IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Sahabat baru Ara.)


__ADS_3

...🥀IBDT2🥀...


...Trrriiinnnggg!! ...


Bel istirahat berbunyi. Para siswa dan siswi pun keluar dari kelasnya masing. Dan inilah kesibukan Cinta untuk melayani para pembeli. Juga, Cinta sedikit khawatir saat Azyan and the gang datang. Dia takut akan menjadi bahan bullyan lagi. Namun, saat itu Arasyah memanggil Cinta membuat Cinta bernapas lega.


"Cinta sini!! Sini!" Ucap Arasyah sembari melambaikan tangannya. Dan bu kantin tentu membiarkan Cinta pergi. Toh, Arasyah anak dari seorang donatur utama di sekolah itu. Cinta mendekat ke arah Arasyah dan Rahma.


"Kak Arasyah mau pesen sesuatu??" Tanya Cinta.


"Jangan kaku begitu, panggil saja kak Ara... Itu lebih mudah, bukan begitu Rahma??" Ucap Arasyah sembari menatap sahabatnya itu. Rahma menganggukan kepalanya begitu juga Cinta saat Arasyah beralih menatapnya.


"Kak Ara mau pesen apa??" Tanya Cinta.


"Nah gini kan enak, dua ramen instan aja Ci." Jawab Arasyah.


"Baik kak, tunggu bentar ya." Ucap Cinta kemudian pamit pergi.


"Itu cewek yang sering di bully adik kamu kan??" Tanya Rahma.


"Iya... Kasihan dia, anak yatim dan harus kerja buat keluarga disaat masih muda... Aku gak tega liat dia di bully sama Azy, jadi buat nebus kesalahan Azy... Aku mau temenan sama dia." Jelas Arasyah.


"Nah, dari wajahnya Cinta kayaknya orang baik... Jadi sekarang bukan Two Lavender Flowers lagi tapi, Three Lavender Flowers." Ucap Rahma membuat mata Arasyah berbinar.


"Good! Cinta sekarang jadi bagian kita." Jawab Arasyah.


"Misi... Gua boleh duduk disini gak?" Tanya Kartika seketika.


"Boleh." Ketus keduanya.


"Thanks." Jawab Kartika dengan tersenyum penuh arti. Susana hening sampai akhirnya Cinta datang dengan dua porsi ramen instan.


"Ini kak ramennya." Ucap Cinta.


"Seperti biasa, tambah in ke daftarnya bang Dalza ya." Ucap Arasyah dengan senyuman manisnya.


"Baik kak Ara, emm kakak mau pesen sesuatu juga??" Tanya Cinta pada Kartika.


"Satu porsi ramen instan juga deh." Jawab Kartika. Cinta menganggukan kepalanya mengerti kemudian pergi.


"Emm, kita belum kenalan... Boleh dong saling kenal??" Ucap Kartika.


"Salken Ara."


"Salken Rahma."


Ketus keduanya kemudian kembali memakan ramen instannya tanpa memperdulikan uluran tangan dari Kartika. Kartika hanya tersenyum kikuk sampai akhirnya dia melihat Dalza yang tengah bersama Axello dan para anggota osis termasuk Azyan yang lewat disana. Dengan penuh kewibawaan, Dalza seperti menjelaskan sesuatu pada para anggota osis.


Gila!!! Fiks, tuh cowok punya gua! Gua harus tau siapa dia sebelum Mory sama Senna pindah kesini. Batin Kartika sembari menatap Dalza tanpa berkedip. Axello yang tak sengaja menoleh itu melihat.


Tuh cewek keknya ngeliatin abang deh. Batin Axello kemudian menatap Dalza yang fokus menjelaskan mengenai dekorasi saat acara dulu.



(Gini ya visual kantinnya, jadi orang yang lewat itu bisa kelihatan jelas👆🏻)


Setelah ramen Arasyah dan Rahma habis keduanya pergi membuat Kartika mengepalkan tangannya erat. Arasyah dan Rahma tampak menghampiri Cinta yang sedang duduk untuk beristirahat. Sadar ada yang datang, membuat Cinta menoleh.


"Eh kak Ara, kak Rahma... Kakak mau pesen lagi??" Tanya Cinta.


"Nggak, kita kesini cuman mau bincang bincang sama kamu... Emm, kepala kamu gimana?? Masih sakit??" Ucap Arasyah sembari duduk disamping Cinta sedangkan Rahma dihadapan Cinta.

__ADS_1


"Nggak apa apa kok kak, ini cuman luka kecil." Jawab Cinta sembari tersenyum.


"Maafin adik aku ya, Azy emang gitu kalo emosi ngelampiasinnya ke orang lain." Ucap Arasyah. Cinta hanya menganggukan kepalanya pelan sebagai respon.


"Oh iya Cinta, ntar boleh gak kita ke rumah kamu?? Kita mau main, dan ketemu sama ibu kamu... Katanya dia lagi sakit ya?? Boleh kan kita jenguk??" Ucap Arasyah.


"Eh, emm... Boleh banget kak, tapi rumah Cinta—"


"Nggak apa apa, toh kamu sekarang udah jadi sahabat kami jadi... Soal harta atau apapun itu bukan masalah lagi." Ucap Arasyah.


"Sahabat??" Tanya Cinta dan keduanya menganggukan kepalanya secara bersamaan.


"Iya, kita bertiga sahabat sekarang." Jawab Arasyah yang mana membuat Cinta tersenyum.


"Jadi, apa boleh kita bermain dirumahmu??" Tanya Arasyah. Cinta dengan tersenyum pun menganggukan kepalanya pelan. Yang mana membuat Arasyah dan Rahma tersenyum senang kemudian memeluk Cinta layaknya teletubbies.


Cih! Masih juga cantik dan kaya gua, kenapa Ara itu malah berteman sama cewek kampungan kayak dia. Umpat Kartika.


"Ara." Panggil Dalza sontak membuat Kartika menoleh. Dia pun menata rambutnya guna menambah pesona. Dipikirnya Dalza akan menoleh namun nyatanya Dalza justru tak menoleh sedikit pun. Begitu juga Axello. Sedangkan Azyan sendiri menghampiri Kartika.


Ish! Nyebelin banget sih! Umpat Kartika.


"Kar woi!" Ucap Azyan.


"Apaan Azy??" Tanya Kartika.


"Senna kapan pindah kesini?? Kasih tau gua lah." Jawab Azyan sembari memohon.


"Ish! Lusa dia pindah kesini... Eh itu, saudara lo?? Setau gua lo cuman punya dua saudara kembar kan??" Tanya Kartika sembari menujuk Dalza.


"Oh dia bang Dalza... Anak aunty Nara sama Uncle Aaron, anak tertua sekaligus nyebelin." Jawab Azyan.


"Nyebelinnya dibagian apa???" Tanya Kartika penasaran.


Duh! Tipe gua banget, fiks! Dia punya gua. Batin Kartika.


"Lo gak usah suka sama bang Aza, mau secantik bahkan ibaratnya nih kalo ada cewek t*l*njang didepan abang... Gak bakalan nafsu sedikit pun, ntar lo malah sad lagi kek siswi lain." Ucap Azyan seolah mengerti dengan apa yang Kartika pikirkan.


"Idih! Sotoy lo." Ucap Kartika kemudian pergi.


"Kar gua minta.... Sial! Belum juga minta nomor WhatsApp nya Senna." Lirih Azyan.


"Axe!!! Dipanggil Pak Leo!" Ucap Anas di ikuti oleh Bara dan Firman.


"Oke! Ara, Rahma kalian mending siap siap ganti baju.... Sekarang mapel penjas." Ucap Axello.


"Oh iya penjas, Cinta kita pergi dulu ya... Ntar sepulang sekolah tungguin kita di lobby sekolah." Ucap Arasyah.


"Baik kak." Jawab Cinta.


"Cinta kami juga pamit." Ucap Dalza dan Axello. Cinta menganggukan kepalanya kemudian keempat empatnya pergi.


"Cinta! Waktunya bersih bersih." Ucap bu kantin.


Padahal Cinta belum makan, tapi... Batin Cinta.


"Cinta!"


"Eh iya bu... Cinta bersih bersih sekarang." Ucap Cinta kemudian mulai mengelap meja.


Cih! Sok terkenal, lagian abang kenapa sih pake deket sama tuh cewek... N*jis! Umpat Azyan sembari mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Oi Azy! Ayo ganti, keknya mapel pak Leo kosong ntar kita main basket aja sama kelas sebelah." Ucap Bara.


"It's ok." Jawab Azyan. Mereka pun pergi untuk mengganti baju.


Dan sesuai dugaan, mapel penjas kosong. Dikarenakan pak Leo harus pergi lantaran istrinya melahirkan. Setiap mapel penjas kosong, pasti selalu diisi dengan para siswa putra yang bermain basket, tolak peluru dan lain lain. Sedangkan untuk siswi putri hanya bergibah ria ditepi lapangan.



(Visual lapangan olahraga👆🏻.)


"Oper Azy!!!" Ucap Bara. Azyan dengan lincah dan tepat sasaran mengoper ke arah Bara. Dan Bara dengan gesitnya menerima kemudian memasukannya kedalam ring.


"Yahoo Bravo!" Ucap Azyan sembari menepuk tangannya.


"Azy sama timnya emang perfect banget, pantesan aja mewakili SMA ini disetiap perlombaan." Ucap Rahma.


"Yah soal non akademik emang jago, tapi kerjaannya bikin mapel kosong... Awalnya aku kira ini ulah dia ternyata istrinya pak Leo mau melahirkan." Jawab Arasyah.


"Bentar lagi kan ada banyak lomba tuh buat acara ulang tahun sekolah... Kamu mau ikut lomba lukis lagi?? Atau puisi??" Tanya Rahma.


"Emm, paling lukis... Kamu lomba volly putri kan??" Tebak Arasyah. Rahma pun menganggukan kepalanya pelan dan keduanya pun tertawa kecil. Hingga saat itu, Cinta yang berwajah pucat tampak melintasi lapangan olahraga.


"Eh itu Cinta... Kok dia pucet gitu mukanya." Ucap Rahma. Yang mana membuat Arasyah mengerutkan keningnya.


"Mana??" Tanya Arasyah.


"Itu tuh." Jawab Rahma sembari menujuk ke arah Cinta.


"Cinta!!" Panggil Arasyah membuat Azyan yang hendak mengoper bolanya itu berhenti.


Nah kesempatan gua! Batin Azyan sembari menatap Cinta.


"Oi Azy oper!" Ucap Anas. Azyan tak merespon justru sedikit berlari ketepi kemudian.


...Brukkhhh!!! ...


Dengan sangat keras Azyan melempar bola basketnya tepat mengenai kepala Cinta. Yang mana membuat Axello membelakan matanya dengan kelakuan sang adik. Azyan tersenyum senang melihat Cinta memegangi kepalanya, namun senyuman Azyan berbuah saat Cinta tiba tiba pinsan.


"Cinta!!!" Pekik Arasyah dan Rahma. Keduanya pun berlari mendekati Cinta begitu juga siswa putri dan putra lainnya.


"Cinta!!! Cinta!! Panggil PMR, Rahma panggil PMR sekarang!!!" Ucap Arasyah. Rahma pun berlari menuju ke ruang PMR.


"Ha... Halah dia cuman pura pura!" Ucap Azyan.


"Ada apa ini??" Belum Arasyah merespon ucapan Azyan, Axello lebih dulu bertanya.


"Ini bang, Azy sengaja lempar bola basket ke kepala Cinta sampai Cinta pinsan." Ucap Arasyah yang mana membuat Axello menatap tajam Azyan.


Mati lo Azy... Lagian otak miring, disuruh headshot ke ring malah ke kepala orang. Batin Firman.


Hingga saat itu, para PMR datang dengan membawa Emergency Stretcher sebagai alat bantu. Arasyah dan Rahma pun ikut para PMR yang membawa Cinta pergi. Axello pun menarik tangan Azyan kasar.


"Apaan sih bang?! Azy cuman lempar dikit kok, tuh cewek aja yang lebay!" Ucap Axello.


"Oh dikit?? Oke... Bara sini bolanya! (Bara mengoper bola dan tanpa aba aba Axello melempar bolanya cukup keras mengenai kepala Azyan.) Bagaimana?? Ini menurut abang lemparan dikit, kamu terima kalo abang bilang gitu?? (Azyan menunduk sembari menahan pening.) Baru tadi pagi kamu minta maaf dan sekarang kamu berulah lagi, apa perlu abang aduin ke mom—"


"Jangan bang! Please!!! Jangan ya... Azy janji gak bakalan bully tuh cewek lagi." Ucap Azyan memohon. Yang mana membuat Axello mengontrol emosinya.


"Ada ambulance!"


"Ambulance??" Lirih Azyan.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


__ADS_2