Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
ADA APA DENGAN ANGGUN DAN ANGGA.


__ADS_3

Setelah merasa tenang Anggunpun menatap Angga dengan lekatnya.


"kamu kenapa menatap kakak seperi itu hem?" ucapnya dengan sedikit mencubit ujung hidung Anggun yang mancung.


"Kak sakit.." cicit manja Anggun memukul lembut lengan Angga sang kakak.


"Habis kamu menatap kakak seperti orang yang ingin menelanku saja." selanya membuat Anggun terkekeh.


"Habis wajah Kak, Angga mirip Ayah" Ucapnya jujur.


"Oh ya benar kah? dan kamu mirip sama Bunda Cantik dan penyabar." Balas Angga lagi dengan senyumnya yang merekah.


"Oh iya Kak, Angga, kenapa tidak pulang nanti Dinda nyariin loh." Aku sudah menelponnya aku mau menjagamu di sini dulu aku masih kangen sama kamu." Lanjutnya sambil menatap sang adik.


"Kak pulanglah, aku di sini ada yang menjaga, bukankah ada Dokter yang menjaga ku!"


"Aku juga akan menjaga mu di sini kakak ipar ku." Goda Anthony yang baru saja masuk.


"Anthony!" cicit Anggun dan Angga bersamaan.


"Kamu tidak pulang?" sela Anggun.


"Tidak, aku sengaja kerja malam ini biar besok aku bisa of aku mau menemani Cleo check up." Jelas Anthony yang di angguki Anggun.


"Dan malam ini ijinkan aku menjaga mu kakak iparku" ledeknya membuat Anggun tersenyum simpul.


"Kak, Angga pulang saja! besok baru kakak kesini lagi!" sela Anggun lagi.


"Bilang saja kalian semua bermaksud mau mengusir ku dari sini iya kan!" ketusnya menatap Anggun dan Anthony bergiliran. Namun yang di tatap hanya bisa nyengir kuda.


"Baiklah kalau itu mau kamu aku pulang dulu ya, lagi pula aku juga sangat merindukan istriku, kamu baik-baik di sini aku titip dia!" ucap Angga melirik Anthony.


Cup lalu Angga mencium pucuk kepala Anggun setelah itu Ia pun melenggang meninggalkan Anggun dan Anthony.

__ADS_1


#Flashback of#


"Hmm aakh" Dinda melenguh menggeliat merenggangkan urat-urat syaraf nya yang terasa kaku, namun tanpa Ia sadari sesuatu yang sedang tertidur kini menegang kembali,dengan gerakan cepat Angga yang sudah merasa on kembali meraih tubuh Dinda dan mendudukkan nya di atas tubuhnya.


"Kak--"suara Dinda tercekat saat sesuatu yang keras menuhi dirinya, dengan tekanan lembut dari bawah, membuat Dinda kembali merasakan sensasi yang luar biasa hingga membuatnya, seperti cacing kepanasan saat merasakan sesuatu yang ingin tumpah ruaah, erangan panjang kembali memenuhi ruangan yang kedap suara tersebut.


Angga tersenyum puas melihat istrinya yang kembali terkapar tak berdaya akibat ulahnya di pagi buta. Angga pun bangkit dari tempat tidur lalu meraih handuk dan berjalan menuju bathroom.


Setelah ritual mandi selesai Angga pun bergegas menuju walk in closed, dengan penampilan yang rapi dan cool, Angga kembali ke kamar menemui istrinya karena Ia ingin buru-buru untuk menjenguk Anggun, sebab tiba-tiba saja dia menjadapat telpon yang gawat dari Anthony.


"Sayang aku mau berangkat dulu ya' aku sudah pesan makanan untuk mu dan jangan lupa minum susu yang sudah aku buat" jelas Angga menyingkap kembali selimut yang masih membelit tubuh polos Dinda.


Satu kecupan mendarat di kening Dinda,sedang Angga pun bergegas keluar meninggalkan Dinda yang masih menutup mata.


"Apa kakak ingin menemui Anggun lagi?"


"dari mana kau tau?" ucap Angga tanpa menoleh.


"Tak perlu kakak tau aku tau dari mana." "Baguslah kalau kau sudah tau aku tadinya ingin memberi tau di waktu yang tepat, kamu sangat mengenalnya, pasti kamu akan menyukainya. Setelah semuanya beres aku akan membawanya untuk menemuimu. Aku akan mengenalkannya padamu karena aku sangat menyayangi kalian berdua. Sekarang aku pergi dulu, karena Anthony Sedang menunggu ku By...!" ucapnya bergegas meninggal kan Dinda yang masih dalam mod kesalnya.


Dinda segera turun dari ranjang walau masih ke bingungan Ia masuk kedalam bathroom untuk untuk menghilangkan kegundahan hati nya tentang hubungan Angga dan Anggun. apakah mereka selingkuh di belakang ku itu lah yang terus jadi pertanyaan di benaknya.


*


*


*


Kembali ke mansion, Rafa yang tidur di gudang benar-benar tak bisa tidur dengan nyenyak semalaman Ia hanya membolak balikkan badannya sedang matanya tak menunjukkan rasa kantuk sama sekali hingga pagi menyingsing. Rafa memilih keluar untuk membersihkan badannya, apa lagi saat ini badannya terasa kaku dan dan pegal-pegal karena posisi tidurnya yang melantai.


Ia pun segera masuk ke dalam bathroom, setelah semua selesai Ia pun segera bersiap-siap agar segera mencari di mana istrinya itu berada.


Rafa menyempatkan diri menemui Kenan yang sekarang berada di taman belakang bersama Devan dan Chelsy juga Bi Mery,

__ADS_1


Setelah menemui anaknya Rafa segera beranjak meninggalkan taman tersebut, namun baru beberapa langkah Ia berbalik saat mengingat sesuatu.


"Bi, apa Bibi melihat Laras di mana?"


"Tidak Tuan sepertinya Nyonya Laras semalam tidak pulang" jelas Bi Mery.


"Apa! tidak pulang lalu kemana dia?"


''Entahlah Tuan saat saya bertanya Nyonya marah-marah" adu Bi Mery lagi.


Membuat Rafa mengerutkan keningnya.


"Baiklah Bi, kalau dia pulang serahkan Kenan padanya kasian Bibi, Bibi kan capek" celetuk Rafa.


"Tidak Tuan biar Tuan kecil sama saya saja. Dari pada sama Nyonya kare--na--"


"karena apa Bi? apa ada yang kalian sembunyikan dari ku tentang Laras yang sebenarnya, yang selama ini aku tidak tau!" sergah Rafa.


"Tut Tuan tidak...itu, Nyonya" Bik Mery yang semula ragu tak ada pilihan lain saat Rafa menatapnya dengan tatapan tajam, Ia pun menjelaskan dan mengadukan apa yang selama ini Ia ketahui tentang Laras yang sebenarnya. Dan itu sontak membuat Rafa membulatkan matanya tidak percaya.


"Kenapa Tuan? apa Anda juga tidak akan percaya dengan bukti ini?." Leo yang baru saja masuk menyela pembicaraan Rafa dan Bi Mery lalu Ia melangkah mendekati Rafa dan menyodorkan sebuah file.


"Apa ini?"


"Ini hasil penyelidikan saya dan Eric selama ini Tuan terang Leo. "Anda boleh melihatnya, tentang siapa Nyonya Laras dan siapa Nona Anggun semuanya ada di situ" lanjut Leo lagi.


"Sayang! kamu ternyata ada di sini aku mencari mu kemana-mana tau!" seru Laras yang baru saja masuk, membuat Rafa menutup file, yang hendak di bukanya.


"Dari mana saja kamu!' apa kamu tau sekarang ini sudah jam berapa? dan lihat Putramu sendiri kamu terlantarkan Ibu macam apa kamu!" sarkas Rafa menatap tajam membuat Laras membisu karena begitu terkejut melihat amarah yang terpancar pada mimik wajah suaminya itu.


Setelah mengatur perasaan terkejutnya Laras kembali memberanikan diri menatap balik Rafa walau jantungnya saat ini berdegup dengan kencang karena takut di amuk Rafa.


"Sayang sekarang kamu berubah dan mereka berhasil menghasutmu, karena kamu tau mereka ini mata-mata Anggun. Dan ya! biarkan Kenan ikut dengan ku sekarang!" pekiknya memberanikan diri.

__ADS_1


"Ayo sayang ikut Mommy!" serunya meraih tubuh Kenan.


__ADS_2