
...🥀IBDT🥀...
"Cinta nggak apa apa kan... Duh, kok aku gak tenang sih??" Lirih Arasyah.
Disaat orang lain tengah sibuk mengutarakan banyak pertanyaan untuk Elvano, Arasyah justru mencemaskan Cinta. Karena dia tau seberapa bencinya Azyan kepada Cinta. Dan itu yang membuat Arasyah khawatir.
...Grepp! ...
"Kamu kok malah melamun disini sih?? Bukannya bantuin aku jawab." Ucap Elvano sembari memeluk Arasyah dari belakang.
"Kak El bikin kaget aja, udah pada tidur semua??" Tanya Arasyah.
"Udah, tinggal Mario sama Rangga lagi main ps di ruang keluarga." Jawab Elvano.
"Terus gimana?? Bang Axe nggak nyusahin kakak kan??" Tanya Arasyah. Elvano menggelengkan kepalanya pelan.
"Gak ada yang susah kalo udah meluk kamu gini." Ucap Elvano membuat Arasyah merona malu.
"Gara gara adik kamu nikah, kita nikahnya dipending." Ketus Elvano membuat Arasyah tertawa kecil dan membalikan tubuhnya.
"Ih kak El udah tua." Ejek Arasyah dan saat Arasyah hendak kabur, Elvano lebih dulu meraih tangannya dan memojokan Arasyah ke tembok.
"Jawab aku, bagian mana yang terlihat tua??" Tanya Elvano sembari mendengus wangi leher Arasyah. Yang mana membuat Arasyah menggeliat geli.
"Kak El... Jangan gini, geli." Lirih Arasyah membuat Elvano menatap sayu Arasyah. Sial! Dia sudah bern*fsu. Elvano menjauh kemudian menghela napas panjang.
"Kak El kenapa??" Tanya Arasyah polos.
"Tidak apa."
"Tapi kak El—"
...Grep!! ...
"Jangan bicara lagi Ara... Suaramu menyiksaku." Bisik Elvano.
"Tidurlah, aku menginap disini malam ini." Ucap Elvano.
"Baiklah, jangan lupa tidur." Jawab Arasyah. Elvano hanya menganggukan kepalanya sembari mengontrol napasnya. Yang mana membuat ide jahil Arasyah timbul. Dia pun mencium singkat bibir Elvano membuat Elvano memejamkan matanya.
"Ara... Berhenti menyiksaku!" Ucap Elvano dengan mata sayu membuat Arasyah tertawa kecil. Dia pun pergi meninggalkan Elvano yang dalam n*fsu tinggi.
Kau membuat ku gila Ara. Batin Elvano sebelum akhirnya ke kamar tamu.
Sedangkan Axello. Dia baru selesai membersihkan dirinya setelah seharian menguji ketulusan Elvano pada adiknya. Menyelempangkan handuknya dileher kemudian duduk ditepi ranjang.
__ADS_1
Elvano memang pria yang tepat... Hanya saja, sepertinya dia sangat misterius. Batin Axello.
Dan saat itu dia mendapatkan telefon dari kekasih pujaannya. Siapa lagi jika bukan Emma. Dengan tersenyum Axello mengangkat telefon dari kekasih yang sudah dia pacari selama 2 tahun.
📞
“Merindukanku??” Tanya Axello.
“Ish! Kamu nyebelin banget, untung aku sayang... Jelasin kenapa kamu nggak mau datang dinner??”
“Aku sibuk sayang, pekan depan aku akan mengajakmu jalan jalan saja bagaimana?? Beberapa hari ini aku lembur lagi.” Ucap Axello.
“Baiklah kamu harus tepatin janji... Aku akan memperkenalkanmu kepada keluarga ku!”
“Iya... Ya sayang, jangan ngambek ntar cantiknya ilang.” Ucap Axello.
“Ish kamu ini gombal aja! Udah malem kamu tidur, good night my future husband.”
“Night sayang.” Ucap Axello.
..._Tut_...
Maafkan aku Emma, aku harus berbohong padamu... Tapi kamu jangan khawatir, aku tidak akan jatuh cinta pada wanita kontrakku... Aku hanya akan mencintaimu sampai kapan pun! Batin Axello. Dan sesuai dugaan, Axello mendapatkan pesan dari wanita kontraknya. Setiap hari dia mengirimkan pesan meskipun tidak direspon oleh Axello.
(New number)đź’¬
^^^Cih! Berhenti sok peduli dasar j*l*ng! ^^^
_Read_
Tinggal 3 bulan lagi, semua akan berakhir dan aku bisa hidup bahagia dengan Emma... Dan besok, aku akan datang ke vila dan menyiksanya lagi. Batin Axello.
Dilain Sisi
Dalza tengah duduk termenung sembari menatap halaman panti asuhan yang sepi. Anna sudah di adopsi oleh orang lain dan pihak panti asuhan merahasiakan kepada siapa Anna di adopsi. Dan hal itu membuat Dalza hanya duduk termenung di kursi balkon.
Jika aku menemukannya, aku akan menikahinya... Aku tidak peduli dengan komentar orang lain, Anna milikku dan selamanya begitu. Batin Dalza.
"Maaf tuan, kami tidak menemukannya di kota ini... Kemungkinan dia dibawa keluar kota." Ucap Thomas.
"Menurutmu apa aku berlebihan Thom?? Menyukai gadis cilik itu." Tanya Dalza sembari menatap bulan yang bersinar di malam hari.
"Banyak diluaran sana yang menikah dengan selisih lebih dari 20 tahun tuan... Jangan terlalu dipikirkan... Jujur saya senang, dua hari ini anda mengenal nona Anna... Anda tidak sedingin dulu, bahkan anda mengabaikan penurunan saham yang sampai 5% itu." Jawab Thomas. Dalza tersenyum kemudian menaruh kedua tangannya di pembatas balkon.
"Hanya mendengar suaranya saja membuat ku tenang Thom... Aku ingin terus mendengar celotehannya, jika saja boleh aku ingin langsung menikah dengannya." Ucap Dalza.
__ADS_1
Sepertinya tuan muda benar benar terikat dengan nona Anna. Batin Thomas.
Pagi Harinya
Azyan membuka matanya dan melihat Cinta yang sudah terlelap dengan lengan tangannya sebagai bantalan. Azyan tersenyum kemudian mencium kening Cinta. Menarik tangannya perlahan dan membiarkan Cinta tidur. Dan Azyan baru sadar baju tidur Cinta sudah dirobek olehnya.
Gua mandinya entaran ajalah, bareng sama my wife. Batin Azyan sembari tersenyum. Azyan memakai kaosnya dan celana pendeknya kemudian pergi ke kamar kakak perempuannya.
...Ting! Tong! ...
"Kak!! Kakak!!!" Panggil Azyan.
...Cklekkk! ...
"Apaan sih?!! Cinta mana???" Tanya Arasyah dengan masker berwarna putih diwajahnya.
"Lagi tidur, pinjem baju." Jawab Azyan santai.
"Oh... Eh, udah diapain ha??! Awas kalo kamu siksa lagi, sekarang dia adek iparku." Ucap Arasyah.
"Nggak diapa apain, udah mana bajunya." Ucap Azyan.
"Ntar mau belanja baju, mana kartu kamu??" Tanya Arasyah.
"Ada di kamar ntar... (Memberikan bajunya.) Makasih my sister much!" Jawab Azyan kemudian pergi.
...Cklekkk!! ...
Dilihatnya Cinta sudah tidak ada lagi di atas ranjang. Azyan menaruh baju itu diatas nakas kemudian mengunci pintu kamarnya. Dia tersenyum miring saat mendengar suara germicik air.
"Owh, udah gak sabar ya... It's ok... Pagi pagi sebelum sarapan main dulu sama istri." Ucap Azyan kemudian melepaskan kaosnya dan mengambil kunci kamar mandi.
...Cklekkk! ...
Seketika Cinta berteriak ketakutan dan hendak meraih handuknya namun Azyan mendudukan Cinta kembali di bath up dan mendekapnya dari belakang.
"Lepasin!!! Hiks!!! Hiks!!! Cinta bakalan aduin ke mommy!!!" Teriak Cinta saat Azyan mulai membelai tubuhnya.
"Oh berani??!! Jangan salahin gua kalo gua bunuh paman sama bibi lo!" Ucap Azyan.
"Kakak kejam!!! Kaka—humpphhh." Ucapan Cinta terjeda saat Azyan mencium bibirnya.
Dan kejadian tadi pagi pun terulang. Cinta hanya bisa meneteskan air matanya dan pasrah dengan perlakuan Azyan. Rasanya tubuhnya benar benar hancur tak berbentuk. Dan saking asiknya dengan Cinta, Azyan bahkan tidak menyadari jika Senna sang kekasih telah menelefonnya berkali kali.
"Ish! Azy lagi ngapain sih?!! Dari kemarin telefon gak diangkat angkat!" Gerutu Senna sembari melempar ponselnya.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...