
...🥀IBDT🥀...
Keesokan Harinya
Aaron terbangun begitu mendapati istrinya yang tampak bersiap untuk pergi. Padahal dirinya baru saja terbangun. Dan iya, Inara tidak tidur di kamarnya lantaran dia marah pada Aaron yang membuat Dalza tidak ikut makan malam.
"Sayang... Kamu mau kemana??" Tanya Aaron.
"Jemput Adel untuk menghibur Dalza... Aku gak mau kalau Dalza tidak hadir di acara nanti malam, kalo mas gak setuju aku gak peduli... Padahal Dalza pulang ingin memakan sup buatan ku dan sengaja tidak makan siang tetapi kamu memarahinya membuatnya tidak keluar sampai sekarang!" Ucap Inara kemudian pergi.
Melihat kemarahan sang istri pun membuat Aaron menghela napas panjang. Aaron pun bangkit dari posisinya dan pergi ke kamar mandi. Sedangkan di ruang keluarga lagi lagi suasana di buat heboh oleh Cinta dan Layla.
Dua wanita hamil ini bertengkar membuat Ira Ara dan lainnya memijit pelipisnya bingung. Terlebih Axello yang berniat mengangkat telefon namun selalu dihalangi Layla karena Cinta berniat memeluk Axello.
"Kakak ipar bagi dua ya...." Rengek Cinta sembari mengulurkan tangannya. Namun Layla menapisnya dan menatapnya tajam.
"Jangan mimpi! Kamu juga punya suami kan?? Sana sama suami kamu." Ucap Layla.
"Ish! Suami Cinta jelek, gemuk, bawel sama setiap malem bikin Cinta capek... Kalo suami kakak ipar kan ganteng... Sixpack—"
"Apa?!! Darimana kamu tau, kamu melihatnya... (Menatap Axello.) Mas kamu—"
"Dia asal tebak sayang, iya kan Cinta??" Tanya Axello berharap Cinta mau diajak berkompromi.
"Panggil sayang dulu! Nanti Cinta jawab." Ucap Cinta yang mana membuat Layla menangis.
"Eh sayang... Sayang... (Memeluk Layla.) Jangan nangis... Duh, masih pagi kenapa nangis sayang??"
"Hiks... Hiks...Itu bukan hormon... Hiks... Hiks... Hiks... Pa... Pasti Cinta beneran mau... Hiks... Hiks... Hiks." Ucap Layla dengan isakan tangisannya membuat Axello menghusap puncak kepala istrinya.
"Azyan!!!!!! Urus istri kamu dong, bikin istri orang nangis aja... Sini... Sini, cup... Cup... Udah diem, nanti dedeknya ikut sedih." Ucap Axello namun tangisan Layla tak kunjung mereda.
Cinta tertawa kecil melihat Layla yang seperti anak kecil dibully. Hingga Azyan datang sembari menggandeng Sindy membuat Cinta membelakan matanya.
"Duh kayaknya seru nih... Suaminya mau balas dendam." Ucap Mario.
"Iya Mar, ambilin cemilan itu dong... Anggap lagi nonton drakor." Ucap Arasyah. Ya biasalah, mereka kagak ada akhlak.
"Ka... Kakak kok gandeng Sindy." Ucap Cinta.
"Katanya kamu mau sama bang Axe—"
"Gak boleh!!" Sewot Layla membuat Ira dan Arasyah tersenyum.
"Ja.. Jadi kamu... Huwaaaa!!! Mommy, Cinta mau kabur aja... (Memeluk Ira.) Cinta mau kabur, kasih Cinta semua harta keluarga ini ya biar nanti pas kabur bisa naik pesawat ke luar negeri." Ucap Cinta membuat Arasyah menggeleng gelengkan kepalanya. Azyan pun melepaskan gandengannya.
"Sindy balik ke dapur ya kak." Ucap Sindy.
"Oke makasih bantuannya." Jawab Azyan kemudian menghampiri sang istri.
"Mom anak Azy jelmaan apa sih?? Cinta itu orangnya kalem polos... Sekarang sejak hamil jadi kek Marsha, cerewet sama cengeng!" Kesal Azyan.
Yang mana membuat Cinta bertambah menangis. Azyan menghela napas panjang dan duduk disamping Cinta kemudian memeluknya.
__ADS_1
"Jangan rebut bang Axe lagi ya, aku cemburu loh... Kasihan juga tuh mbak Layla dibikin nangis sama kamu." Ucap Azyan sembari menghusap puncak kepala istrinya.
Cinta hanya memainkan jari telunjuknya pada dada suaminya sebelum akhirnya menganggukan kepalanya pelan.
"Assalamualaikum... Sayang." Ucap Elvano kemudian memeluk Arasyah.
"Walaikumsalam, kamu dari mana saja El... Kok baru keliatan??" Tanya Ira.
"Hehe... Orang penting mom... Tunangan aku keknya ngambek deh mom, bujuk dong biar gak ngambek." Jawab Elvano membuat Arasyah mencubit lengan Elvano.
"Aw sayang!"
"Apa?! Chat dari aku cuman di baca doang gak dibales... Pokoknya kak El harus tetep disini sampai acara di mulai nanti malam!" Ucap Arasyah membuat Elvano tersenyum dan memeluknya dari belakang.
"Hey!" Teriak Axello Azyan Mario dan Ace serentak membuat Elvano tertawa kecil.
"Stay halal brother." Ucap Mario membuat lainnya tertawa kecil.
"Mas perut aku sakit lagi." Lirih Layla.
"Kan mas udah bilang... Jangan sedih ya, mas cuman punya kamu kok." Ucap Axello sembari menghusap husap perut buncit Layla.
Layla sedikit meringis lantaran akhir akhir ini perutnya terasa sedikit sakit apabila lelah atau sedih berlebihan.
Anak papa sabar yah, masih 2 bulan lagi baru keluar... Papa sayang kamu nak. Batin Axello sembari menghusap perut buncit Layla.
"Assalamualaikum." Ucap Inara sembari menggandeng Adel disampingnya.
"Walaikumsalam... Adel." Ucap Arasyah kemudian menghampiri Adel.
"Inget tante... Ini, Adel masih pake gelang yang tante kasih." Jawab Adel sembari memperlihatkan gelang pemberian Arasyah.
Arasyah tersenyum kemudian menghusap puncak kepala Adel.
Jadi anak ini yang abang suka.... Cantik sih, tapikan masih bocil... Tapi gak apa, asal abang bahagia apa sih yang gak aku dukung. Batin Mario.
"Kita ke atas dulu ya." Ucap Inara dan direspon anggukan oleh semuanya.
"Leher Cinta pegel, pijit dong." Ucap Cinta manja membuat Azyan menyingkab rambut Cinta kesamping kiri hingga terlihat tanda lahir Cinta yang berada di lehernya.
Tanda lahir itu?!!! Sama persis seperti yang dimiliki Elena adikku. Batin Elvano.
Sebenernya kak El kemana?? Gak mungkin kan urusan pekerjaan sampai gak ada waktu buat bales chat dari aku?? Batin Arasyah.
Sedangkan dengan Inara dan Adel. Mereka berdua sampai didepan pintu kamar Dalza. Inara menaruh koper kecil milik Adel dan berjongkok menyamai tinggi Adel.
"Adel ketuk pintu terus panggil om Dalza ya... Adel bilang mau nginep nemenin om Dalza dan sarapan bareng." Ucap Inara.
"Oke ma." Jawab Adel.
...Tok!! Tok!!! Tok!! ...
"Om ini Adel om—" Belum Adel melanjutkan ucapannya, Dalza lebih dulu membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
Tentu membuat Inara terkagum karena hanya mendengar suara Adel saja, Dalza langsung keluar dari kamarnya. Bukankah hatinya sudah sangat terikat??
...Cklekkk!!! ...
"Adel?? (Langsung menggendong Adel.) Adel kok kesini hmm??" Tanya Dalza dengan suara lembutnya.
"Adel kesini karena kata mama Nara om sakit, jadi papa Adel nyuruh Adel buat nemenin om selama 2 hari." Jawab Adel. Dalza hanya menganggukan kepalanya pelan sebagai respon.
"Adel gak sekolah??" Tanya Dalza lagi.
"Libur kenaikan kelas 2 minggu om, habis itu Adel berangkat dan udah kelas 6 deh." Jawab Adel membuat Dalza tidak tahan untuk mencium pipi Adel. Tentu membuat Inara tersenyum melihat putra sulungnya terhibur.
"Baiklah, Adel tidur di kamar om ya... Ma, bisa tolong masukin koper Adel ke kamar Dalza??" Ucap Dalza.
"Iya sayang... Ajak Adel turun, dia belum sarapan." Jawab Inara. Dalza pun menganggukan kepalanya pelan kemudian membuka Adel ke ruang makan.
"Halo Adel." Sapa semuanya seketika Adel terasa seperti putri seorang raja.
Biasalah, calon istrinya Dalza gitu loh. Dalza duduk diantara Azyan dan Axello seperti biasanya. Tentu sembari memangku Adel.
"Adel sekarang kelas berapa??" Tanya Azyan.
"Adel udah naik kelas 6 om baik." Jawab Adel dan direspon anggukan oleh Azyan.
"Mau om suapin???" Tanya Dalza. Adel hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Kamu duduk disana adik ipar!" Kesal Layla saat Cinta memintanya untuk duduk ditempatnya.
"Gak mau ih! Kakak ipar aja sana, udah gemuk makannya gak usah banyak banyak." Ucap Cinta. Yang mana membuat mata Layla berkaca kaca. Dia sangat sensitive jika dikatai gemuk.
"Cinta! Duduk disini atau—"
"Iya... Iya... Huh!" Ucap Cinta dengan wajah kesal. Axello pun mendekatkan kursinya dengan sang istri.
...Bugh!...
Layla memukul kecil lengan Axello.
"Mas juga kenapa harus ganteng sih?!! Kan banyak yang suka." Omel Layla.
"Jangan salahin mas dong sayang, tuh... (Menujuk Ace dan Ira yang sedang sarapan.) Salahin mereka yang buat mas." Ucap Axello.
"Mas ih!!! Gak lucu." Ucap Layla sembari memukul kecil lengan Axello.
"Hahaha!!! Tante lucu." Suara tawa Adel itu membuat lainnya tertenggun.
Apa ini yang membuatmu tergila gila pada anak kecil, Dalza?? Batin Aaron.
Namun pada akhirnya mereka tertawa kecil begitu juga Adel. Seusai sarapan, mereka pun berkumpul di ruang keluarga. Hanya Aaron yang kembali ke kamarnya. Dalza menemani Adel yang tengah bermain puzzle, Arasyah tengah bermanja sembari tiduran dipangkuan Elvano, Axello menenangkan istrinya yang sedang cemburu, Azyan memberikan batasan pada sang istri, dan Mario terlihat ingin menyampaikan sesuatu.
"Mario... Tumben kamu gak main game, kenapa??" Tanya Inara. Tampak Mario memainkan jarinya.
"Mario pengen lamar cewek ma." Ucap Mario.
__ADS_1
"APA?!!!!"
...🥀🥀🥀...