IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
SEASON 2 (Cinta Vs Layla.)


__ADS_3

...🥀IBDT🥀...


Disaat semua berkumpul, tiba tiba Aaron menuruni tangga dengan wajah yang terlihat emosi. Tentu membuat Ira Inara juga lainnya menatapnya bingung. Inara pun menghampiri sang suami dan merangkul tangannya.


"Kamu kenapa mas?? Kok keliatan emosi gitu??" Tanya Inara.


"Mana Dalza?! Anak itu sudah melampaui akalnya, bisa bisanya dia menyukai bocah berusia 9 tahun itu... Bukankah ada Kartika yang lebih baik daripada bocah itu?!" Ucap Aaron dengan nada agak tinggi membuat Axello bangkit dari posisinya.


"Itu ada apa sayang??" Tanya Axello pada Layla.


"Layla juga gak tau mas, coba mas cek." Jawab Layla.


"Papa kesana sebentar ya sayang... (Mencium perut buncit Layla.) Kamu duduk aja disini ya... Sindy, temani Layla." Ucap Axello.


"Oke kak." Jawab Sindy kemudian duduk disamping Layla. Axello pun menghampiri Aaron yang terlihat masih emosi itu.


"Emm, ada apa ya uncle?? Kok uncle keliatan emosi??" Tanya Axello.


"Uncle cuman emosi sama abang kamu itu, dimana dia?!" Tanya Aaron dengan nada sedikit meninggi membuat Axello terkejut. Belum Axello membuka suaranya, terdengar suara Dalza yang mengucapkan salam.


"Assalamualaikum... Tumben lagi—"


...Plakkk!!...


"Abang!"


"Mas!"


Pekik Axello dan Inara bersamaan saat Aaron menampar Dalza. Dalza terdiam sejenak kemudian memegangi pipinya yang terasa panas.


"Kenapa papa tampar aku??" Tanya Dalza.


"Kenapa?!! Itu karena kamu keterlaluan Dalza! Anak kecil yang lebih pantas disebut anak olehmu justru kamu ingin menikahinya??!! Kamu tidak waras?!!! Iya tidak masalah jika terpaut beberapa tahun tetapi setidaknya gadis itu berusia 18 tahunan... Pokoknya papa tidak mau tau! Papa sudah meminta Thomas agar dia tidak membantumu lagi dan mulai sekarang... Lupakan anak itu dan terima saja Kartika, karena dia gadis yang baik—"


"Tapi Dalza gak mau pa!"


"HARUS MAU DALZA!!!!"


...PLAKKKKK!!!...


Kali ini tamparan lebih keras membuat Mario bangkit dari duduknya dan memapah sang kakak.

__ADS_1


"Papa udah dong, jangan tampar abang lagi... Cinta gak mandang usia pa." Ucap Mario.


"Diam kamu Mario... Dengar baik baik Dalza, jauhi anak itu atau pergi dari sini dan hilangkan marga Syahrezamu! Lihat saja apakah anak ingusan itu akan mau dengan kamu yang tidak punya apa apa!" Ucap Aaron membuat Inara membelakan matanya.


Suasana hening, bahkan Cinta yang sedang memakan pancake pandan buatan suaminya itu tidak bersuara.


"Dalza pikir papa bakalan seneng liat Dalza bahagia... Ok! Kalo emang papa pengen Dalza jauh dari Adel... Maka mulai kali ini kali terakhir papa liat wajah dan bicara sama Dalza." Ucap Dalza kemudian pergi ke kamarnya.


"Abang!" Panggil Mario sembari menyusul Dalza. Namun, Dalza sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.


"Bang buka pintunya!!! Abang!! Abang!!" Ucap Mario namun tidak dihiraukan oleh Dalza. Aaron menghela napas panjang dan pergi. Tentu disusul oleh Inara agar meredakan amarah suaminya.


"Uncle kok tiba tiba marah?? Daddy bilang uncle setuju." Ucap Arasyah sembari menatap Ace. Tampak Ace cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.


"Daddy kan cuman tebak... Hehe." Ucap Ace yang mana mendapatkan tamparan kecil dari sang istri di lengannya.


"Aw sayang! Kamu kok kasar sih?" Ucap Ace.


"Bukannya jadi penengah malah diem aja... Kasihan Dalza tadi—" Ucapan Ira terjeda saat Cinta tiba tiba menangis keras. Tentu membuat lainnya menatap ke arah Cinta.


"Haduh, bumil muda kenapa lagi dah." Lirih Ace sembari menggelengkan kepalanya pelan. Ira pun menghampiri sang menantu


"Hiks... hiks..."


"Hiks... Hiks... Azy gak enak masaknya... Cinta mau nikah sama kak Axe aja!" Jawab Cinta membuat Azyan dan Axello sama sama melotot. Belum Axello berucap, sang istri lebih dulu berucap.


"Kamu bilang apa adik ipar?! Katakan sekali lagi aku tampar kamu!" Ucap Layla membuat Axello menahan tawa. Dia tau jika sang istri tengah cemburu.


"Hiks... Hiks... Kan bisa bagi dua kakak ipar." Ucap Cinta sembari meneteskan air matanya.


"Wih seru nih, sepertinya cucuku nanti akan menjadi ahli debat." Lirih Ace kemudian duduk di sofa seraya menonton.


"Enggak bisa!! Mommy, itu menantu mommy dibilangin dong... Masa mau rebut mas Axe dari Layla... Layla gak mau mom." Ucap Layla dengan mata berkaca kaca.


"Intinya Cinta mau sama kak Axe!" Ucap Cinta membuat air mata Layla jatuh.


Layla yang teramat cemburu itu memilih pergi untuk ke kamarnya. Azyan yang jengah dan juga sangat cemburu pun mengeluarkan gold kardnya kemudian memamerkannya pada sang istri.


"Masih mau mikir nikah sama bang Axe hmm??" Tanya Azyan. Melihat gold kard seketika mata Cinta berbinar dan langsung memeluk Azyan


"Gak jadi hehe... Suami Cinta ternyata kaya juga." Jawab Cinta.

__ADS_1


"Kamu udah berani bikin aku cemburu... Jadi, terima hukumanmu malam ini baby." Lirih Azyan.


"Ya udah yuk kita makan malam di kamar aja." Ucap Azyan kemudian menggendong Cinta pergi.


"Yah selesai...." Ucap Ace dan mendapatkan cubitan dari sang istri.


"Kamu ini... Ara kamu temenin Mario coba, mommy mau siapin piring piringnya." Ucap Ira.


"Oke mom." Jawab Arasyah kemudian menyusul Mario.


"Hormon ibu hamil memang berbeda beda." Lirih Ira sembari menggeleng gelengkan kepalanya pelan.


Sedangkan dengan Layla, dia duduk dibibir ranjang sembari meneteskan air matanya. Seharusnya dia tau jika Cinta berkata begitu hanya asalan karena mungkin bawaan dari janin. Tetapi, sifat sensitive Layla ternyata belum hilang. Dia benar benar takut jika Cinta akan merebut Axello darinya. Axello pun masuk ke kamarnya kemudian mengunci pintunya. Dia pun duduk disamping sang istri yang sedang menangis.


"Cup... Cup... Kesayangan aku, jangan nangislah... Cinta ngomong begitu cuman asal sayang, jangan percaya—"


"Tapi mas... Tadi dia—"


"Iya mas tau... Itu mungkin bawaan dari janinnya... Toh tadi dia berantem sama Azy gara gara dia minta cerai kan?? Dia hanya bilang asal sayang... Jangan sedih lagi ya, nanti dedeknya ikutan sedih gimana??" Ucap Axello membuat Layla memeluk sang suami erat.


"Mas gak akan ninggalin Layla kan??"


"Gak akan sayang."


"Janji??"


"Janji ingkar mati cintaku."


Mendengar ucapan Axello membuat tangisan Layla mereda.


"Sebelum makan malam, mas jengkuk dedeknya dulu ya." Ucap Axello sembari tersenyum manis.


"Ja... Jangan mas... Nanti aja—"


"Mas pengennya sekarang... (Membuka kancing baju Layla kemudian menyentuh perut telanjang Layla.) Tuh dedeknya nendang... Boleh kan sayang??" Tanya Axello. Layla hanya menundukan pandangannya malu dan menganggukan kepalanya pelan.


"Ini baru istri aku." Ucap Axello sebelum akhirnya menyerang sang istri.


...🥀🥀🥀...


__ADS_1


...Ayo kita marahi mbak Cinta yang udah bikin mbak Layla nanges wkwkwk🤣😂😂...


__ADS_2