
...🥀IBDT🥀...
Azyan tampak meletakan bakinya di meja makan dan tanpa basa basi Senna berhamburan memeluk Azyan. Dan entah mengapa, Azyan merasa tidak menyukainya.
"Sayang katanya sibuk, kok malah di vila bawah bukit gini??" Tanya Senna sembari menggandeng tangan Azyan manja.
"Iya... Buat refreshing, kok kamu tau aku disini??"
"Mario yang kasih tau, aku kangen banget sama kamu sayang... Boleh kan aku nginep disini sama kamu?" Ucap Senna sembari menampilkan puppy eyesnya.
"Cuman malam ini ya... Besok aku harus pergi keluar negeri." Jawab Azyan.
"Oke deh, sayang... Kita ke kamar kamu yuk, pengen istirahat capek—"
"Kakak." Panggil Cinta membuat Azyan dan Senna menoleh. Cinta menatap tangan Azyan yang tengah dirangkul mesra oleh Senna.
"Azy dia siapa?? Kamu selingkuh dari aku—"
"Dia bukan siapa siapa... Di.. Dia cuman pembantu pribadi aku." Ucap Azyan membuat Cinta membeku.
Pembantu?? Batin Cinta merasakan sesak didadanya.
"Owh pembantu... Eh lo lagi sakit?? Pake syal segala." Ucap Senna menatap tak suka Cinta.
"Iya nona... Maaf mengganggu, saya pergi dulu." Ucap Cinta kemudian pergi.
"Cin...—"
"Sayang ayo antar aku ke kamar kamu." Rengek Senna manja. Mendengar hal itu membuat Azyan mengerutkan keningnya bingung.
"Ngapain ke kamar aku??" Tanya Azyan.
"Kita tidur bareng lah sayang, kayak biasanya." Jawab Senna. Tak ingin Senna curiga, Azyan pun mengantarnya ke kamarnya.
"Kamu istirahat—"
"Temenin." Ucap Senna sembari merangkul lengan Azyan manja.
__ADS_1
Yang mana membuat Azyan tersenyum kemudian menghusap puncak kepala Senna lembut. Tak perlu waktu lama, Senna yang kelelahan karena perjalanan itu pun tertidur lelap. Azyan mencium kening Senna kemudian pergi mencari keberadaan Cinta. Dia tersenyum saat melihat Cinta tengah mencuci piring. Dan ternyata Cinta memakan masakannya membuat Azyan tersenyum bangga.
...Grepp!...
Azyan menarik pinggang Cinta kemudian memojokannya ke tembok. Cinta tidak bisa lari karena dia berada di sudut ruangan dan samping kirinya terdapat pembatas antara dapur dengan ruang makan yang terbuat dari kayu tentunya.
"Le—Hummmppphhh!" Pekik Cinta saat Azyan tiba tiba mencium bibirnya.
Cinta berusaha memberontak namun, Azyan justru meletakan kedua tangan Cinta diatas kepala dan menguncinya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menyelusup masuk kedalam kaos Cinta.
"Ja... Jangan kak!"
"Ssssttt... Jangan berisik, nanti Senna terbangun dan melihat kegiatan kita... Kalau diingat ingat, kita belum pake gaya berdiri kan??" Ucap Azyan membuat Cinta menggelengkan kepalanya kasar dan berharap lepas dari cengkraman suaminya itu.
"Gak usah berontak." Ucap Azyan sembari menutup mulut Cinta dengan tangan kanannya sedangkan dirinya berusaha menyatukan kembali kedua tubuh mereka.
"Humpphhh!!!!!"
"Sssttt... Diem baby." Bisik Azyan dengan suara berat.
Definisi Azyan saat ini, tiada hari tanpa membuat bayi. Yang sabar ya mbak Cinteh😌 Oke skip!😉
"Capek yah... (Cinta menganggukan kepalanya pelan.) Ya udah lo istirahat, dan siap siap buat ntar sore." Bisik Azyan.
Lagi?? Batin Cinta saat Azyan mengangkat tubuhnya.
"Lo gak usah mikir aneh aneh... Gua cuman menuhi tugas gua sebagai suami, dan bukan atas dasar cinta tapi n*fsu." Ucap Azyan membuat Cinta tersenyum nanar.
Bukankah aku seperti pemuas n*fsu?? Batin Cinta dengan rasa sesak didadanya.
Dilain Sisi
Axello tampak duduk di balkon sembari menghisap rokok. Dan itu menunjukan jika Axello dalam masalah yang dianggapnya sulit. Sedangkan Layla tengah duduk ditaman sembari menanam bunga lily kesukaannya.
Kalau seandainya kamu perempuan, mama akan memberikanmu nama Lily... Jadi ada Layla ada Lily kan?? Batin Layla sembari tersenyum. Layla yang sangat kesepian itu hanya bisa membatin seolah berbicara dengan calon anaknya yang baru memasuki usia 2 bulan.
Melihat Layla tersenyum membuat Axello berdecih kemudian mematikan putung rokoknya sebelum akhirnya pergi.
__ADS_1
...Brakkkhh!!...
Dengan tanpa perasaan, Axello menendang pot yang sedang Layla tanami bunga membuat Layla tersentak kaget. Dia pun menundukan pandangannya saat Axello mendekat.
...Grepp!...
Axello mencengkram dagunya kasar membuat Layla meringis.
"Kamu pikir siapa ha?!!! Seenaknya menanam bunga tanpa seizinku, kamu itu harusnya sadar diri... Kau hanya pemuas n*fsu ku diatas ranjang dan bukan berarti kau berhak atas vila ini... Dan sadar jika kamu hanya istri kontrak dan bukan nyonya di vila ini... Kamu itu hanya numpang!" Bentak Axello kemudian menghempaskan wajah Layla.
"Ma... Maafkan saya tuan." Ucap Layla dengan mata menahan tangisan.
"Cih! J*lang tidak berguna!" Ucap Axello kemudian pergi.
Layla meneteskan air matanya kemudian membersihkan bekas pecahan pot tersebut. Dan seperti biasa, tangannya terangkat menyentuh perutnya.
Jangan sedih ya sayang... Sebentar lagi kita akan bebas. Batin Layla.
Sedangkan Axello sendiri tampak mengangkat telefon dari Mario.
📞
“Halo—”
“Bang... bang Aza...”
“Bang Aza kenapa Mar??” Tanya Axello khawatir.
“Bang Aza kecelakaan dan sekarang lagi di UGD.”
“Apa?!” Pekik Axello kaget.
“Di rumah sakit mana sekarang??” Tanya Axello.
“Rumah sakit Mutiara Indah.”
..._Tut_...
__ADS_1
Axello memutuskan sambungan telefonnya kemudian buru buru pergi ke rumah sakit.
...🥀🥀🥀...