungkin. Aaron sifatnya tidak tegaan tapi, melihat rintihan Inara makin membuatnya tak tega. Pada akhirnya, Aaron pun menyentuh perut Inara dan mengelusnya pelan.


"Masih sakit??" Tanya Aaron lembut. Inara hanya meringis pertanda itu masih sakit.


Anak papa, jangan nakal... Kasihan mama kamu kesakitan. Batin Aaron seolah berbicara batin dengan sang janin. Cukup lama husapan yang Aaron berikan diperut sang istri kecilnya hingga membuat Inara terlelap kembali.


"Inara masih— sudah tidur ternyata." Lirih Aaron. Saat menatap wajah Inara, dia memaki dirinya sendiri.


Terlebih saat melihat Inara kesakitan tadi. Itu baru saat hamil muda, bagaimana saat perut Inara membesar nantinya?? Tubuh mungilnya mungkin akan kesulitan bergerak dan berat begitulah pikir Aaron. Takut Inara akan kesakitan lagi, Aaron pun berjaga sampai adzan subuh dia baru bangkit dari atas ranjang. Menunaikan sholat subuh dan membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an. Setelahnya dia pun mengambil ponselnya dan mendapatkan chat dari kepala sekolah Inara. Dan dia bernapas lega saat Inara diizinkan belajar di rumah dibimbing sang guru sampai lulus.


Syukurlah, setidaknya Inara tidak malu. Batin Aaron.


Di sisi lain, Ira berdebat dengan Ace. Dan bahan perdebatan mereka hanya karena Ira ingin mandi sendiri sedangkan Ace ingin mandi bersama. Tentu hal itu ditolak oleh Ira karena Ira tau, itu pasti tidak akan sekedar mandi. Dan Ira ingin menunaikan sholat subuh.


Bammm!!!


"Ira!!! Ira buka gak pintunya!!! Oh, mau jadi istri durhaka?? Oke, oke." Ucap Ace berharap pintu terbuka namun nyatanya masih tertutup rapat.


Sial! Masih pengen lagi juga. Umpat Ace dan dengan wajah kesal duduk dibibir ranjang.

__ADS_1


...I spend weekend's ...


Ponsel milik Ace berdering. Dengan rasa kesal, Ace melihat siapa penelefonnya. Dan ternyata itu dari Jack.


📞


“Ce??”


“Hmm?? Apaan masih pagi juga.” Jawab Ace dengan suara sedikit serak.


“Sorry gangguin lo bikin dedek tapi ini penting.”


“Apa?? Kayaknya serius.” Ucap Ace penasaran.


“............”


“Oke gua ngerti, ntar kita ketemu di Garden Cafe.” Ucap Ace.


“Iya, gua tunggu jam 8.”


..._Tut_...


Nah kan, udahlah mau mandi aja... Ntar sore lanjut lagi. Batin Ace tersenyum miring.


Setelah semua bersiap, seperti biasa mereka berkumpul menikmati sarapan pagi. Hanya saja, Inara tidak ada karena setiap disana dia selalu merasa mual. Jadi, terpaksa Aaron membawakan sarapan untuk Inara ke kamarnya.


"Bang Aaron udah dicuekin sama Inara masih aja perhatian." Ucap Ace dan mendapatkan tamparan di lengannya dari Aiera.


"Bang Ace gimana sih?!! Itu artinya bang Aaron tuh sayang sama istri, bertanggung jawab sama istri dan calon dedek bayinya... Toh, wajar Nara cuek ke abang Aaron kan emang dia salah." Ucap Aiera.


"Hmm, maaf abang salah." Jawab Ace kemudian memakan sarapannya.


"Aiera bener, dan mama maklumi sikap Inara." Ucap Ratih menengahi.


"Inara jadi dibimbing di rumah ma??" Tanya Ira.


"Iya, nanti sekitar jam 7 gurunya dateng." Jawab Ratih.

__ADS_1


Ira pun menganggukan kepalanya pelan dan kembali memakan sarapannya. Selesai sarapan, Aaron Ace dan Farhan pun pamit ke kantor. Dan Ira membelakan matanya saat Ace mencium bibirnya. Tentu membuat Ira tersipu malu dan beruntungnya tidak ada Aiera yang melihat.


"Aku berangkat dulu ya sayang... Assalamualaikum." Ucap Ace genit. Sesaat dia membisikan sesuatu.


"Thanks buat semalam... Ntar sore lagi ya, jadi siapin diri lo." Bisik Ace kemudian pergi. Yang mana membuat Ira semakin merona.


"Ekhem!!! Jadi Ira, gimana semalam??" Tanya Ratih menggoda.


"Mama apaan sih?!" Jawab Ira malu kemudian pergi. Dan dari langkahnya saja Ratih tau jika semalam keduanya benar benar menghabiskan waktu bersama.


Aaaaaa!!! Panen cucu!!! Pasti nanti setelah Inara melahirkan, disusul Ira dan rumah ini tidak akan lagi sepi. Batin Ratih tertawa gembira.


"Assalamualaikum." Ucap seseorang tak lain guru untuk Inara.


"Walaikumsalam... Ini... Jasmine bukan??" Tanya Ratih. Dan wanita berambut sebahu itu menganggukan kepalanya.


"Eh tante Ratih." Jawabnya. Keduanya pun berpelukan sejenak.


"Sekarang kamu jadi guru toh... Pantesan tante gak pernah liat kamu, ibu kamu sehat??" Tanya Ratih.


"Alhamdulilah tante, oh iya... Inaranya mana??" Tanyanya.


"Ada di kamar, ayo biar tante anter." Jawab Ratih.


"Ma, Aiera berangkat dulu... Assalamualaikum." Pamit Aiera kemudian buru buru pergi. Oh iya, kelas Inara 30 menit dimulai lebih dulu karena Aaron ingin saat siang hari nanti Inara bisa beristirahat.


Duh, kenapa bu Jasmine sih?? Pasti abang Aaron gak tau, gimana reaksinya kalo tau... Awas aja kalo abang ninggalin Nara. Batin Aiera menatap Jasmine sekilas.


"Inara, mama keluar ya... Belajar yang rajin, panggil mama kalo butuh sesuatu... Kamu juga Jasmine, panggil tante kalo butuh sesuatu." Ucap Ratih.


"Iya ma."


"Baik tante."


Setelahnya, Ratih pun pergi membiarkan proses belajar mengajarnya dimulai.


Aku baru tau kalo mama kenal sama bu Jasmine, Rara gak pernah cerita kayaknya atau karena emang dia lupa?? Siapa bu Jasmine sebenernya?? Batin Inara.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


__ADS_2