
...🌹Love Story Dalzavana🌹...
Brukh!
Adel menghempaskan tubuh mungilnya diatas ranjang apartemen Kiera. Kiera menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap sahabatnya itu.
"Lo kenapa del?? Gua liat sejak dari ruang pak Dalza lo jadi gak mood gini, dia galakin kamu yah??" Tanya Kiera sembari memakai masker diwajahnya.
"Udahlah jangan dibahas, gua mo tid—"
Ting! Tong!
"Jangan tidur dulu, tuh keknya makan malam yang gua pesen... Ambilin sana!" Ucap Kiera. Adel mengecurutkan bibirnya kesal dan turun dari atas ranjang.
Adel... Adel... Kebiasaan kalo ada masalah gak mau cerita. Batin Kiera.
Cklekkk!
"Dengan nona Adeline??" Tanya pria tersebut.
"Ah iya—"
"Ada paket untuk anda." Jawabnya kemudian memberikan kotak itu pada Adel. Belum Adel menjawab, pria itu sudah pergi entah kemana.
"Aneh banget tuh orang, nih paket isi apa ya??" Lirih Adel kemudian masuk kedalam.
"Loh bukan geafood?? Lo pesen sesuatu Del??" Tanya Kiera.
"Gua gak pesen apapun Ra, tapi ini isinya apa?? Pake dibungkusin kertas kado segala." Jawab Adel sembari menatap bingung benda yang ada didepannya.
"Bukalah, gua jadi penasaran." Ucap Kiera. Adel pun membuka bungkusan tersebut.
"Cie!!! Cie!!! Adel, dapet dari siapa tuh... Mana bonekanya gemoy banget lagi." Goda Kiera.
"Gua... Gua juga gak tau Ra." Ucap Adel yang tampak kebingungan. Hingga dia menemukan secarik kertas yang bertuliskan,
Teruntuk Adeline, dari pengaggum rahasiamu♥
__ADS_1
"Ini siapa sih?? Pengaggum rahasia apaan?!!" Kesal Adel.
"Udahlah gak usah dipikir, nih coklat keknya enak banget." Ucap Kiera dan tanpa merasa berdosa, langsung mengambil coklat yang ada didalamnya kemudian memakannya.
"Enak banget del, cobain deh." Ucap Kiera kemudian menyuapi Adel.
"Iya enak." Jawab Adel. Pada akhirnya keduanya menikmati coklat dan kue yang ada didalamnya tanpa memikirkan siapa pengirimnya.
"Del..."
"Hmm??"
"Lo gak mau cerita semua masalah lo ke gua?? Padahal gua terbuka luas ke lo tapi lo keknya nyembunyiin banyak rahasia dari gua." Ucap Kiera membuat Adel terdiam.
Dia pun mengemasi bekas coklatnya dan membuangnya ke tempat sampah. Adel pun duduk disamping Kiera yang menatapnya penasaran.
"Sebenarnya•••"
Adel pun mulai menceritakan semua yang dia sembunyikan dari Kiera tanpa terkecuali. Kiera dengan seksama menyimak apa yang Adel ceritakan sama seperti Adel saat mendengarkan cerita Kiera.
"Gitu ya... Lo percaya gitu kalo pak Dalza yang ngebunuh mama lo?? Menurut logika gua ya, pak Dalza gak mungkin deh... Kan mama lo ketabrak truk pengangkut, masa iya pak Dalza nyuruh supir truk itu." Ucap Kiera membuat Adel terdiam.
"Iya Ra, cuman gua bingung... Orang sekaya dia kok kerja jadi dosen sih?? Kan agak aneh gitu... Atau jangan jangan—"
"Udah jangan pikir negative, bentar gua cari berita terkini ya... Kali aja ada skandal soal pembunuhan." Ucap Kiera sembari membuka laptopnya.
Adel hanya menganggukan kepalanya sebagai respons. Adel kembali merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal. Seketika teringat kenangan beberapa tahun yang lalu.
...🌹"Oh iya, Adel om ada pertanyaan buat kamu."...
..."Pertanyaan apa om??" ...
..."Kalo Adel udah besar, Adel mau nggak nikah sama om??"...
..."Iya! Adel mau, soalnya om baik sama Adel."🌹...
Kenapa kejadian itu terus yang gua inget, nyeselin banget!! Umpat Adel.
Selama 6 tahun ini, Adel ingin membenci Dalza. Hanya saja, ada sesuatu yang mencegahnya untuk membencinya. Apalagi jika bukan kenangannya dengan Dalza. Meskipun sekilas tetapi membekas.
__ADS_1
"Del lo boongin gua ya, gak ada nama pak Dalza tuh disini... Nih ya aku baca, keluarga besar Syahreza dikepalai oleh putra sulung pasangan Acexanello dengan Zanna Kirania tak lain Axellova... Anggota keluarga lengkap, pertama Axellova, Arasyah, Azyandra, dan Mario... Sedangkan kedua putra putri dari Aiera dan Devano kini beralih menjadi keluarga Alaska... Meskipun begitu, garis keturunan Syahreza masih tetap ada... Noh, gak ada." Ucap Kiera membuat Adel bangun dan menatap laptop sahabatnya.
Benar. Tidak ada nama Dalza disana. Adel pun mencari dikolom pencarian mengenai Dalza. Namun hasilnya nihil.
Kok gak ada nama om Aza?? Dan udah ada pembaruan 6 tahun yang lalu... Berarti tahun sebelumnya nama om Aza masih tercantum di info ini... Kayaknya ada yang aneh... Kalo keluarga besar kebanyakan datanya gak bakalan dihapus kecuali dinyatakan meninggal. Batin Adel seraya menatap gelang pemberian Arasyah beberapa tahun yang lalu.
...🌹🌹...
"Selamat ulang tahun Dalza... Mama harap kamu cepet kembali ya nak, mama sayang kamu." Ucap Inara seraya menatap fotonya bersama Dalza. Kenangan saat Dalza lulus kuliah dulu. Air mata Inara menetes, dan dadanya merasa sesak.
Dalza dan Mario adalah dua pelita yang penting untuk Inara. Jika satu hilang maka seperti separuh jiwanya menghilang. Dan Dalza adalah separuh jiwanya. Dia ingat saat dulu harus menghabiskan masa mudanya menjadi seorang ibu. Namun, semua beban itu hilang setiap Dalza tersenyum. Inara memeluk kuat bingkai fotonya dan menangis sesegukan. Tanpa Inara sadari, Mario dan kedua cucunya melihat.
"Ayah... Oma kenapa menangis??" Tanya si sulung. Erthan Putra Syahreza.
"Ayah, Ertina mau hibur oma... Biar oma gak nangis lagi." Timpal si bungsu. Ertina Putri Syahreza. Mereka gak kembar ya guys, lewat 2 tahun.
"Ayo masuk... Hibur oma biar gak sedih lagi ya." Ucap Mario sembari menurunkan Ertina.
Cklekkk!
"Oma!!!" Ucap keduanya membuat Inara menghapus air matanya.
"Aduh cucu cucu oma... Kok belum bobo??" Tanya Inara.
"Tadi Ertina udah bobo oma, tapi ibu teriak teriak jadi Ertina bangunin bang Ertha buat cek ibu... Tapi ayah malah keluar dan gak izinin Ertina masuk... Katanya ibu kecapean." Ucap Ertina dengan polos. Membuat Inara menatap Mario yang terlihat membuang muka.
"Hehe, maaf mah... Mario keblabasan." Ucap Mario sembari cengengesan. Inara hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap putra bungsunya itu.
"Oma malam ini Ertina temenin Oma bobok ya... Ntar kalo opa udah pulang Ertina balik ke kamar." Ucap Ertina. Inara pun mencium gemas Ertina.
"Iya... Oma pasti bakalan lelap tidurnya, Erthan gak ikut bobo disini??" Tanya Inara. Erthan menggelengkan kepalanya pelan.
"Erthan udah besar, anak cowok harus bobok sendiri... Iya kan yah??" Ucap Erthan. Mario menganggukan kepalanya pelan seraya menghusap puncak kepala Erthan.
Mood mama gak down lagi berkat Ertina... Happy birthday bang, cepet pulang ya... Mario kangen sama omelannya abang. Batin Mario.
Di ulang tahun Dalza yang ke 30 tahun ini, Inara berharap putra sulungnya itu kembali dan ikut berkumpul bersama yang lainnya. Dilain sisi sosok pria juga tengah menangisi kenangan lama bersama orang orang tercinta.
...🌹🌹🌹...
__ADS_1