
...Bertahan atau Tinggalkan?? Bertahan jika memberikan cinta, Tinggalkan jika memberikan luka. ~Inara Davelia Aswita...
...🥀IBDT🥀...
Selesai resepsi
Ira langsung membersihkan dirinya dan memakai piyama tidurnya. Kini dia tengah duduk di kursi depan meja rias sembari menyisir rambut panjangnya yang agak basah. Sedangkan Ace sendiri tengah mandi.
Gimana yah kabar ibu... Bude juga, semoga aja Ace gak bertindak yang nggak nggak. Batin Ira. Dia pun mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada budenya. Dan Ira bernapas lega saat semuanya baik baik saja.
"Ira!" Panggil Ace membuat Ira menoleh. Dan dia terkejut saat melihat Ace yang bertelanjang dada. Seketika Ira pun mengalihkan pandangannya.
"Kenapa gak pake baju sih!!" Kesal Ira.
"Lah, gua baru mandi... Ambilin piyama gua sana, ini tugas pertama lo jadi istri." Ucap Ace membuat Ira menghela napas panjang. Dia pun meletakan ponsel dan sisirnya kemudian mengambil piyama milik Ace.
"Nih." Ucap Ira tanpa menatap Ace.
"Pakein." Ucap Ace menggoda.
"Hah?!"
"Iya pakein... Dosa loh bantah suami." Ucap Ace dengan santainya. Dan Ira tidak ada pilihan selain menuruti perkataan Ace.
__ADS_1
Dasar anak manja! Umpat Ira dalam hati sembari mengancing piyama Ace. Melihat wajah serius Ira, membuat Ace menatapnya dalam. Mulai dari bulu mata Ira yang lentik, pipinya yang putih membuat Ace gemas ingin mencubitnya dan terakhir bibir mungil Ira yang ingin Ace cicipi layaknya makanan.
"Udah." Ucap Ira. Ace tak merespon, dia masih menatap Ira membuat Ira sedikit gugup.
Ace kenapa liatin aku gitu?? Batin Ira. Tak ingin berpikiran negative, Ira hendak pergi namun...
Grepp!
"Ace lepasin!!! Kamu—"
"Kenapa?? Mau protest?? Inget soal bude sama nyokap lo." Ucap Ace membuat Ira terdiam. Yang mana membuat Ace tersenyum penuh kemenangan. Dia pun mendekatkan wajahnya pada telinga Ira.
"Gua minta hak gua sekarang... Siapin diri lo, dan lo gak boleh nolak karena bagaimana pun sekarang lo istri gua... Kewajiban seorang istri melayani suaminya, gua keluar dan sekitar 20 menitan lagi gua bakalan kesini jadi... Siapin diri lo, pake baju yang mama kasih ke lo tadi." Bisik Ace kemudian melepaskan pelukannya dan pergi. Membuat Ira menoleh sedikit menatap pintu yang perlahan tertutup.
"Gak apa apa Ira, perlahan hadapi semua ini." Lirih Ira. Dia pun mengganti piyamanya dan memakai perfume yang ternyata Ratih sudah menyiapkannya.
Dilain sisi, Ace tersenyum senyum sendiri. Karena akhirnya dia tau kelemahan Ira agar tetap tunduk padanya. Begitu turun, yang pertama dia lihat adalah Inara dan Aiera yang tengah bermain barbie sembari menonton televisi. Kebiasaan mereka jika tidur bersama. Padahal suasana sepi, para pembantu dan kedua orang tuanya sudah tidur. Begitu juga Aaron yang sepertinya kelelahan hingga tidur di sofa ruang tengah. Maklum, Aaron yang paling sibuk dan mengatur ini itu.
"Bang Ace kok belom bobok?" Tanya Aiera.
"Kebangun tadi, ini barbie baru??" Ucap Ace sembari memegang barbie duyung model terbaru.
"Iya dong, bang bentar lagi ujian kenaikan kelas... Bikinin kisi kisi dong... Soalnya bang Aaron sibuk banget." Ucap Aiera.
__ADS_1
"Hmm, eh kenaikan kelas berapa??" Tanya Ace.
"Kelas 3 lah bang, masa kelas 1." Jawab Aiera. Yang mana membuat Ace gemas dan mengacak acak rambut Aiera.
"Udah gede masih main barbie." Ucap Ace membuat Aiera kesal.
"Ih abang ganggu!!! Sono pergi!! PERGI!!" Usir Aiera karena memang dia tidak suka saat rambutnya diacak acak. Secepat kilat Ace langsung meninggalkan adiknya itu.
"Huh ganggu aja! Inara yuk pindah ke kamar aja, kamu bawa Jason Jack Jimmy sama Johan." Ucap Aiera sembari menyebut nama barbie laki laki miliknya. Inara menganggukan kepalanya patuh dan mematikan televisi kemudian menyusul Aiera. Sejenak dia menatap Aaron yang tertidur pulas.
"Aiera ini... Orang seumurannya pasti mikirin pacar lah dia mikirin barbie model terbaru... Adek gua emang beda." Lirih Ace kemudian membuka pintu kamarnya. Alangkah terkejutnya saat melihat Ira yang duduk membelakanginya. Rambut panjangnya yang diurai membuat Ace terpesona. Wanita cupu taruhannya itu sudah berubah. Benar benar berubah.
Bismillah, Ya Allah bantu Ira. Batin Ira yang merasa gugup terlebih saat Ace mendekat dan memegangi bahu mulusnya.
(Visual baju tidur Ira👆🏻.)
Ace membalikan posisi Ira untung menghadapnya. Dan Ace menyukai Ira yang terlihat pasrah itu. Ace menyentuh leher Ira membuat Ira sangat terkejut. Ace mendekatkan wajahnya.
"Ini baru istri berbakti, selamat malam pertama... (Baju Ira perlahan melorot.) Zanna Kirania." Bisik Ace kemudian mematikan lampu begitu baju Ira lepas dari tubuh mungil Ira. Dikegelapan itu, Ace menggempur Ira tanpa ampun. Dan Ace tidak menyadari jika Ira menangis karena keterpaksaan bukan kesakitan.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1