
...🥀IBDT🥀...
Malam Harinya
Ira dengan dipapah sang suami pun duduk disofa depan kamarnya agar bisa melihat suasana mini party yang Ratih adakan. Tentu Ace setia menemaninya. Sesekali Ace mencium perut besar Ira dan menghusapnya.
"Bik ijah udah kemas persiapan kita jadi lusa, kita bisa ke rumah sakit." Ucap Ace.
"Inget jangan nangis pas Ira di ruang operasi ya... Kalo nangis, Ira bakalan marah." Ucap Ira membuat Ace menggegam tangan sang istri erat.
"Gak nangis kok, kiss dulu." Ucap Ace. Ira tersenyum kemudian memberikan kecupan di bibir Ace.
"Semoga bulenya nular." Ucap Ira yang mana membuat Ace tertawa kecil. Dia pun mencubit ujung hidung sang istri.
"Nah, ngaku kan kamu... Aku ganteng gak sayang??" Tanya Ace sembari melingkarkan tangan kanannya pada pinggang Ira.
"Kalo gak ganteng, Ira pasti gak bakalan mau sama Aceng." Jawab Ira. Ace terkekeh kecil kemudian mencium kening Ira.
"Liat tuh... Mama bahagia banget yah, dia udah lama pengen cucu." Ucap Ace sembari menatap Ratih yang tengah memperkenalkan Dalza pada teman sosialitanya.
"Tapi sepertinya doa mama terjawab melalui kejadian tidak sengaja itu... Jika kakak ipar tidak menyentuh Inara, pasti sampai saat ini mama belum bisa menggendong cucu." Ucap Ira.
"Kamu bener sayang... Tapikan agak gimana gitu, abang 13 tahun lebih tua loh... Ntar dikira Inara simpanan." Ucap Ace.
"Husst! Aceng ngomong apaan sih, toh mereka sudah saling mencintai." Ucap Ira. Ace menganggukan kepalanya kemudian mempererat pelukannya.
Ira... Kamu pasti bisa. Batin Ace dan tak terasa air matanya kembali menetes.
__ADS_1
Sedangkan dengan Inara, dia sudah siap dengan gaun hitamnya. Saat tengah bercermin, Aaron tersenyum kemudian memeluk Inara dari belakang. Tak lupa Aaron memberikan ciuman pada pipi kanan Inara. Yang mana membuat Inara tersenyum malu dan memegangi tangan Aaron yang ada dipinggang rampingnya.
"Cantik... Jadi gak sabar buat ntar malam." Bisik Aaron sembari menciumi curuk leher Inara.
"Udah lepasin pelukannya, Nara mau pake lipstick dulu." Ucap Inara.
"Bibir udah merah menggoda gini masih pake lipstick." Goda Aaron sembari menghusap bibir bawah Inara dengan jempolnya. Dan ide jahil pun muncul, Inara langsung menggigit kecil jempol Aaron.
"Oh udah berani hmm??" Ucap Aaron kemudian membalikan tubuh Inara dan langsung melahap bibir mungil Inara. Disaat itu, Aiera menerobos masuk dan tentu melihat apa yang tidak seharusnya.
"Aaaa! Mata Aiera udah gak suci." Ucap Aiera membuat Inara terkejut dan menggigit bibir Aaron.
"Aw!"
"Ma... Maaf mas, Nara gak sengaja." Ucap Inara.
"Hehe, Nara maaf yah Aiera ganggu... Jadi marah si abang." Ucap Aiera.
"Gak apa apa kok Ra, ayo kita turun." Ajak Inara. Aiera menganggukan kepalanya kemudian menuruni tangga menghampiri Ratih. Aiera membelakan matanya saat seorang yang dia suka dalam diam itu tengah bersama ibunya.
"Aiera sayang sini... Kenalin Al, ini anak bungsu aku... Dan ini menantu aku, ibu dari Dalza." Ucap Ratih. Tampak pria seusia Ratih itu tersenyum.
"Oh iya Aiera, kenalin ini anak om namanya Devano." Ucap Alaska memperkenalkan.
"Aiera udah kenal om, kan satu sekolah." Jawab Aiera sopan.
"Hahaha, begitu toh... Devano gak pernah cerita temen ceweknya jadi om gak kenal deh." Ucap Alaska dan mereka pun tertawa kecil. Hingga Dalza menangis membuat Inara mengambil alih.
__ADS_1
"Sssttt... Sayang, kok nangis hm??" Ucap Inara sembari mengayun ayun Dalza agar berhenti. Mendengar suara tangisan Dalza, membuat Aaron khawatir dan meninggalkan rekan rekannya.
"Dalza kenapa sayang??" Tanya Aaron.
"Dia tiba tiba nangis mas." Jawab Inara. Karena tak kunjung berhenti, Aaron pun mengambil alih. Dan beberapa saat kemudian langsung terdiam.
"Wah Aaron, putramu sangat mirip denganmu." Puji Alaska.
"Hahah, anda bisa saja tuan Al." Ucap Aaron sembari melirik sang istri.
"MAMA!!!" Teriak Ace tiba tiba membuat para tetamu menatap ke arah Ace yang tengah berlari menghampiri Ratih.
"Kenapa sayang?? Ada apa sayang??" Tanya Ratih.
"Ira... Ira mau melahirkan ma." Jawab Ace. Sontak hal itu membuat suasana menjadi tak terkendali.
"Sayang kamu tidurin Dalza, aku mau menyiapkan mobil." Ucap Aaron. Inara pun menganggukan kepalanya dan mengambil alih Dalza. Ace menggendong Ira ala bridal style dan membawanya pergi diikuti oleh Ratih dan Farhan.
"Al bawa Aiera dan menantu ku bersama mu." Ucap Ratih. Alaska menganggukan kepalanya dan mengajak Inara juga Aiera bersamanya untuk ke rumah sakit.
"Sayang... Sayang apakah sakit??" Tanya Ace sembari menangis dan menggegam tangan Ira erat. Ira hanya meringis dan itu membuat air mata Ace bertambah deras.
"Mama udah hubungin Zahwa... Dan mereka sudah siap siap."
"Jangan operasi mah.... Hiks." Ucap Ace sembari menangis. Dengan menahan rasa sakit, Ira meraih wajah Ace.
"Ira gak apa apa Aceng... Jangan nangis, nanti Ira marah." Ucap Ira. Ace menggegam tangan Ira erat dengan air mata terus menetes.
__ADS_1