IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI

IRA (Berawal Dari Taruhan)REVISI
Panggilan baru


__ADS_3

...🥀IBDT🥀 ...


Sepanjang perjalanan pulang, Ira terus menggerutu. Dia kesal hanya karena tidak bisa memakan kue ulang tahun Inara. Berkali kali dia mengumpati Aaron. Bahkan mengatainya om om penyiksa. Ratih dan Farhan yang mendengarnya hanya tersenyum dengan ocehan bumil itu.


"Sayang diem dong... Udah lebih dari 370.890 kata kamu jelek jelekin abang, kena tendang meninggal kamu." Ucap Ace kesal sembari fokus menyetir.


"Oh... Gak usah tidur di kamar, tidur aja disofa! Gak dapet jatah 1 minggu, gak dapet morning sama night kiss, gak boleh pegang pegang dan gak boleh elus elus titik!" Ucap Ira.


"Eh sayang aku cuman—"


"Hahaha!!! Abang kena omel sama istri! Mampus!" Ucap Aiera sembari tertawa. Yang mana membuat Ace mengecurutkan bibirnya kesal. Begitu sampai di vila, Ace mengejar sang istri. Tidur tak seranjang saja Ace tidak bisa bagaimana sampai pisah kamar?


"Sayang... Sayang, aku kan bercanda." Ucap Ace sembari memeluk sang istri dari belakang.


"Lepasin ih! Salah siapa lagi kesel di bikin tambah kesel." Ucap Ira.


"Utututu, cini cium dulu biar ilang ngambeknya." Ucap Ace sembari menciumi pipi Ira berkali kali.


"Udah ih... Hahaha, geli... Ace?!!" Ucap Ira membuat Ace tersenyum. Dia pun menggendong Ira ala bridal style ke kamarnya kemudian menguncinya.


"Ace!!!! Ira lagi gak pengen main, ada dedeknya!!" Teriak Ira dan tentu tidak terdengar oleh siapa pun.


"Pelan kok, salah sendiri ngambek." Ucap Ace sembari menidurkan Ira diatas ranjang perlahan. Dan kalian pasti tau kan mereka mau ngapain?? Intinya bukan main ludo😌


Kembali pada Inara dan Aaron. Setelah memadu kasih cukup lama, Aaron pun mengajak Inara mandi bersama. Dan itu membuat Inara merona pasalnya ini baru pertama kalinya mereka berdua mandi dalam satu bath up. Inara mengalihkan rasa malunya dengan bermain busa, sedangkan Aaron mengelus perut buncit Inara.

__ADS_1


"Gak capek??" Tanya Aaron. Inara menggelengkan kepalanya pelan.


"Om tadi beneran ada orang ih... Inara gak mungkin salah... Tadi kayak suaranya papa sama kak Ace, masa om gak denger sih?!" Ucap Inara sedikit kesal. Pasalnya jika itu benar, tentu Inara akan sangat malu.


"Gimana mau denger, orang kamu aja teriak teriak?" Goda Aaron membuat Inara malu dan mencubit paha suaminya.


"Ish bercanda juga, ngambekan banget jadi istri." Ucap Aaron sembari mencium pipi Inara.


"Inara udah selesai... Pengen bobok." Ucap Inara kemudian membasuh dirinya dan keluar dari dalam kamar mandi.


Disusul Aaron dan pada akhirnya mereka berdua berganti pakaian bersama. Selesai berpakaian, keduanya pun tiduran diatas ranjang. Dan Aaron tak hentinya menghusap perut Inara dengan penuh kelembutan.


"Gimana kata dokter Zahwa kemarin lusa?" Tanya Aaron.


"Dia bilang sehat, dan udah memasuki bulan ke delapan." Jawab Inara.


"Buat kejutan, nanti saja setelah dia lahir." Jawab Inara. Aaron tersenyum dan mencium pipi Inara untuk kesekian kalinya.


"Ayo tidur—"


"Nara mau makan kuenya dulu, sayang kalo gak dimakan." Ucap Inara sembari bangkit dari posisinya.


"Udah jam 2 loh, dimakan besok aja—"


"Sekarang! Titik... Om kalo mau tidur, tidur aja." Ucap Inara kemudian memotong kuenya dan memakannya. Aaron pun berjalan mendekat dan memeluk Inara dari belakang.

__ADS_1


"Om mau??"


"Suapin."


"Buka mulut, aaaa." Ucap Inara kemudian menyuapi Aaron dengan kue ditangannya. Dan setiap suapan yang Inara berikan, Aaron menghadiahkannya dengan ciuman.


"Oh iya, aku ada sesuatu untukmu." Ucap Aaron kemudian pergi mengambil sesuatu dari dalam laci. Aaron memberikan sebuah kotak kecil itu pada Inara.


"Ini apa om??" Tanya Inara.


"Bukalah." Jawab Aaron. Perlahan Inara pun membukanya.



"Om... Om ini kan—"


"Kamu udah dari dulu kan nabung cuman pengen beli ini?? (Menyematkan cincinnya pada jari manis Inara.) Sekarang, suamimu ini sudah memberikannya untukmu." Ucap Aaron membuat Inara berkaca kaca dan memeluk suaminya itu. Aaron pun tersenyum dan menghusap puncak kepala Inara.


"Terima kasih... Mas." Ucap Inara membuat Aaron membeku sejenak. Dia pun melepaskan pelukannya kemudian menatap Inara tak percaya.


"Ka... Kamu manggil aku apa??? Mas?? Aku tidak salah dengar kan??" Tanya Aaron masih tak percaya dengan apa yang dia dengar. Inara menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah tersipu malu. Karena malu, Inara pun kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Aaron tersenyum kemudian memeluk Inara dari belakang.


"Selamat tidur, mentariku." Bisik Aaron kemudian keduanya memejamkan matanya dan hanyut dalam mimpi mereka masing masing.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


...Maaf pendek, In sya Allah ntar sore lanjut lagi ok??😉 Eh ntar bahas sedikit soal Aiera ya?? Boleh kan?? Boleh lah masa nggak wkwkwk🤣🤣...


__ADS_2