
...🥀IBDT🥀...
Di Rumah Sakit
Mario tampak menangis dipelukan sang ibu. Begitu juga Arasyah yang tengah dipeluk Elvano sembari menangis. Sedangkan Ace tampak mondar mandir khawatir begitu juga Aaron. Dan saat itu, Axello datang dengan napas terengah engah.
"Abang." Lirih Mario sembari menatap Axello.
"Dad... Abang Aza gimana keadaannya??" Tanya Axello.
"Lagi ditangani dokter kamu duduklah jangan terlalu cemas." Jawab Ace sembari mendudukan Axello disamping ibunya. Beberapa saat kemudian, Thomas datang dan seketika Axello mendekatinya.
"Thom, abang kenapa sampai bisa gitu??" Tanya Axello. Tampak Thomas menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.
"Jawab saja Thom, kenapa Dalza sampai kecelakaan... Aku tau, Dalza orang yang teliti dan sangat hati hati." Ucap Aaron.
"Sebenarnya tadi..."
•Flashback On
Dalza duduk termenung sembari menunggu Thomas yang mewakilinya menandatangani kontrak dengan rekannya. Merasa bosan karena lama menunggu, Dalza pun keluar dari dalam mobil dan menunggu disana. Beberapa saat menunggu, Thomas tampak datang dengan barkas ditangannya.
"Maaf membuat anda menunggu tuan." Ucap Thomas.
"Apa menurutmu aku berlebihan Thom?? Menyukai gadis cilik berusia 9 tahun itu??" Lagi, Dalza menanyakan hal itu.
Dan belum Thomas menjawab, terdengar gelak tawa dari sepasang remaja yang sepertinya sepasang kekasih. Mereka tidak tau siapa yang ditertawakan itu. Dalza menoleh dengan tatapan tajamnya lantaran suara tawanya terdengar menghina. Dan Dalza sangat membenci penghinaan.
"Eh om! Suka boleh tapi gak usah sama bocil kali, kayak gak ada cewek lain di dunia ini... Modal tampang doang tapi sukanya ama bocil... Hahaha." Ucap si laki laki itu kemudian pergi bersama kekasihnya. Mendengar itu pun membuat Thomas menatap Dalza yang tampak terdiam.
"Tuan jangan—"
"Ah aku tidak mendengar apapun Thom, tenang saja... Kau kembali ke perusahaan naik taxi ok?? Aku yang akan menyetir sendiri." Ucap Dalza dengan tersenyum yang sulit diartikan.
"Tapi... Tuan, tuan." Panggil Thomas namun diabaikan oleh Dalza.
__ADS_1
"Dia tidak akan nekat kan?? Jika sampai kenapa napa, dua anak tadi akan aku hajar mereka." Ucap Thomas sembari mengepalkan tangannya.
...Brakk!!! ...
Dalza dengan kasar menutup pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan netral. Namun, saat mengingat ucapan remaja tadi membuat Dalza meremas stirnya kuat.
*Eh om! Suka boleh tapi gak usah sama bocil kali, kayak gak ada cewek lain di dunia ini... Modal tampang doang tapi sukanya ama bocil... Hahaha.*
"Dasar B*adab!!!" Teriak Dalza namun masih di kecepatan netral.
"Dia pikir siapa?? Apa mereka mengira aku akan langsung menikahinya?? Dasar b*doh! Aku akan menikahinya begitu dia dewasa dan aku tidak peduli dengan komentar mereka... ANNA!!!" Ucap Dalza dan saat meneriakan nama Anna saat itulah sebuah truk dari lawan arah berada didepannya dan kecelakaan pun terjadi.
"Anna..." Lirih Dalza sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri.
•Flashback off
Note: Jadi itu maksud adek sebenernya, makanya jangan simpulin dulu kalau belum tau alurnya... Ya kali Dalza nikahin bocil, dia cuman suka dan pengen ngejaga dia sampai dewasa biar siap jadi istrinya... Itu maksudnya, paham kan?!🙄 Oke skip🙂😉
Mendengar cerita itu, Axello merilang rambutnya kasar kemudian menatap Thomas.
"Azy gak dikabari mom??" Tanya Axello.
"Mommy ngabarin... Cuman mommy minta buat dia tetep disana... Kalau pulang kesini Cinta pasti akan ikut... Kasihan Cinta, dia pasti kelelahan." Jawab Ira membuat Axello menganggukan kepalanya mengerti.
...Cklekkk!! ...
Begitu pintu terbuka, Mario dan Inara langsung menghampiri sang dokter.
"Dokter gimana keadaan anak saya??" Tanya Inara.
"Iya dok, gimana keadaan kakak saya??" Timpal Mario.
"Berat hati kami memberitau kalau anak ibu..."
"Anakku kenapa dok, jawab!!??" Ucap Inara.
__ADS_1
"Anak ibu..."
...🥀🥀...
Cinta tampak duduk termenung setelah minum obatnya. Mendengar kabar kecelakaan Dalza mengingatkannya pada kecelakaan sang ibu yang membuatnya pergi selamanya.
Padahal ibu belum kasih tau dimana kakak berada dan seperti apa dia... Cinta kangen ibu... Batin Cinta sembari meneteskan air matanya. Dan saat itu Azyan datang mendapati Cinta tengah menangis dengan posisi membelakanginya.
"Hiks... Hiks... Cinta kangen ibu." Lirih Cinta. Azyan pun menghela napas saat tau Cinta merindukan ibunya.
...Grepp! ...
Azyan langsung memeluknya dari belakang membuat Cinta terkejut. Saat hendak menghusap air matanya, Azyan justru membalikan tubuhnya sehingga keduanya berhadapan. Cinta mendongakan pandangannya menatap wajah suaminya yang lebih tinggi.
Dan tanpa diduga, Azyan menciumi pipi Cinta sampai bekas air matanya tidak ada. Tentu hal itu membuat Cinta merasa tersentuh dengan perlakuan suaminya. Azyan menangkup wajah Cinta kemudian menatap mata lentiknya itu.
"Lo pengen nangis kan?? (Merentangkan kedua tangannya.) Sini, kita nangis bareng bareng... Lo karena kangen sama ibu lo, gua karena kecelakaan abang gua." Ucap Azyan.
Cinta yang memang sedang teramat sedih itu langsung memeluk Azyan dan menangis. Azyan mengangkat tangannya kemudian menghusap puncak kepala Cinta.
"Nangis pake suara aja... Gua udah usir si Senna kok, gak usah GR... Gua usir dia cuman takut gangguin kita lagi bikin dedek bukan karena takut gak bisa tidur sama lo." Ucap Azyan yang justru mengungkap isi hatinya.
Dia sebenarnya meminta Senna untuk pulang karena tidak ingin tidur berdua dengannya. Tanpa Azyan sadari, dia sudah ketergantungan pada Cinta. Mendengar suara tangisan Cinta mereda, Azyan pun menunduk menatap Cinta yang masih berada di pelukannya.
"Udah tenang??" Tanya Azyan.
Cinta menganggukan kepalanya dan hendak menjauhkan tubuhnya. Namun, Azyan justru mendekapnya lebih erat kemudian menurunkan resleting baju Cinta dan membelai punggung Cinta.
"Ka.... Kakak mau apa??" Tanya Cinta takut takut.
"Makan sore." Jawab Azyan kemudian mendorong Cinta sampai terlentang diatas ranjang dan langsung menyerangnya tanpa jeda. Dan di tengah tengah permainan, Azyan menyentuh perut rata Cinta sebelum akhirnya menciumnya.
"Cepet hadir, Azyan junior." Lirih Azyan dengan suara berat kemudian mencium bibir Cinta.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1