
...Teruslah berjalan ke depan dan jangan menoleh kebelakang. ~Jackie Nandan Dwijaya. ...
...🥀IBDT🥀...
"Loh Nara, kenapa gak makan hmm??" Tanya Ratih sembari duduk disamping Inara yang tengah bermain barbie bersama Aiera.
"Kak Aaron lagi beliin sate, Nara mau makan sate aja." Jawab Inara. Membuat Ratih menganggukan kepalanya mengerti.
"Aiera, mama ke kamar kak Ira dulu ya... Jangan sampai larut malem mainnya." Ucap Ratih.
"Iya ma." Jawab Aiera. Ratih pun pergi setelah mencium kening keduanya bergantian.
"Kamu tumben pengen sate Nar, kan kamu gak suka ayam." Ucap Aiera.
"Nggak tau juga, lagi pengen aja." Jawab Inara masih fokus memakaikan baju untuk barbienya.
"Waktu itu kamu minta rujak buah gak pake garam sama gula... Sekarang pengen sate tapi pas dibakar gak pake tusuk sate, apa kamu lagi ngidam??" Tanya Aiera.
"Nggak tau juga... Pokoknya pengen banget." Jawab Inara membuat Aiera menggelengkan kepalanya pelan.
"Nara!! Nar nih satenya!!!" Panggil Aaron dari luar.
"Aiera kamu ambilin, tapi kak Aaron jangan suruh masuk." Ucap Inara. Tak ingin berdebat, Aiera pun menurut.
"Ettsss bang, abang gak boleh masuk... Dan Aiera lagi gak pengen debat sama Nara." Ucap Aiera.
"Ya udah, nih satenya... Abang ke kamar dulu, kasih tau abang kalo terjadi sesuatu." Ucap Aaron. Aiera menganggukan kepalanya dan membawa sate itu kemudian meletakannya di meja. Dan tanpa babibu lagi, Inara langsung membukanya memakannya dengan lahap.
"Nara pelan pelan ih, entar keselek gimana??" Ucap Aiera namun, Inara tak meresponnya memilih fokus memakan satenya.
__ADS_1
Sedangkan dengan Ira. Dia menatap tak percaya dengan wajahnya dari pantulan cermin. Ini kali kedua dia memakai make up tipis dan itu membuat kecantikannya terlihat. Dan yang membuat Ira risih adalah lingerie yang dia kenakan sangat sangat transparan.
"Ma, Ira pake—"
"Gak usah sayang... Duh, Ace pasti langsung berg*irah lihat kamu." Ucap Ratih sembari terkekeh geli.
"Assalamualaikum, Ace pulang." Ucap Ace terdengar dibawah sana.
"Tuh Ace udah pulang, kamu siap siap ya... Mama panggil Ace kesini." Ucap Ratih.
"Tapi ma—"
"Ikuti aja saran dari mama! Oke?? Bay sayang, semangat untuk cucu on the way." Ucap Ratih kemudian menutup pintu.
Duh Ira harus apa?? Apa Ira ikutin tips dari mama Ratih aja ya?? Batin Ira bingung. Dia pun kembali duduk di kursi depan meja rias.
"Mama ngapain ke kamar Ace??" Tanya Ace melihat sang ibu keluar dari dalam kamarnya.
"Mama kenapa dah??" Lirih Ace. Dia pun mengunci pintu kamarnya, meletakan tas kantornya dan melonggarkan dasinya.
"Kenapa gelap??" Lirih Ace kemudian menyalakan lampu kamarnya. Dan dia terkejut melihat Ira yang tengah duduk di depan meja rias dengan pakaian transparan.
Ayo Ira... Tarik napas, buang... Semangat Ira. Batin Ira. Dia pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Ace.
"Kamu pasti lelah, ingin mandi?? Mau Ira siapin air hangat??" Tanya Ira sembari menatap Ace. Yang mana membuat Ace mendekatkan wajahnya pada telinga Ira.
"Gua lebih pengen makan lo sekarang!" Ucap Ace dengan nada berat. Tentu membuat Ira merinding dan...
Cup!!
__ADS_1
Ace langsung mencium bibir Ira dengan sangat sangat rakus. Ace pun menuntun Ira sampai menidurkannya diatas ranjang dengan posisi Ira dibawah kukungannya.
"Jangan ganggu keluarga Ira lagi." Cicit Ira saat Ace membuka kancing kemejanya satu per satu.
"Layani gua, dan gua bakalan tepatin janji." Ucap Ace dan langsung menyerang Ira. Aaron dan Inara yang menikah tapi yang melakukan malam pertama Ace dan Ira. Sangat romantis. Semoga dengan ini, Ace tidak gengsi lagi untuk mengakui jika Ira sudah lama membekas dihatinya.
Dilain sisi, Inara yang sudah kenyang itu pun tertidur dengan pulasnya. Dan baru disadari Aiera begitu dia selesai memakaikan baju baru untuk barbie kesayangannya.
Duh Nara udah tidur, pulas banget lagi... Panggil abang ajalah. Batin Aiera. Dia pun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar sang kakak.
Ting!
"Bang!! Abang!!" Panggil Aiera.
"Iya!!! (Membuka pintu.) Kenapa??" Tanya Aaron.
"Nara ketiduran, abang gendong sana... Kayaknya Nara kelelahan." Jawab Aiera. Aaron pun menganggukan kepalanya mengerti dan menuju kamar sang adik. Dan dilihatnya Inara tertidur beralaskan karpet bulu.
"Bekas satenya biar Aiera yang bersihin." Ucap Aiera. Aaron pun menganggukan kepalanya pelan dan menggendong Inara ala bridal style.
"Jangan main barbie mulu... Tidur, udah malem." Ucap Aaron.
"Siap bang." Jawab Aiera. Aaron pun pergi dengan istri kecilnya yang tertidur pulas.
Sesampainya di dalam kamar, Aaron merebahkan tubuh Inara perlahan diatas ranjang. Saat hendak menyelimuti Inara, terlintas dalam pikirannya untuk menyentuh perut rata Inara. Sedikit ragu, namun keinginan untuk menyentuh perut Inara sangat besar. Toh, tidak ada salahnya kan??
Apa benar disini ada anakku?? Di perut sekecil ini?? Batin Aaron. Saat Inara menggeliat, Aaron menarik tangannya.
Dia pun menyelimuti Inara dan membatasi punggung Inara dengan bantal guling agar tidak terjatuh. Sedangkan Aaron sendiri mengambil selimut dari lemarinya dan tidur di sofa. Dia tidak ingin Inara bertambah membencinya dengan tidur disampingnya.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...