
...🥀IBDT🥀...
Sesampainya di sebuah restoran, Elvano dan Arasyah pun menikmati makan siang bersama dengan penuh keromantisan. Terlebih, saat lantunan biola dimainkan menambahkan suasana keromantisan.
"Kak El." Ucap Arasyah.
"Iya sayang??"
"Ntar ke taman bermain aja ya, Ara nggak mau ke taman kota... Banyak yang godain soalnya." Ucap Arasyah membuat Elvano gemas dan mencubit pipi Arasyah.
"Kemana pun yang kamu mau sayang." Ucap Elvano. Arasyah pun tersenyum karena merasa dimanjakan oleh Elvano.
"Kak El, hidung kakak mimisan." Ucap Arasyah. Segeralah Elvano mengambil tissue dan berbisik pada pengawal pribadinya.
"Kak El kenapa?? Kakak sakit ya?? Kita ke dokter yuk... Ntar kalo parah gimana??" Ucap Arasyah cemas. Yang mana membuat Elvano menatap Arasyah sayu.
Melihat ini saja kau hampir menangis Ara, bagaimana jika melihat lebih dari ini?? Batin Elvano.
"Ini cuman mimisan biasa... Udah nggak apa apa." Ucap Elvano.
"Tapi hidung kakak berdarah... Hiks... Hiks..." Ucap Arasyah sembari meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Cup... Cup... Cup... Sini peluk dulu." Ucap Elvano kemudian memeluk Arasyah.
"Jangan nangis... Untung disini nggak rame, katanya mau ke taman bermain ayo." Ucap Elvano. Arasyah masih tak berhenti menangis membuat Elvano menggendong koala Arasyah.
"Udah jangan nangis... Aku yang mimisan kok kamu yang nangis." Ucap Elvano. Arasyah tak meresponnya dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Elvano.
Di Lain Sisi
Ratih tampak bersedih saat Cinta dan Azyan harus pergi. Tetapi demi kesehatan Cinta, mereka harus merelakan keduanya untuk pergi. Dan perusahaan Azyan sementara waktu dipegang oleh Rangga. Tentu Devano tak suka lantaran dia harus memegang perusahaannya lagi dan tidak ada waktu untuk bermesraan dengan sang istri.
"Gak usah jaga jarak kali... Gua bukan corona." Ucap Azyan saat melihat Cinta yang memepetkan tubuhnya pada pintu mobil. Jengah dengan sikap sang istri, Azyan pun menarik Cinta dan mendudukannya dipangkuannya.
"Kenapa?? Mau protest?? Gua makan lo disini baru tau rasa." Ucap Azyan membuat Cinta terdiam.
Suasana hening dan tanpa Cinta sadari Azyan sudah terlelap. Melihat Azyan tertidur, Cinta menatapnya dalam. Saat tidur dia terlihat seperti pangeran dongeng yang baik hati. Namun, begitu terbangun dia seperti iblis yang kejam. Disaat hanyut dengan lamunannya, tiba tiba Azyan menarik tubuh Cinta membuat Cinta terkejut.
"Kakak... Dia masih tertidur, tapi pelukannya erat sekali." Lirih Cinta. Tak tega membuat Azyan terusik, Cinta pun diam ditempat. Sampai akhirnya ikut terlelap. Sesampainya di vila, Azyan terbangun dan terkejut melihat Cinta berada dipelukannya.
Cantik. Batin Azyan.
Azyan pun menggendong Cinta ala bridal style dan membawanya masuk ke vila. Sedangkan barang barangnya dibawa oleh pelayannya yang ada di vila. Perlahan, Azyan menidurkan Cinta diatas ranjang.
__ADS_1
Sial! Pake sakit segala, gua juga menderita! Batin Azyan kemudian masuk kedalam kamar mandi menuntaskan n*fsunya sendiri.
Setelahnya Azyan pun ikut tidur di samping sang istri sembari memeluknya. Dan Azyan menyinggung senyuman saat Cinta membalikan tubuhnya dan memeluk dirinya.
Gua tau lo pasti nyaman kan sama gua, secara kan gua ngangenin. Batin Azyan.
Saat hendak membelai wajah sang istri, ponselnya lebih dulu bergetar membuat Azyan mengurungkan niatnya. Ternyata itu telefon dari Senna. Azyan pun mengangkat telefonnya dan menghusap puncak kepala Cinta agar tetap terlelap.
📞
“Hallo Honey... Kamu darimana aja sih?? Aku telefon gak diangkat angkat.”
“Maaf sayang, aku sibuk... Sampai seminggu kedepan aku sibuk.” Jawab Azyan.
“Ish! Nyebelin deh, untung sayang... Coba video call, kamu ada dimana.”
“Ben... Oh Jen, oke oke aku ke ruang rapat sekarang... Sayang aku ada rapat, kamu istirahat saja good night!” Ucap Azyan berbohong.
..._Tut_...
Gak tau kenapa, sekarang gua kayak dah gak peduli sama Senna... Pasti cuman perasaan gua aja, setelah sepekan gua ajak Senna kesini dan jelasin semuanya. Batin Azyan.
__ADS_1